Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Flashback (2)


__ADS_3

.


.


Kai tahu itu kesalahannya dahulu saat masih muda, dia bermain-main dengan Yue, memanfaatkan Yue yang polos. Dia bermain dibelakang Lisa yang saat itu sudah menjadi kekasihnya.


Masih dia ingat bagaimana ekspresi sakit hati yang Lisa tunjukkan, saat itu Kai merasa menjadi pria paling brengsek sedunia.


***


Kai diam-diam membawa Yue pergi ke tempat yang sepi, yaitu sebuah kamar khusus yang biasa disediakan untuk produser atau staff yang lembur bekerja. Namun kamar yang Kai masuki biasanya untuk artisnya, jadi kamar itu sangat bagus, dengan ranjang ukuran king size, satu kulkas berisi camilan dan minuman, sofa, dan juga televisi besar.


“Kenapa kakak mengajakku kemari?” tanya Yue.


Kai tidak menjawab, dia hanya menarik pinggang Yue mendekat padanya, meraih tengkuknya dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang lembut.


Yue yang mudah terlena pun hanya pasrah dan mengikuti permainan Kai, meski sebenarnya dia juga memiliki rasa takut, karena masih ada di gedung kantor, takut ada yang tiba-tiba masuk dan melihat mereka.


Kai bergerak untuk membawa Yue berbaring di atas ranjang, setelah itu dia melepas ciumannya. Wajah Yue memerah setelah melihat Kai berada diatas tubuhnya, menatapnya sambil tersenyum manis.


Jari telunjuk Kai bergerak membelai pipi Yue, kemudian mengusap bibir Yue yang merah alami. Kai pikir Yue memakai lip tint atau apa, ternyata itu warna asli bibirnya, Yue hanya mengenakan lip balm saja untuk menjaga agar bibirnya tetap lembab.


Kai kembali menyambar bibir merah itu, ********** dengan rakus dan penuh nafsu, tangan Kai bergerak untuk menjamah tubuh Yue, terutama dadanya.


Sebenarnya Yue agak panik karena pahanya merasakan milik Kai terbangun di dalam celana yang dia kenakan. Dia takut sekaligus senang dan juga berdebar-debar, karena kemungkinan Kai sedang mengajaknya untuk bercinta.


“Mmhhh kak –” Yue mengigit bibir bawahnya saat Kai melepas celana pendek serta ****** ***** yang dia kenakan.


Kai kembali menatap Yue, lalu menyeringai, “jangan takut, ini hanya sebentar, tidak akan ada yang melihat kita” bisik Kai.


Sebenarnya, Kai juga tidak tau kenapa dia siang ini begitu bernasfu setelah melihat Yue rekaman, apalagi tatapan beberapa staff dan produser pria pada Yue yang saat itu memakai atasan kaos lengan panjang ketat warna putih dengan celana pendek warna hitam, membuat Kai marah dan – mungkin cemburu? Entahlah, yang pasti Kai sangat emosi.


Melihat pria lain menatap Yue dengan tatapan mesum membuatnya sangat emosi hingga ingin menghancurkan seisi gedung. Kai tau pekerjaan Yue sebagai idol menuntutnya untuk tersenyum dan baik pada orang lain, lalu stylish yang mengatur pakaiannya juga selalu memberikan pakaian yang ketat, terutama untuk Yue yang memiliki dada besar.


Kai sendiri sebagai laki-laki normal sangat bernafsu dengan Yue, pasti laki-laki juga. Ingin melarang Yue memakai pakaian itu tapi sudah terlanjur. Memang jika acaranya ada didepan kamera pakaian akan diberikan oleh stylishnya. Acara rekaman itu juga akan ditayangkan di chanel yutup grup mereka.


“Kenapa? Yue malu?” tanya Kai.

__ADS_1


Yue mengangguk pelan, membuat Kai menjadi gemas sekaligus makin bernfsu. Kai pun melebarkan kaki Yue, menenggelamkan kepalanya disana. membuat Yue menggelinjang saat Kai menciumi dan membelai milik Yue dengan lidahnya. Membuat Yue melambung tinggi hingga ke awan.


Yue menyukainya, setiap sentuhan yang Kai berikan padanya, dan juga saat milik Kai memenuhi dirinya, menghentakkan tubuhnya dengan kuat, membuat dirinya terus mendessahkan nama Kai berulang kali.


Iya, sangat menyenangkan, sangat nikmat, membuatnya tidak ingin melepaskan Kai.


Namun ditengah-tengah kenikmatan yang Kai berikan padanya, tiba-tiba saja dia teringat dengan Lisa, Lisa juga sedang berada di gedung yang sama, mengerjakan beberapa hal yang penting. Yue merasa bersalah karena dia telah merebut kekasih Lisa, dan kini mendsah di bawah kungkungan kekasih Lisa.


Apakah ini adil untuk Lisa?


Jika Yue boleh egois, dia ingin memiliki Kai untuknya sendiri, tapi dia juga tau, Kai mencintai Lisa sepenuh hati.


“Sayang, kenapa tiba-tiba menangis?” tanya Kai, dia berhenti menggerakkan pinggulnya saat melihat Yue mengeluarkan air mata.


Yue menggeleng pelan, “aku hanya merasa tidak enak hati dengan kak Lisa, kak Lisa juga ada di gedung ini, aku –” Yue tidak dapat meneruskan ucapannya saat tiba-tiba Kai menyambar bibirnya, melmatnya pelan, menyesapnya dan menggigit kecil.


“Sudahlah, jangan pikirkan Lisa dulu, nanti saja pikirkan lagi” ucap Kai, dia juga tidak tau kenapa mengucapkan hal itu, dia tidak tau jika yang sedang mereka bicarakan diam-diam masuk dan melihat apa yang mereka lakukan.


Iya, Lisa melihat mereka, namun keduanya hanya belum sadar saja.


Jujur saja, hati Lisa sakit melihat dan mendengar semua itu.


“Yue, kamu nikmat sekali, sayang!”


“Kak, aku – aaahh pelan-pelan! Hhh aahh!”


Hati Lisa pedih melihat dan mendengar semuanya, haruskah dia yang mengalah? Namun dia sudah susah payah untuk mendapatkan Kai untuk dirinya sendiri. Kai bilang dia tidak sengaja meniduri Yue, karena mabuklah apalah itu, tapi lihat saja dirinya itu ... Kai malah dengan sadar menytubuhi Yue lagi dan itu masih didalam gedung yang sama dengan gedung tempat Lisa berada.


“Hentikan ... HENTIKAN!!”


Saat itu Kai merasa sangat bersalah, sekaligus kecewa. Kecewa dengan dirinya sendiri, dan juga kecewa dengan keadaan. Entah apa dia bisa menyalahkan Lisa karena dia belum bisa menerima dia dan Yue, ataukah dia harus menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu terbawa nafsu.


Sepertinya, Kai harus menyalahkan diri sendiri.


Kai pikir Lisa akan sangat marah, kecewa dengannya, atau minta putus. Tapi nyatanya Lisa malah menyalahkan Yue, bukankah itu tidak benar? Kai harus bilang berapa kali jika dia disini yang salah. Kenapa Lisa terus menyalahkan Yue atas semuanya? Kenapa? Apa Kai sepantas itu untuk diperjuangkan?


Kai adalah pihak yang salah disini, harusnya Lisa menyalahkannya, menuntutnya atau apa, tapi Lisa tidak melakukannya.

__ADS_1


Yang Lisa lakukan adalah memarahi Yue, mengatakan hal-hal yang menyakitkan seperti Yue sengaja menggoda Kai, membuat Kai melupakan Lisa. Mereka terus bertengkar hingga Yue yang tidak tahan memakai kembali celananya, lalu pergi dan menangis.


Kai ingin berbicara dengan Lisa, namun Lisa malah mendorongnya lalu mengejar Yue.


Yue berlari hingga sampai di atap gedung, dia pikir Lisa tidak akan mengejarnya dan mau berbicara dengan Kai saja. Yue hanya ingin mencari ketenangan untuk menenangkan dirinya sendiri.


Akan tetapi dia salah, Lisa justru mengejarnya alih-alih berbicara berdua dengan Kai.


“Aku belum selesai berbicara denganmu!” teriak Lisa.


“Apa lagi yang harus dibicarakan? Kakak bilang ingin menerimaku, tapi sekarang malah menyalahkanku? Apakah aku salah jika mencintai –”


“Salah! Tentu saja salah, karena Kai itu milikku! Seharusnya kau mengerti dan pergi dari kehidupan kami bukan?”


Mendengar itu tangisan Yue kembali deras, tiba-tiba Kei dan Abel datang, Kei langsung bergerak untuk menghampiri dan memeluk Yue. Akan tetapi, Lisa langsung menarik Kei disisinya.


“Berhenti membela dia, Kei! dia itu pengganggu dalam hubunganku dengan Kai, kenapa kau malah menenangkannya? Dia sengaja terlihat kasihan di depanmu agar kalian semua iba padanya, iya kan? kau tidak bisa mengelaknya lagi.”


Hati Yue hancur mendengarnya, dia tidak menyangka Lisa akan berkata seperti itu, dia pikir Lisa akan mengerti dengan dirinya karena mereka sama-sama perempuan. Yue pikir, Lisa akan mengerti seperti kata Keira.


Tapi Lisa tidak mau mengerti.


Padahal disini Yue adalah korban, harusnya seperti itu, karena Kai yang datang padanya, bukan sebaliknya.


Tapi ... kenapa jadi dia yang salah dan terus mendapat tuduhan?


“Apa kak Lisa senang jika aku pergi?” tanya Yue.


“Iya! Aku sangat senang jika kau tau diri dan pergi dari kehidupan kami” sahut Lisa.


Mendengar itu, Yue pun berjalan untuk pergi, namun bukan menuju pintu keluar, tapi menuju pembatas atap.


“YUE KAU MAU APA?” teriak Abel, dia sangat panik melihat Yue ingin memanjat pembatas atap gedung.


“Kalian semua senang jika aku pergi kan? Hera, kak Lisa, kalian semua senang jika aku tidak ada kan? kalau begitu, biarkan aku pergi....”


.

__ADS_1


.


__ADS_2