Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Menghibur sahabat


__ADS_3

.


.


“Anak kedua dari keluarga Setiawan, yaitu Jeffrey setiawan, mereka keluarga terpandang juga, senior di tempat universitas Lily, mereka jadi dekat sudah sekitar lima bulan ini. Bahkan, baru saja tiga hari lalu, Lily ketahuan olehku, lalu dia meminta putus dengan entengnya. Aku sudah berusaha mengusir Lily dari rumah, tapi mama membela lily, mama ku bilang, lily selingkuh karena aku mengajarinya, aku – aku sangat terpukul, terutama karena itu benar juga. Aku selama bersama lily bermain-main dengan perempuan lain dibelakang, itu salahku memang... Tapi bukan berarti aku tidak merasa sakit hati kan?”


Airi memijit kepalanya, dia merasa pusing dengan kisah cinta fano, sepupunya.


Airi itu anak dari adik perempuan ayahnya fano.


“jadi, kamu sudah putus dengan lily? Kenapa tidak ada yang tahu?”


“hanya aku, ruka, dan mama yang tahu... Juga lily sendiri. Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja, saat ini aku hanya memikirkan kak dexter saja, aku khawatir dengan kak dexter, ayah dari bayi ini... Bagaimana jika jason tidak memiliki sosok ayah?”


“jika kemungkinan terburuk terjadi, apa kau tidak mau menjadi sosok ayah baginya?” Tanya airi.


Fano menatap jason yang mulai mengantuk, menyandarkan kepala mungilnya di dada fano.


“jika angel mengijinkan... Aku mau saja.”


“yakin?”


Fano mengangguk, “hmm, mungkin.”


“kau tidak terdengar menyakinkan!”


“masalahnya, tidak ada sedikitpun angel memberikan hatinya untukku, pasti sulit menakhlukkan hatinya. Dulu saja saat masih bersama jay, dia hanya pura-pura, aslinya sudah mencintai dexter, tidak akan mudah membuat hatinya berpaling. Pasti butuh bertahun-tahun.”


Airi menghela nafas panjang, benar juga... Angel memang mudah dekat dengan seseorang, tapi beda lagi dengan hatinya. Bisa saja angel menyerahkan tubuhnya, tapi sebenarnya hatinya telah terkunci.


“tapi jika kau benar-benar menyayanginya, kamu akan melakukan apapun untuk membuatnya tersenyum kan?” Tanya airi, fano mengagguk pelan, “tentu saja... Aku akan melakukannya.”


Jason kembali merengek, fano menepuk-nepuk bokongnya agar lebih tenang, tapi jason masih saja merengek. Akhirnya fano berdiri kemudian menimangnya. Perlahan-lahan mata jason tertutup, bayi itu telah mengantuk, dia mulai tertidur lelap.


“dia anakmu? Kamu ayah yang bertanggung jawab ya?” Seorang nenek melintas dan tersenyum pada fano.


Fano yang bingung hanya tersenyum saja.


“orang-orang mengira kamu ayah muda, hahaha.”


“diam airi! Nanti jason bangun...”


“iya-iya...”

__ADS_1


Setelah jason terlelap, fano kembali duduk, memperhatikan wajah tampan si bayi. Bayi itu mirip seperti angel dan juga dexter, gabungan dari keduanya.


“aku kembali ya, aku khawatir dengan kak darren, dia sangat sedih... Belum makan siang juga dia” ucap airi.


“ah, lebih baik kita pesankan sandwich atau burger saja, sekalian untuk yang lain, itu pesan disana” fano menunjuk salah satu restoran yang menjual sandwich, burger, ayam goreng dan pizza yang cukup terkenal. Ada di depan rumah sakit.


Airi pun setuju, kemudian bersama fano mereka memesan. Setelah pesanan selesai, airi ganti menggendong jason yang belum terbangun, sementara fano yang membawakan makanannya.


Setelah sampai, mereka membagikan makanan tersebut.


Airi mengembalikan jason pada fano, kemudian menghampiri darren.


“angel, kamu makan dulu ya?” Fano memberikan burger kesukaan angel.


Namun, angel malah menggeleng.


“kak dexter akan sedih jika kamu malah begini, lemas, sedih terus, bahkan tidak mau makan, bagaimana dengan jason yang masih menyusui, kamu mau menelantarkannya?”


Angel mendongak menatap fano, yang entah kenapa sangat perhatian sejak dexter kecelakaan dan masuk rumah sakit.


Angel tersenyum kecil pada fano, “terimakasih, aku akan makan.”


Angel pun menarik kotak burger lalu memakannya perlahan, sambil memperhatikan fano yang sedang menggendong jason yang tertidur.


“terimakasih karena menjaga jason ya?”


“sama-sama, kamu bisa mengandalkanku...”


***


Angel menggenggam tangan Dexter, menatapnya dengan tatapan sendu, namun bibirnya mengulas senyuman tipis.


“Aku tidak akan menahanmu jika memang takdir berkata lain, tapi aku sangat berharap kamu kembali padaku dan bayi kita... kami berdua akan selalu menunggumu, kami sangat merindukanmu.”


Tanpa terasa, air mata Angel mengalir begitu saja membasahi pipinya, lalu jatuh pada tangan yang memegang tangan Dexter.


“Kami merindukanmu... daddy.”


“Angel, kamu harus sarapan dulu, ayo!”


Angel pun berdiri dari duduknya, kemudian menghampiri Laura yang sedang menggendong Jason.


Tanpa Angel sadari, jari telunjuk Dexter empat bergerak saat Angel pergi.

__ADS_1


Hari itu pun Laura masih menemaninya. Jika bukan Laura, ada Darren dan Airi, atau Luna, Jaden dan anak kembarnya, tapi paling sering adalah Fano yang datang.


Angel sampai baru sadar, jika Lily tidak pernah datang lagi, Lily sempat datang, tapi tidak lama.


“Laura, apakah Lily sibuk? Aku tidak melihatnya, padahal Fano sering datang kan?”


Laura tersenyum kecil, senyum yang terlihat canggung dan tidak enak hati, “sebenarnya Angel, Fano dan Lily punya masalah, kami baru tahu kemarin juga sih, ternyata mereka sudah putus, Fano berusaha mengusir Lily dari mansion itu, karena Lily sudah punya kekasih lain, tapi... yah – Fano kan sebenarnya juga sama saja, dia sering menyelingkuhi Lily dengan dekat dengan perempuan lain, jadi...”


“Itu tidak benar, Fano sudah jadi anak baik kok selama ini! Dia terakhir dia main-main kan denganku, setelah itu tidak ada lagi.”


“De-denganmu?”


Angel menutup mulutnya dengan cepat, “ah, tidak seharusnya aku mengatakan hal itu... kamu jangan bercerita pada orang lain ya?”


Laura mengangguk, “baiklah... lagipula hanya kamu juga yang tahu rahasiaku, jadi tidak masalah.”


Angel tersenyum kecil.


Akhirnya Laura tahu jika Angel tahu tentang David dan Devon yang diam-diam mencintai Laura. Intinya, mereka memegang rahasia masing-masing saat ini.


Mereka pun sampai di kantin.


Laura sendiri sudah membawa bekal, jadi mereka tinggal makan saja. di kantin mereka hanya membeli minumannya.


Jason tiba-tiba merengek minta susu, jadi sekalian Angel menyusuinya, tentu saja sambil ditutup kain agar tidak terlihat orang lain.


Laura selesai membuka semua bekal, Angel berdecak kagum dengan bekal itu. Disimpan di kotak bekal yang membuat makanan tetap hangat. Ada nasi, ayam goreng bumbu pedas manis, sayur oseng, udang goreng, telur gulung, dan semuanya terlihat sangat enak.


“Apa ini? Kelihatannya enak, juga ditata rapi banget, lucu deh” ucap Angel, dia senang melihat wortel dan nasinya dibentuk menjadi beruang yang lucu.


Laura tersenyum melihat Angel yang bersemangat melihat makanannya.


Sejak Angel tidak mau makan, ada sosok Fano yang berusaha keras untuk membuat Angel mau makan, salah satunya adalah dengan memberi kejutan disetiap makanan yang disajikan. Kali ini Fano membuat bento lucu bentuk beruang.


“Ini dari Fano lagi... terus, ada puding juga... ini lihat!”


Angel kembali bersorak gembira saat Laura menunjukkan puding lucu bentuk beruang. Andai saja Jason sudah besar paling tidak dua tahunan, pasti suka sekali melihat makanan lucu-lucu begitu.


“Fano... lagi-lagi...”


“Angel, dia khawatir denganmu, itu saja... jangan lupa, Dexter itu juga kakak sepupu Fano, jadi jelas Fano khawatir” ucap Laura.


.

__ADS_1


.


__ADS_2