Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Berkelana


__ADS_3

Mereka sangat bersemangat untuk kembali menyelesaikan misi, sutelah tetbangun dari tidurnya, Adi merasa bersalah telah melupakan sosok wanita misterius itu, mereka bergegas untuk membuat makan pagi.


"Li, aku sangat menyesal telah melupakannya"


"Melupakan siapa?" Jawab Ali dengan kebingungan.


"Melupakan sosok misterius itu"


"Kukira melupakan Nur, karena ia telah menyakitimu, maka lupakan saja, kita mulai hidup baru"


"Bantu aku menemukan cinta sejatiku, bantu aku menemukan sosok wanita itu ya Li"


"Iya aku bantu mencarinya, mari kita buat makan pagi dulu, lakas itu lanjut mencari"


"Kita cuma punya mie instan, gimana?"


"Santai saja kamu, kita kan udah biasa makan mie instan, nanti kita cari warung jika menemukan"


Dengan berbincang-bincang, mereka sambari menyiapkan makanan yang kelak menjadi hidangan makan pagi mereka.


Makan pagi sudah siap, dengan lahapnya mereka makan, serta minum secangkir kopi sebagai teman mie instan, usai makan bersegeralah mereka membereskan tenda untuk lanjut menyusuri pantai.


Waktu yang begitu sangat lama bagi mereka menyusuri, 3 hari berlalu kini belum mendapatkan petunjuk apapun, rencana mereka jika nanti sore belum menemukan, maka, pulanglah kembali kerumah masing masing.


"Li, jika nanti sore kita belum menemukannya, lebih baik kita pulang terlebih dahulu, bekal kita sudah habis ini" kata Adi.


"Itu yang aku pikirkan tadi saat makan, aku mau bilang tapi takut membuatmu marah"


"Kita sepakat dulu nanti sore pulang meskipun dengan tangan kosong"

__ADS_1


"Setelah asar jika belum ada petunjuk, kita kembali kerumah"


"Siap bos"


"Jika memang ia jodohmu, akan dipertemukan kemudian hari"


"Aku juga meyakini itu Li"


"Ayo kita lanjut jalan"


Berkelana mencari wanita itu Adi merasakan hal yang sama dengan mimpinya, yang mana tak bisa digapai sosok itu.


...************************...


Lanjut diperjalanan seperti sebelumnya, hanya berdua dengan langkah kaki yang berat karena berhari hari berjalan.


Setiap langkah mereka terasa amat sangat berat untuk melanjutkan perjalanan itu, namun mereka masih belum mendapatkan apapun, Ali berkata kepada adi bahwa ia sudah tak sanggup untuk melanjutkan.


"Sudah mari kita kembali ke parkiran, mengambil motor terus pulang kerumah untuk istirahat"


"Maaf sebelumnya, bukan tak mau membantumu, namun aku benar benar tak sanggup jika harus berjalan lagi"


"Tak masalah jika tak kuat gausah dipaksa Li"


"Ayo kita kembali saja"


Langkah kaki yang sudah terasa berat, nafas yang sudah ngos ngosan, tenaga sudah hampir habis, tak bisa dibayangkan lagi apa yang akan terjadi jika tetap memaksakan diri untuk berjalan mencari yang tak pasti.


Cukup lama berjalan, akhirnya sampai di tempat pertama kali mereka melangkahkan di pasir pantai, parkiran pantai yang sudah sepi, hanya ada pemiliknya saja, lekas membayar parkir, lanjut untuk perjalanan pulang ke rumah masing masing.

__ADS_1


Orang tua mereka pasti sudah mengkhawatirkannya, karena Adi lupa menelfon ayahnya sebelum pergi mencari sosok itu.


Selang beberapa jam kemudian, akhirnya sampai dirumah Adi, karena Ali berniat untuk menginap semalam dirumahnya.


Orang tua Adi begitu melihat puta satu satunya pulang langsung memeluknya dengan erat, meneteskan air matanya dipundak adi, terutama ibunya, begitu mengkhawatirkan keadaan Adi.


"Kamu kemana saja nak, ibu khawatir denganmu" ucap ibu adi dengan meneteskan air mata.


"Aku pergi kepantai dengan Ali bu"


"Kenapa tidak memberitahu ayah atau ibu terlebih dahulu nak"


"Maaf bu, Adi lupa tidak ijin dulu kepada ayah dan ibu"


"Lain kali jangan diulangi lagi nak, ibu dan ayah sangan menghawatirkan keadaanmu"


"Iya bu, Adi mengerti, maaf adi salah"


"Sudah nak, sana mandi, terus makan malam bersama, Ali kamu pake baju Adi saja gapapa"


"Terimakasih bu" ucap Ali.


Secepat mungkin Adi dan Ali mandi, lepas itu pergi kemeja makan untuk makan malam bersama keluarga Adi.


Dengan lahapnya Adi dan Ali makan, sudah seperti orang yang kelaparan, tak makan sati minggu. Mungkin karena kelelahan hingga seperti itu.


Tiga hari berkelana dengan bekal seadanya, siapa yang tidak merasakan lelah, begitulah yang dialami oleh mereka, terasa sangat berat untuk menopang tubuh mereka.


Setelah makan dan solat pergilah mereka kekamar Adi, melanjutkan tidurnya semalam yang tak nyenyak dan tak nyaman. Tertidur dengan pulas, sampai pagi tiba mereka terbangun, itupun karena dibangunkan ayahnya, jika tidak pasti mereka terbangun sangat siang bahkan bisa sore hari mereka terbangun.

__ADS_1


...*****************************************************...


__ADS_2