
Ini adalah hari pertama mereka untuk berkelana dalam hutan belantara, hutan itu sangatlah angket dan banyak binatang buas, bahkan warga setempat tidak berani untuk memasuki kawasan hutan itu.
Dengan tekat dan penuh keyakinan mereka melangkahkan kakinya untuk hari pertama, sebelumnya sudah diperingatkan oleh warga, namun mereka memiliki alasan yang baik sehingga warga mengijinkan untuk mereka masuk kedalam hutan.
Mereka juga mendapat pesan dari beberapa warga setempat bahwa harus berhati hati dalam perjalanan, karena itu adalah hutan angker dan banyak binatang buas didalamnya, mereka juga harus kembali sebelum purnama bersinar.
"Kau sudah siap Ali?" tanya Adi kepada Ali.
"Su... sudah Di, ayo kita masuk" ucap ali bergetar sebelum memasuki.
"Kenapa kau ini, timben sekali seperti itu?" tanya Adi.
"Tidak apa apa Di"
"Kamu takut Li?, tenang saja aku akan menjagamu sekuat tenagaku" ucap Adi agar bisa menenangkan Ali.
"Baik Di, aku percaya kepadamu, semoga tidak terjadi apa apa setelah kita berkelana selama seminggu" jawabnya.
"Ayo berdoa dulu, biar keselamatan menyertai kita"
"Kamu yang mimpin doanya Di"
"Semoga kita bisa mendapatkan petunjuk dan kita pulang tanpa kekurangan suatu apapun, aamiin..... berdoa dimuali"
"Berdoa selesai"
"Aamiin......."
"Ayo kita masuk"
Baru beberapa langkah, mereka sudah merasakan hawa dingin yang menyambutnya, ini tak seperti biasanya, bahkan mengalahkan dinginnya gunung gunung yang lernah mereka daki.
"Hawanya dingin sekali ya" ungkap Ali.
"Iya ini tumben siang gini dingin banget, tak seperti gunung gunung yang kita daki"
"Mungkin ini karena tempatnya masih asri dan jarang di jangkau manusia"
"Lantas apa dong jika tidak manusia?" tanya Adi sambil bercanda.
"Kucing mungkin?" Jawab Ali juga bercanda, sambil mengangkat bahunya.
"hahahahaha, kau ini Li Li, bercanda mulu sukanya" gemam Adi.
"Biar asik, juga biar tidak spaneng kita"
"Nah benar juga kamu, tumben encer itu otak" sambil tersenyum mengatakannya.
"Dari dulu memang aku gini, kamu aja yang kurang paham, dasar emang kamu sama saja tidak dengan cewe tidak dengan sahabatnya sama tidak peka"
"Jangan bahas itu ah, malas jadinya aku"
Canda tawa mengiringi perjalanan mereka, sampai di perbatasan hutan belantara (hutan terlarang) mereka kembali berdoa meminta petuntuk dan perlindungannya.
__ADS_1
Langkah demi langkah mereka sangat berhati hati, takut akan datang binatang buas, seperti macan dan singa yang mereka takuti.
...*****************************...
Kali ini hanya nekat yang mereka miliki sebagai modal, bagaimana tidak?, ini adalah hutan belantara yang paling ditakuti oleh warga, sudah beberapa kali ada orang yang masuk hutan ini dan keluar menjadi gila, bahkan ada yang tidak keluar sama sekali.
"Sepertinya kita sudahi saja Di" gemam Ali.
"Tidak akan, kita sudah sampai sini, sudah melangkahkan kaki, bagaimana mungkin kita kembali" jawab Adi.
"Yasudahlah, aku tak bisa mengelak, aku ikut saja denganmu Di"
"Tenangkan dirimu, kita baik baik saja"
"Mari kita jalan saja nanti sore kita harus berhenti dan mendurikan tenda, aku tidak mau berjalan malam hari" ucap Ali yang ketakutan.
"Iya aku paham apa yang kau katakan" jawab Adi.
"Baguslah jika mengerti, kau sudah tahu apa yang aku takuti bukan?" tanya Ali.
"Tentu, kau kan penakut" jawabnya sambil tertawa.
"Udah ah gausah bercanda kamu Di, benar benar bikin buluku merinding suasanya ini"
"Bulu apa itu yang berdiri?" canda dari Adi.
"Ingin tahu saja kau ini, adalah pokoknya kau pasti sudah mengetahui"
hahahahahahahahahahaha
Terus berjalan sampai ketengah hutan angker itu, tiba tiba.......
Hrrrrrrrrrrrrrr
huuuaaarrrrrrrggggg&
suara dari kejauhan mereka dengar, entah apa itu, mereka saling memandang dengan ketakutan, sedikit menenangkan diri mereka berdiam diri sejenak.
"Di, kau dengar suara itu?" tanya Ali.
Adi menjawabnya hanya dengan anggukan kepala saja.
"Di?"
"Kau tahu apa yang aku pikirkan kali ini bukan?" Ucap Ali.
"ya... aku tahu"
Tiba tiba muncul dari belakang seekor harimau, besar dan mengerikan, mereka yang seketika kaget melihat harimau ini, saling memandang dengan wajah ketakutan, mereka saling kode dengan menganggukkan kepalanya, Adi menghitung satu... dua... tiga...
"Lari......." mereka berlari sangat kencang.
Harimau itu mengejar mereka, sampa Adi terjatuh, dan harimau itu semakin dekat, Ali selalu setia menemani Adi hingga saat terjatuh dan mengorbankan nyawanya sekalipun.
__ADS_1
"Sudah tinggalkan saja aku!" ungkap Adi.
"Tidak akan! kita pergi bersama pulang harus bersama, kita pergi selamat, pulang harus selamat" jawab Ali tegas.
Harimau itu semakin dekat dan mendekat kepada mereka, kini benar benar menegangkan saat itu, mereka yang sudah berlari hingga kecapean kini pasrah dan menerima keadaan yang akan terjadi.
"Jika ini hari terakhirku, aku ......" ucap Ali.
"Husttt, jangan berucap seperti itu" jawab Adi.
"Ini suasana begini tak boleh memikirkan itu?" tanya Ali kepada Adi.
"Sudah ayo kita diap saja dan jangan bernafas sedikitpun, aku pernah membaca buku, ayo coba kita praktekkan" ungkap Adi.
"Ya..." Ali sambil menganggukkan kepalanya dan menurut kepada Adi.
Mereka segera menutup hidung dan mulut mereka, saat ini mereka hanya berharap harimau itu tidak menerkam dan memakan mereka.
Beberapa menit berlalu, mereka sudah tak tahan menahan nafas, pelan pelan Harimau itu menoleh kanan kiri kanan kiri, seolah olah kebingungan mencari keberadaan Ali dan Adi.
Harimau itu akhirnya mulai berbalik arah dan melangkahkan pelan kakinya. Mereka yang melihat hal ini kembali melongo dan tak percaya jika Harimau itu tidak menerkam mereka. Pelan pelan mereka melepaskan tangannya dari mulut dan hidung.
"Huffffttt.... akhirnya kita...." ucap Ali, dan dipotong pembicaraannya oleh Adi.
"Gimana? percaya padaku kan sekarang kau?" tanya Adi.
"Ya... ya... ya..." menjawab dengan sedikit tidak percaya apa yang telah ia lakukan.
"Tak usah takut, aku banyak membaca buku seperti itu"
"Iya aku percaya padamu"
"Ayo kita lanjutkan perjalanannya, masih jauh dari tujuan, tapi hari sudah muali petang, kita belum solat"
"Kita solat saja dulu disisni, lepas itu lanjut perjalanan sebentar dan kita akan mendirikan tenda di bawah pohon besar saja biar jika ada apa apa kita bisa naik ke atasnya" ucap Ali.
"Aku ikut denganmu kali ini" jawab Adi.
Mereka langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban mereka, meskipun dalam keadaan seperti ini, mereka tetap melaksanakan kewajiban yang harus dilakukan.
Usai menjalankan kwajibannya, lanjutlah perjalanan mereka sambil mencari tempat buat mendirikan tenda.
"Ayo kita lanjut Li" gemam Adi.
Ali menjawab dengan anggukan kepala seolah menandakan bahwa ia sudah lelah.
"Kenapa kau murung begitu Li? kau trauma? atau sakit?" tanya Adi.
"Aku hanya kecapean saja Di, ayo kita lanjut saja mencari tempat buat mendirikan tenda"
"Ayo kita maju sedikit, itu ada pohon besar, kita istirahat disana saja"
"Yuk..."
__ADS_1
Berjalan menuju pohon besar yang terlihat dari tempat meraka berdiri. Sampainya disana langsung mendirikan tenda untuk mereka beristirahat.
*******************************************************