Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Istana Langit


__ADS_3

Adi, Ali, dan Tuan puteri, langsung masuk menuju ruang tamu yang telah di siapkan oleh istana Langit. Disana mereka di sajikan banyak makanan mewah, karena memang mereka itu merupakan tamu istimiwa yang dating ke istana.


“ Silahkan di nikmati makanannya tuan ‘ ucap seorang pengawal yang mengantar mereka kdalam ruang tamu.


“ Terimakasih pengawal “ Jawab Adi.


“ Ali, kenapa kamu dari tadi diam terus tidak seperti biasanya “ Tanya Adi kepada Ali.


“ Tidak apa apa adi, aku hanya syo memikirkan kejadian yang telah menimpaku “


“ Tenang saja, sekarang kita sudah aman, di sini kita nikmati terlebih dahulu, hingga di waktu yang tepat kita bisa pulang “ ucap Adi.


“ Baik akan aku coba melupakan kejadian kejadian yang telah menimpaku “ ucap Ali.


“ Semoga kamu bisa melupakan semua kejadian ini “ ucap Adi.


“ Sudah mari kita makan dulu, kalian pasti sudah lapar bukan “ ucap tuan puteri.


Mereka mulai memakan sajian yang telah disiapkan oleh istana, dan mereka pula menyantap semua makanan yang ada, baru beberapa suapa, tiba tiba muka Ali bersemangat, seolah olah sudah melupakan kejadian yang menimpanya itu.


“ Nah gitu dong, semangat jangan seperti tadi “ ucap Adi.


“ Memangnya tadi gimana, kan memang seperti ini dari tadi “ jawab Ali.


“ Sudah tak usah berantem, makanan ini memang untuk melupakan kejadian yang buruk, makanya sesampainya kita di sini langsung di persilahkan untuk makan “ ucap tuan puteri.


Mendengar ucapan dari tuan puteri, merekan kembali menikmati makanan yang telah disajikan dari istana, dengan lahap memakan, sampai habis tak tersisa, padahal makananan itu bisa di buat makan mereka selama tiga bulan.


“ Habis sudah makanan ini, padahal masih pengen makan “ Ucap Ali.


“ Loe ya, kalo di kasih jangan seperti itu, masih baik di berikan maknan sebanyak ini, masih saja mengeluh dan minta tambah “ ucap Adi kepada Ali.


“ Biarin saja, lagian makanannya enak, kalo bisa di bungkus mending aku bungkus saja, kalo perlu aku bawa pulang tukang masaknya” jawab Ali becanda seperti biasanya.


Seketika dalam ruangan itu penuh dengan candaan, dan tertawa terbahak bahak.


“ Sudah kenyang “


Suara tiba tiba terdengar oleh mereka, suara itu berasal dari pintu masuk, dan ternyata adalah Ratu dari kerajaan langit.

__ADS_1


“ Belum “ jawab Ali masih cengengesan.


“ hust, kalian tidak tahu siapa dia “ ucap tuan puteri.


“ Tak tahu dan tak perduli yang penting aku bisa makan “ jawab Ali.


“ Beliau ini Ratu di kerajaan ini, beliau yang telah menyelamatkan kita dan memberikan makanan ini kepada kita” ucap tuan puteri.


“ Maafkan sikapku tadi baginda, aku hanya bercanda “ ucap Ali menyesali perkataannya tadi.


“Sudah lupakan saja, aku tahu kalian suka bercanda, mari ikut denganku” ucap Ratu kepada mereka.


“Mau kemana kita” Tanya Adi kepada Ratu.


“Kita akan ke tempat peristirahatan, yang mana kalian akan beristirahat disana mala mini” ucap Ratu.


Ratu mengantarkan mereka ke tempat istirahat, di kamar yang megah, mewah, luas dan banyaknya pernak pernik dari emas, membuat mereka (Ali dan Adi) melongo dan dalam hati mereka berkata serta berharap bisa memiliki kamar seperti ini.


“Sungguh mewah kamarnya, aku betah rasanya tinggal di sini selamanya” ucap Adi.


“Ingat, kita harus pulang, kamu masih punya rumah, masih punya orangtua dan kita harus pulang dengan segera” jawab Ali.


“Kenapa begitucepat pulang ke rumah tuan puteri, padahal kami masih ingin tinggal disini” ucap Ali.


“Kalian akan mendapatkan jawabannya setelah sampai di rumah, dan tenang saja, kalian masih bisa kemari” ucap tuan puteri.


“Bagaimana caranya kami bisa kemari, sedangkan untuk menuju kesini harus menggunakan kuda istana” ucap Adi.


“Tak usah begitu khawatir, aku akan selalu ada di dekat kalian, dan kalian bisa memintaku untuk menantarkan kemari” ucap tuan puteri.


“Setelah makan malam kita istirahat terlebih dahulu lalu tidur,besok kita harus pulang” lanjut tuan puteri.


“Baiklah tuan puteri, tapi kamu ikut bersamaku pulang kan” Tanya Adi kepada tuan puteri.


“Tidak, belum saatnya aku ikut bersamamu pulang, nanti ada saatnya aku akan ikut pulang denganmu Adi” ucap tuan puteri.


“Kapan, apakah kamu akan menepati omonganmu itu” Tanya Adi kepada tuan puteri.


“Nanti ada waktunya aku ikut denganmu, sekarang kita istirahat sebentar dan lepas itu kita makan malam” ucap tuan puteri.

__ADS_1


“Baiklah kalau seperti itu, mari kita istirahat dulu, badanku juga sudah lemas, sudah capek juga” ucap Ali.


“Nanti makan malam aku dibangunin ya, kalo kamu sudah bangun” pinta Adi kepada Ali.


“Santai saja kana da tuan puteri” canda Ali.


“Tenang saja, nanti aku bangunin jika sudah saatnya makan malam” jawab tuan puteri.


“Woahhh, sudah mengantuk sekali ini, mata rasanya ingin segera tidur” ucap Adi.


“Sama, ayolah kita istirahat dulu, setelah ini kita makan malam terus lanjut istirahat kembali” ucap Ali.


Mereka tak lama berkata seperti istu langsung terbaring di kasur masing masing, dan telelap tidur dengan nyenyak, sementara tuan puteri yang saat itu masih belum tertidur, memanggil seorang pengawal untuk menjaga mereka, dan tuan puteri pergi ke luar untuk menyanyakan apa yang harus dilakukannya besok kepada sang Ratu.


“Pengawal, kemarilah, silahkan jaga mereka, jangan sampai mereka terbangun dan jangan sampai terjadi apapun kepada mereka” ucap tuan puteri kepada pengawal.


“Baik tuan puteri, perintah dilaksanakan” jawab pengawal.


Tuan puteri keluar dan bertemu dengan Ratu, sesampainya di ruang Kerajaan, Ratu dan tuan puteri duduk berhadapan di meja mewah.


“Apa yang akan kamu tanyakan kepadaku” Tanya Ratu kepada tuan puteri.


“Aku akan menanyakan apa yang harus kita lakukan besok” ucap tuan puteri.


“Kamu hanya mengantar mereka, 7 hari setelah itu, kamu baru ikut bersama mereka ke rumah Adi biar kalian bisa bersama untuk selamanya’ jawab sang Ratu.


“Bagaimana mungkin, kita hidup di dunia yang berbeda Ratu” ungkap tuan puteri.


“Meskipun kalian hidup di dunia yang berbeda, akan tetapi tetap bisa bersama, antara kamu yang akan menjadi manusia atau Adi yang akan ikut denganmu di dunia yang berbeda” ucap sang Ratu.


“Kalau seperti itu, nnti aku tanyakan kembali kepada Adi, apakah ia mau ikut bersamaku atau aku yang harus mengalah untuk ikut hidup di dunianya” ucap tuan puteri.


“Silahan kembali ke kamarmu, bangunkan mereka untuk siap siap makan malam” perintah Ratu.


“Baik Ratu, aku ijin undur diri” jawab tuan puteri.


Tuan puteri berjalan menuju kamar, dan membangunkan mereka yang sedang tertidur pulas, mereka sebelum dibangunkan ternyata sudah terbangun karena sudah merasa lapar.


“Mari kita makan malam terlebih dahulu, terus kalian bisa lanjut tidur kalian” ucap tuan puteri.

__ADS_1


Mereka bersamaan berjalan menuju ruang makan yang amat sangat megah, dengan semua makanan apapun itu tersedia di sana, dengan lahap mereka menyantap makanan itu sampai habis.


__ADS_2