Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Kucing Kawin


__ADS_3

Saat ini mereka berjalan sambil meregangkan otot otot mereka. Tampak senang hari itu, bagaimana mungkin tidak?, Perut sudah kenyang bahkan hati gembira karena Harimau kemarin bisa mereka atasi. Memang bukan hanya Harimau hewan yang ada di hutan ini, masih banyak lagi hewan buas, Adi sudah bisa mengatasinya berkat membaca buku buku tentang hal itu.


"Naaaaa naaaaa naaaa" suara nyanyian dari mulut Adi.


"Nyanyi apaan kau ini?, Ga jelas sekali nyanyianmu itu" sanggah Ali yang kesakitan mendengar nyanyiannya.


"Aku pernah lomba lo ya, jangan remehkan aku"


"Lomba apaan emangnya, nyanyi saja klseperti itu, membuat gendang telinga hampir pecah" ucap Ali.


"Kau tak tahu aku pernah ikut lomba?" Tanya Adi.


"Mana saya tahu, emang gue bapak loe" jawab Ali.


"Katanya sahabat sejati kok ga pernah tau jika aku ikut lomba"


"Lomba apaan emangnya, dengar kamu nyanyi saja baru kali ini" gemam Ali.


"Ini saja nyanyiannya ga jelas, nadanya ga sesuai" lanjutnya.


"Aku kan bulan lalu ikut lomba"


"Lomba dimana? Emangnya lomba apaan? Menyanyi?" Tanya Ali beruntun.


"Lomba makan kerupuk saat 17 Agustus kemarin, kan kamu juga ikut, masak ga tau itu" jawab Adi cengengesan.


"Yaelah aku kira audisi kayak di tipi tipi itu"


"Mana mungkin aku ikut seperti itu"


Tertawa mereka bersama mendengar lelucon itu. Sambil berjalan pelan dan menikmati sisa hari itu, mereka terkejut melihat hewan dari kejauhan, tampak kecil, namun berbentuk aneh.


"Li, coba lihat kesana, itu apaan ya, penasaran aku, kok baru tahu ada hewan seperti itu" tanya Adi kepada Ali.


"Aku juga tak tahu Di, coba kita dekati"


Mereka mendekati hewan aneh itu, posisi mereka saat itu jauh dari hewan itu, pelan pelan mereka mendekat dan berhati hati, siapa tahu itu hewan mematikan.


Setelah dekat, mereka kembali terkejut terheran heran, sambil tertawa terbahak bahak. Hewan apa sebenarnya ini, aneh sekali tingkahnya.


"Apaan itu, lucu sekali kelakuannya" ucap Adi terheran.


"Mana saya tahu" jawab Ali sambil mengangkat bahunya naik turun


"Baru kali ini aku melihat kejadian ini" ucap Adi.


"Akupun demikian Di"


"Aku foto dulu saja kalau begitu, biar jadi kenangan dikemudian hari" Adi berkata sambil mengeluarkan handphone yang ia bawa.


"Nanti kirim ke nomerku ya, lewat WhatsApp" pinta Ali kepada Adi.

__ADS_1


"Gampang itu, bisa diatur nanti"


Setelah mengeluarkan handphone yang dibawa oleh Adi, segeralah membuka aplikasi kamera dan memotret hewan itu. Masih keadaan belum mengetahui hewan apa sebenarnya yang mereka lihat.


"Apaan sih itu, aku kok tidak tahu ya, padahal hampir semua hewan aku mengetahui dari buku yang aku baca" ucap Adi kebingungan.


"Sudahlah ayo kita dekati lagi jika masih penasaran" jawab Ali.


Mendekatlah mereka untuk memastikan hewan yang dilihatnya itu. Sampainya di hadapan mereka, terkejutlah sambil tertawa terbahak bahak. Kine mereka terheran heran karena hewan itu adalah kucing yang sedang kawin. Aneh, pemandangan seperti ini sangat langka bagi mereka.


...************************************...


Mendung datang menghampiri mereka, segeralah mereka untuk mencari tempat berteduh, atau mencari tempat yang luas agar bisa digunakan untuk mendirikan tenda.


"Malas sekali, tadi panas kenapa sekarang malah mendung seperti ini" ucap Ali.


"Sabar, kita tidak boleh seperti itu, ini adalah karunia Tuhan" jawab Adi.


"Ayo kita cari tempat berteduh atau tempat yang bisa kita gunakan untuk mendirikan tenda, sekalian bermalam disana" gemam Ali.


"Emangnya akan hujan? Buru buru amat" tanya Adi.


"Ini hujan, bentar lagi, awannya sungguh sudah menghitam" jawab Ali.


"Kita taruhan saja, yang kalah masak buat makan malam nanti, gimana, setuju tidak?" Ajakan Adi kepada Ali.


"Oke siapa takut, aku yang akan menang" percaya diri begitu besar dari Ali.


"Setuju kalau seperti itu, tidak sampai setengah jam pasti hujan akan turun" ucap Ali.


"Jangan kePeDe an dulu kau, ini hujannya malam buka sore ini" tegas Adi.


"Sok tau juga lu ya ternyata" balas Ali.


"Kita buktikan saja nanti, siap siap memasak ya Li" kata Adi.


"Tak akan mungkin lah, kamu yang seharusnya memasak nanti, karena hujan pasti turun sore ini" Ucap Ali.


Ali sangat percaya bahwa hujan akan turun sore ini, karena awan memang sudah menghitam dan angin juga sudah menghembus kencang seperti tanda akan datangnya hujan.


...************************...


Mereka berjalan lagi guna mencari tempat untuk berteduh atau tempat yang bisa mereka dirikan tenda, sekalian bermalam di tempat itu.


"Sepertinya dibawah pohon itu cocok untuk kita mendirikan tenda" ucap Adi sambil menunjukkan jarinya ke arah pohon besar.


"Seperti kemarin rasanya, dekat pohon besar, namun kali ini pohonnya bukan beringin" ucap Ali.


"Ya, benar sekali, mari kesana, kita cek terlebih dahulu, aman atau tidak kita mendirikan tenda di sana" pinta Adi.


Dengan bergegas, Ali lari menuju ke arah yang dijunjuk oleh Adi. Melihat sekitar dan memeriksa kondisi di sana, siapa tahu ada ular atau pohon yang akan tumbang.

__ADS_1


"Aman, ayo kita dirikan tenda di sini" ucap adi dari bawah pohon tadi melihat ali yang sedang berjalan pelan menuju arahnya.


"Sabar, aku sedang menuju kesana" jawab Adi.


Sambil menunggu Adi sampai, Ali membersihkan tempat itu, karena lama tak ada yang mendatangi hutan ini, sehingga banyak dedaunan kering berada di bawah pohon, tebalnya sudah seperti kasur, empuk jika dibuat tidur.


"Tebal sekali ini tumpukan daunnya" ucap Ali.


"Adi, cepat bantu aku membersihkan daun ini" ucapnya kepada Adi.


"Iya sabar, tak usah teriak aku sudah mendengarnya" jawab Adi.


"Oke" jawaban Ali tak melihat Adi dan fokus dengan dedaunan yang menumpuk tebal itu.


"Gila ini daun tebal amat tumpukannya" Adi kaget melihat tumpukan daun disana.


"Makanya aku suruh cepat buat bantu beresin ini"


Membersihkan hutan, yah seperti tukang kebun saja mereka, bahkan bisa dikatakan seperti orang yang sedang mencari harta karun. Bersamaan membersihkan tempat itu, akhirnya selesai dalam waktu kurang lebihnya setengah jam, dikarenakan tumpukan daunnya yang amat tebal itu.


"Capek juga ternyata jadi tukang kebon" ujar Adi.


"Makanya jangan menyuruh pak sopir ini itu, dia pasti lelah bekerja seharian penuh" jawab Ali.


"Sudahlah jangan berdebat dulu, ini sudah jam setengah enam, kita dirikan tenda dulu biar tidak kemalaman" ujar Adi.


"Semoga hujan datang sebelum jam 6 petang ini" pinta Ali sambil melihat ke atas.


"Terserah saja lah, penting kita sudah di dalam tenda" jawab Adi.


Mereka membongkar tas bawaannya dan mendirikan tenda, mendirikan tenda selesai pukul 6.00 tepat, bukannya turun hujan, malah awan yang tadinya hitam menjadi putih. Adi yang melihat ke atas, tertawa sambil menepuk pundak Ali berkali kali.


"Wakakakakaka" tawa Adi.


"Tidak masalah aku kalah kali ini, kedepan pasti aku bisa mengalahkanmu" jawab Ali.


"Buru kita solat, lepas itu masak buat makan malam" pinta Adi.


"Masaknya bareng bareng kan ya" ujar Ali.


"Enak saja, kamu yang kalah kok aku ikut masak"


"Tidak masalah kan membantu sesama"


"Pokoknya tidak mau membantu, aku hanya menikmati malam ini kau yang memasak untukku"


"Yasudah memang nasib"


Keluar mereka dari tenda segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat berjamaah, kini Adi yang menjadi imamnya.


...*************************************...

__ADS_1


__ADS_2