Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Dibalik Semak-Semak


__ADS_3

Melewati jalan pintas menuju luar sangatlah mudah, andai saja mereka mengetahui sejak awal pasti tak akan susah payah dan menghabiskan banyak tenaga untuk menuju makam tersebut.


Siapa yang tahu jika ada jalan itu, ternyata hanya membuka batu di balik semak semak ada lubang menuju makam, yang jaraknya sekitar 4 meter saja.


" Andai saja dari tadi kita tahu bahwa ini jalan menuju lorong itu " ucap Ali.


" Siapa yang tahu, jika tahu pasti banyak yang datang kesini " ujar Adi.


" Benar juga katamu, jika ini diketahui makan bukan lagi menjadi lorong gelap " jawab Ali.


" Bagaimana, cantik bukan? " tanya Adi kepada Ali.


" Apanya yang cantik? " Tanya Ali.


" Wanita tadi, yang ada dalam mimpiku " Jawab Adi.


" Cantik sii, tapi kan bukan manusia " Jawabnya.


" Mau manusia mau bukan yang penting cantik " Ujar Adi.


" Terserah lah, mau apa kek yang kau bilang "


Perdebatan terus dilakukan hingga di luar lorong, sampai akhirnya mereka muncul di semak semak yang mana merupakan jalan pintas menuju lorong.


Tidak usah heran dengan mereka, meskipun sudah ber tahun tahun bersahabat tetap saja mereka selalu adu mulut untuk hal yang seharusnya tidak perlu di lakukan.


" Akhirnya kita sampai atas juga " ujar Ali.


" Atas gendeng maksudnya? " tanya Adi penuh canda.


" Bukan hanya gendeng, bahkan atas kayangan sekalipun" jawab Ali.

__ADS_1


" Langsung nyantol candaannya ya bang " ucap Adi.


" Siapa yang ngga tau elu Di, bahkan dalam keadaan tegang bisa bisanya bercanda kok " ujar Ali.


" Oh iya ya, aku malah lupa kalo sering bercanda " jawabnya.


" hehehe hehehe " lanjutnya tertawa keras.


" Kayak bocah aja lu Di, apa karena tadi bertemu sosok itu? " tanya Ali kepadanya.


" Bisa jadi, namun bisa jadi juga ngga " jawab Adi.


" Lantas apa yang membuatmu tertawa terbahak bahak seperti itu? " tanya Ali kembali.


" Biasa kumat pernyakitku ini, haha haha " jawabnya masih dengan canda.


" Sudah ayo kita pulang " ajak Ali.


Tak di sadari bahwa itu hanyalah mimpi belaka, yang awalnya mereka tertidur pulas di dalam kamar, namun saat terbangun jam 3 dini hari sudah berada di depan pintu rumah.


Kaget, jelas kaget dan tak menyangka bahwa mereka berada di depan pintu rumah.


Saat terbangun, salimg menatap dengan pandangan tajam, seolah olah tidak percaya bahwa ini memang kenyataan mereka berada di depan pintu rumah.


" Kenapa? " ujar Ali kebingungan.


" Sudah paling tadi malam kita jalan namun ngga sadar " jawab Adi.


" Atau mungkin mimpiku itu memang kenyataan? " Ali bertanya kedirinya sendiri.


" Kamu mimpi apa emang semalam? " tanya Adi.

__ADS_1


" Aku mimpi bahwa kita berada dalam lorong yang amat sangat panjang " jawab Ali.


" Sama aku juga bermimpi seperti itu " lanjut Adi.


" Dalam lorong itu gelap dan di ujung ada makam putri dari kerajaan " lanjutnya.


" Kok mimpi kita bisa sama begini ya? " Ali masih kebingungan.


" Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya, semoga tudak ada hal aneh yang akan terjadi " ujar Adi.


" Aamiin... " jawab mereka bersamaan.


" Ayo mandi terus siap siap solat subuh dulu " ungkap Adi.


" Ayo, kamu dulu saja yang mandi, aku masih takut aur dingin kalo jam segini " jawab Ali.


" Alasan saja kamu Li, biasanya juga mandi pakai air es " candaan dari Adi.


" Bercanda mulu, dari di mimpi sampai di alam nyata terus saja bercanda " jawab Ali.


" Biar awet muda, hehe " ujar Adi.


"Sudah sana buruan mandi, nanti gantian " Ali sambil mendorong Adi.


" Iya iya sabar dulu " ungkap Adi.


...Mereka kembali ke kamar untuk mandi....


Setelah itu mereka melaksanakan kwajibannya sebagai imat muslim, solat jamaah berjamaah, sudah menjadi kebiasaan mereka.


Pagi telah tiba, jam menunjukkan pukul 6.00 pagi hari, mereka turun ke lantai bawah.

__ADS_1


__ADS_2