
Bangunlah mereka dengan keadaan lemas dan masih mengantuk, karena kecapean berjalan selama 3 hari, kalau tak dibangunkan mereka sudah bangun sore hari.
Usai bebersih diri, mandi, dan lain sebagainya, mereka langsung menuju ke meja makan untuk sarapan pagi, saat itu ayah dan ibu Adi sudah berangkat ke kantor, tumbenan pagi sekali berangkatnya, biasanya jam 8 atau jam 9 pagi baru berangkat, dikarenakan ada rapat dan mengharuskan untuk datang pagi hari, maka ayah dan ibunya tak sempat berpamitan dan langsung berangkat.
"Ayah, Ibu, kalian dimana" sorak Adi saat mau makan pagi, dengan teriakan yang keras ia memanggil ayah dan ibunya.
"Tuan dan nyonya sudah berangkat mas, tadi berpesan kepada bibi, mas Adi disuruh menunggu mereka pulang jika mau pergi" ucap bibi kepadanya.
"Saya kira sengaja meninggalkanku karena kemarin" ungkap Adi kepada bibi dan Ali.
"Silahkan dimakan mas, bibi masakin kesukaan mas Adi"
"Terimakasih banyak bi"
Tanpa berlama-lama, Adi dan Ali langsung menyerbu makanan yang sudah disiapkan oleh bibi. Itu makanan kesukaan Adi, nasi goreng pete, itu yang membuat Adi bersemangat menghabiskan makannya.
Adi dan Ali begitu lahap, sampai tak tersisa sesuap nasi yang ada di meja makan. Mungkin sudah 3 hari mereka makan dengan menu seadanya, jadi seperti orang kelaparan saja.
"Enak ya nasi gorengnya" kata Ali kepada Adi.
"Iya ini adalah makanan kesukaanku"
"Kalau begitu aku setiap hari makan dirumahmu saja"
"Boleh asal datang sendiri, aku tak mau menjemput"
Canda dan tawa mereka sudah menjadi kebiasaan, itu hanyalah guyonan mereka, selalu bercanda dalam situasi apapun, tentunya tak akan menyakiti salah satu dari mereka.
"Ayo Li kita ke kamar lagi"
"Yuk"
...*****************************...
Sampainya dikamar, Adi memperlihatkan foto sosok wanita itu sambil menceritakan kepada Ali saat mimpi itu terjadi dan ia mendapatkan fotonya.
"Li, sini mendekat, aku mau cerita tentang foto ini" sambil menunjukkan foto sosok wanita misterius itu.
"Cantik juga setan ini" ucapnya sambil tertawa.
"Setan setan, muka lu setan" jawab Adi dengan sedikit nada keras seperti marah.
"Tidak Di, aku cuma bercanda"
"Sini dengarkan aku"
"Iya buru ceritakan"
"Jadi begini, saat aku bermimpi bertemu sosok itu, aku mengejarnya sampai ke tengah hutan, lalu ia terbang sampai aku juga mengikutinya, entah kenapa aku bisa terbang mengejarnya, namun sayang aku terjatuh dari langit, dan kakiku oatah tepat bagian lutut yang kemarin terkilir saat di pantai"
"Terus gimana kamu mendapatkan foto itu?" Ucap Ali dengan serius dan rasa ingin tahu yang tinggi.
__ADS_1
"Soal foto itu nanti aku ceritakan, ini tak lanjutkan dulu ceritanya"
"Oke, silahkan dilanjut"
"Dengerin ya, saat kakiku patah, aku berteriak sampai menangis, dan pada saat itu juga ada seorang bapak bapak sudah agak tua, menolong dan membawaku ke gubuk kecil tempat ia tinggal, ia mengobatiku, dan ia juga menunjukkan foto anaknya yang sudah meninggal karena kecelakaan di hutan itu, foto itu mirip seperti sosok wanita itu, akupun memintanya untuk kusimpan sebagai kenangan, namanya adalah pak Tama"
"Jadi foto itu dari pak Tama?"
"Yah kamu sudah tau itu, kamu sudah bisa menebak kenapa aku mencari wanita itu"
"Tapi jika benar itu anak pak Tama, berarti wanita itu sudah meninggal Di"
"Itu yang mau aku cari tahu, sebenarnya siapa wanita itu"
"Kemungkinan besar wanita itu anak pak Tama yang sudah meninggal atau anak pak tama mempunyai kembaran"
"Benar juga yang kamu ucapkan Li"
"Terus kemana kita harus mencarinya?"
"Besok ikut aku ke hutan, kita mencari di tengah hutan"
"Hah" kaget mendengar ucapannya.
"Iya, besok ikut aku mencari sosok itu di hutan, kita seminggu ke tengah hutan"
"Seminggu?" Kebingungan mendengar ajakan dari Adi.
"Tidak itu masalahnya Di, ini hutan lo di tak ada penghuninya, seminggu itu waktu yang sangat lama"
"Jika tidak mau aku pergi sendiri saja"
"Iya aku temenin tapi lusa, jangan besok, aku harus ijin bapak ibuku agar tidak khawatir jika pulangnya lama"
"Lusa aku jemput dirumahmu ya, kita naik bis saja sampai di tengah hutan"
"Aku tak bawa bekal ya Di"
"Aku semua yang bawa bekalnya, santai saja"
"Oke kalau begitu"
"Semoga saja bisa menemukannya"
"Jika memang dalam waktu seminggu tidak menemukan, kita pulang, jangan berlama-lama di hutan, banyak binatang buas disana"
"Aku janji padamu kita akan pulang tepat waktu"
...****************************...
Selesainya cerita itu, muncul keraguan dari Ali, sepertinya memiliki firasat yang tak mengenakkan hatinya, entah apa yang akan terjadi di hutan nanti.
__ADS_1
"Yakin mau ke hutan belantara Di?" tanya Ali dengan ketidak nyamanan saat diajaknya kehutan.
"Tentu, percaya padaku, tidak akan terjadi apa apa"
"Aku ragu atas keputusanmu itu, hutan tempatnya binatang buas Di, sebaiknya kita mencari di kota terlebih dahulu sebelum ke hutan"
"Tidak Li, kita harus ke hutan"
"Lusa sebelum kita berangkat, mampir ke rumah saudaraku, ia bisa melihat hal ghoib, bisa menerawang makhluk tak kasat mata"
"Mantap juga idenya"
"Bawa fotonya saat ke tempat saudaraku itu"
"Foto ini selalu kubawa kemanapun aku pergi"
Ali tak bisa mengelak ajakan sahabatnya, ia menyarankan pencarian sosok itu di kota, namun Adi tetap saja keras kepala, tekadnya begitu kuat ingin menemukan wanita itu.
"Sudahlah akhiri saja ceritanya, aku mau tidur lagi" ucap Ali.
"Tidur mulu kau ini Li Li"
Tak lama setelah ijin untuk tidur, Ali benar memejamkan mata dan tertidur, Adi sendirian tanpa teman ngobrol, ikutlah ia tidur dengan Ali.
Baru beberapa menit Adi memejamkan matanya, sosok itu kembali muncul dalam mimpinya, kali ini berbeda dengan mimpi sebelumnya, sosok itu merasa kecewa karena sudah di hianati Adi, dalam mimpi itu Adi menikah dengan wanita lain bernama Nur, mungkin itu adalah wanita yang di sukai Adi saat menelusuri pantai.
Sosok itu marah kepadanya, hingga menggagalkan pernukahan Adi dengan Nur, setelahnya sosok itu pergi ke tengah hutan, Adi berusaha mengejar dan menanyakan kenapa ia menggagalkan pernikahannya dengan Nur.
"Hai kau wanita jahat, kenapa tega menggagalkan pernikahanku dengan Nur" ucap adi sambil marah kepada sosok itu.
"Kamu yang jahat, kamu tak memikirkan aku yang menemani dan menjagamu setiap saat, jika memang kamu tak jahat, temui aku di hutan besok pagi"
"Akan ku buktikan aku tidak pengecut aku tidak pecundang"
"Aku tinggu pembuktian darimu"
Hari berikutnya Adi benar membuktikan, ia lergi ke tengah hutan untuk mencari wanita itu, melewati rindangnya pepohonan, batang kayu yang sudah rubuh, bahkan melewati beberapa aliran sungai dan air terjunyang ada di hutan tersebut.
Sampainya di tengah hutan, Adi berteriak "Dimana kamu, aku sudah mencarimu kesetiap sudut hutan ini"
"Akhirnya kamu datang juga, aku disini, aku yang menjagamu, aku cinta sejatimu, menikahlah denganku, jangan dengan yang lain"
"Kenapa harus denganmu?"
"Karena kamu adalah jiwa dan ragaku"
"Tidak akan aku mau dengan wanita licik sepertimu"
"Kulaksa kamu ikut denganku"
Dipegang tangan Adi, di tarik naik keatas pohon, lalu di ajaknya terbang ke langit, entah kemana sosok itu mengajaknya lergi, Adi terpaksa harus ikut dengannya.
__ADS_1
...********************************************************...