Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Lagi dan Lagi Mimpi Itu Muncul


__ADS_3

Adi menjerit kencang sampai membangunkan Ali sahabatnya yang tidur tepat disebelahnya.


"Bangun woi, ngapain lu teriak ga jelas" ucap ali dengan kebingungan.


"Bangun bangun woi, sadar udah sore ini ayo bangun" ucapnya lagi.


Meskipun sudah dibangunkan berkali kali tetap saja Adi tak ada jawaban malah semakin keras ia berteriak minta toling "Tolong lepaskan aku, lepaskan aku....."


Ali semakin kebingungan melihat sahabatnya itu, dalam hati berkata "sudah tak ada cara lain, aku harus mengguyurnya dengan air".


Berlarilah Ali ke belakang mengambil seember air, dan sudah menyiapkan handuk untuk Adi.


Byur,p suara air begitu sangat menyegarkan ditelinga, "Bangun woi jangan ngigo mulu, sudah sore ini woi" teriakan Ali sangat kencang sampai sampai bibi mendatangi kamar Adi.


"Ada apa mas?" tanya bibi kepada Ali.


"Ini si Adi dari tadi mimpi, sudah kubangunkan oake air tak juga bangun bi"


"Ambilkan nasi goreng di dapur mas"


Bengong Ali dengan menggaruk kepalanya, "kenapa nasi goreng bi" gemam Ali.


"Sudah cepat, tak usah banyak tanya"


Tanpa berlama lama Ali menuju dapur dan membawakan nasi goreng untuk Adi, masih dengan rasa kebingungan mengapa bibi menyuruhnya mengambilkan nasi goreng.


"Ini bi nasi gorengnya" sambil menyodorkan sepiring nasi goreng sisa sarapan tadi pagi.


...**************************...


Usai diberikan nasi goreng oleh Ali, bibi menumpahkannya di wajah Adi, semakin kebingungan Ali melihat kejadian itu, rasa jengkel dalam diri Ali sambil berkata dalam hati "kejam sekali bibi memperlakukan Adi".


Tidak sampai satu menit setelah nasi goreng itu memenuhi kasur dan muka Adi dengan gelepotan, tepat dimatanya terdapat telur goreng yang seakan berubah menjadi manusia telur.


"Aneh sekali kau ini Di, bertahun tahun aku mengenalmu, baru kali ini aku melihat kau seperti ini" gumam Ali dengan meringis.


"Apa kau Li ketawa ketawa ga jelas, basah semua ini kasurku" ucap Adi marah kepada Ali.


"Lagian lu gue bangunin ga bisa makanya aku siram pake air seember" sambil tertawa terbahak bahak.


"Alasan kau ini"


"Tanya saja bibi kalo ga percaya"


"Nyatanya aku terbangun kan bukan pake air"


"Mana gue tau kalo nasi goreng bisa membangunkanmu"


"Lain kali oake ember yang lebih besar saja Li"

__ADS_1


"Iya maaf, besok tak bawain nasi goreng panas biar cepat bangunnya" masih tertawa sambil berbicara kepada Adi.


"Mana handuknya itu, basah semua ini"


"Nih udah gue siapin sebelum mengguyurmu tadi"


"Ya......"


Adi sepertinya bukan sembarang orang, tersiram air tak bangun malah nasi goreng yang membangunkannya, aneh manusia ini, layaknya bukan manusia si Adi.


...**************************...


Perdebatan mereka hanya di tertawakan oleh bibi, Adi kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi karena mukanya berminyak karena nasi goreng tadi. Bibi membersihkan nasi gorengnya yang berceceran di seprai dan lantai dibantu dengan Ali.


Usai mandi Ali menghampiri Adi untuk meminta maaf atas kejadian tadi.


"Maaf ya Di, aku tak tahu jika nasi goreng bisa membangunkanmu, maaf sudah membasahi mukamu"


"Oke tak masalah, sana keluar dulu, aku mau ganti baju"


"Aku tunggu depan TV ya Di"


"Iya nanti aku kesana, tunggu saja di sana"


Pergilah Ali ke ruang keluarga, sambil menunggu Adi selesai, ali nonton kartus ditemani sepiring kentang goreng buatan bibi.


Adi dikamar masih memikirkan mimpi buruknya, mengapa bisa mimpi itu muncul berkali kali, kenapa harus aku yang dihantui sosok itu, ada apa sebenarnya ini. Kebingungan Adi begitu besar hingga belum sempat memakai baju, sudah setengah jam Ali menunggu namun Adi belum selesai juga.


"Bentar belum selesi ini" balasnya.


"Buru sini"


"Sabar bentar lagi selesai, baru cari ****** ***** ini" alasannya biar tidak dicurigai oleh Ali.


Bug bug bug...., suara bergemuruh mengiringi langkah kaki Adi saat turun dari tangga menuju ke depan TV. Kamar Adi berada dilantai 2 dan harus naik turun untuk pergi ke dapur, ruang tamu, ruang bersantai, dan lain sebagainya. Larilah adi usai ganti pakaian menuju ruang bersantai tempat Ali menonton televisi.


"Apaan sih lu, kayak anak kecil saja lari larian" tegur Ali kepada Adi.


"Suka suka aku lah, rumah juga rumahku" jawabnya.


"Nonton apa ang Li, serius amat kayaknya" lanjut ucapnya kepada Ali.


"Nonton kartun, ini spesial sekali, jarang nonton sewaktu lulus sekolah" sbil tersenyum melihat Adi.


"Alah kalau itu sudah setiap hari menjadi teman saat nyantai Li"


"Kan itu elu, kalo aku mah jarang, bahkan sebulan sekali juga tak tentu"


"Tidur rumahku terus saja biar bisa nonton tiap hari" canda Adi kepada kawannya itu.

__ADS_1


"Dirumahku juga ada tanpa harus menginap disini"


"Nyatanya kamu baru kali ini nonton kartun semenjak lulus sekolah"


"Kan karena dirumahku televisi cuma 1 buat gantian tak mungkin aku merebutnya jika sedang di tonton"


"Makanya tidur sini saja, nanti gausah pulang, besok sekalian kita pergi ke hutan"


"Ogah, aku mau pulang sore ini"


"Pulang saja sendiri sana, aku ga mau nganterin"


"Lu yang jemput berarti lu yang nganter" sambil melirik Adi dengan mata yang tajam dan sinis.


"Iya... iya... nanti aku anterin sampe kamar deh kalo boleh"


"Nah gitu dong tanggung jawab"


Perdebatan mereka yang tak penting itu sudah menjadi kebiasaan disaat tidak ada aktivitas yang dilakukan. mereka saling tidah mengalah satu sama lain, jika masih bisa mengelakkan jawaban pastinya akan semakin rumit perdebatannya, sampai salah satu dari mereka ada yang mengalah.


...**************************...


"Mimpi apaan lu tadi?" tanya Ali penuh harap Adi akan menceritakan.


"Ngga mimpi apa apa, cuma ngigo saja kecapean" jawaban Adi terus mengelak saat di tanya mimpinya.


"Sudah sini cerita saja, aku tahu kamu berbohong kali ini" Ali terus memaksa agar Adi mau menceritakan mimpinya tadi.


"Aku ceritakan garis besarnya saja ya..." jawab Adi seolah olah kebingungan mau memulai dari mana.


"Santai saja, rahasia aman ditanganku, ceritakan semua juga boleh".


"Gini ya Li, bukannya aku tidak mau menceritakan akan tetapi aku bingung memulai dari mana, besok saja saat perjalanan akan kuceritakan semua"


"Yasudah ini kasih tahu dulu tentang apa mimpinya"


"Aku tadi bermimpi sosok itu lagi, ia menarik tanganku dan membawaku terbang tinggi ke langit, aku ketakutan sampai berteriak minta tolong, namun apa daya tiada seorang pun yang mendengarnya"


"Terus apa yang terjadi selanjutnya" tanya Ali.


"Setelah itu, aku juga menanyakan apa sebenarnya yang diharapkan dari sosok itu, namun jawaban yang semakin membuatku bingung" lanjut cerita dari Adi.


"Sudah sementara itu dulu yang bisa aku ceritakan, sisanya akan kuceritakan besok saat pergi ke hutan" gumam Adi dengan menepuk pundak Ali.


"Yah ngga seru kalau begitu, cuma setengah saja yang diceritakan"


"Tenang saja, besok semua akan kuceritakan, tak usah khawatir denganku, kau tahu aku kan Li"


"Iya... aku tunggu besok ceritanya"

__ADS_1


...********************************************************...


__ADS_2