Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Anak atau bukan?


__ADS_3

.


.


“Aku mau itu juga!” teriak Laura dengan bersemangat, sambil menunggu masakan datang, dia dan Angel jajan apa saja yang dijual disekitar sana. Saat itu mereka membeli ice cream yang memiliki berbagai rasa.


Angel sudah mendapatkan rasa keju dan coklat, sementara Laura memilih rasa matcha dan juga nanas.


Akhirnya mereka mendapatkan ice cream mereka, jadi mereka kambali lagi ke tempat David, Devon dan Fano memasak.


“Masakan sudah hampir jadi, kenapa kalian malah makan ice cream?” protes Fano.


“Tenang aja Fano, perutku masih muat banyak makanan!” sahut Laura yakin.


“Karena janinmu juga perlu makan... tapi bukan berarti kamu bisa makan sembarangan gitu, simpan dulu ice creamnya, kita makan dulu, okay?” ucap Devon, dia mengambil ice cream dari tangan Laura, sementara Fano juga mengambil ice cream Angel, lalu meletakkan di freezer.


Laura mencebikkan bibirnya kesal, dia pun duduk sambil mengomel dalam hati. Namun, rasa kesalnya kini menguap segera setelah David menghidangkan semua makanan di atas meja besar.


Mata Laura dan Angel berbinar-binar melihat semua makanan enak itu.


“Selamat malam...”


Mereka semua menoleh pada pria asing yang tiba-tiba datang, dia terlihat cukup tua dan tampan, dia juga masih terlihat gagah seperti pria dengan banyak uang.


“Ada yang bisa kami bantu?” tanya Devon yang baru meletakkan ice cream Laura di freezer.


Mereka makan malam di luar ruangan, jadi Devon dan Fano harus ke dalam ruangan untuk meletakkan ice cream dalam freezer.


Pria itu tersenyum, menatap mereka satu-satu. Mereka merasa aneh, tapi juga penasaran dengan pria tersebut.


“Kalian Devon dan David bukan? Putra kembar dari Lisa Kang?” tanya pria tersebut.


“Bagaimana anda bisa mengenal ibu kami?” tanya David.


“Karena saya adalah ayah kandung kalian” ucap pria tersebut.


David dan Devon saling pandang bingung.


“Apa maksud anda?” tanya Devon.


“Saya adalah mantan kekasih Lisa Kang, bisa dibilang selingkuhan, dan saya yakin kalian berdua adalah putraku, bukan putra dari Kaisar Verdinand” ucap pria itu.


“Anak-anak, makan malam sudah selesai?” Kaisar tiba-tiba datang, tidak mengetahui suasana sedang tegang.


Kemudian Kaisar menatap pria itu, dahinya mengernyit berusaha mengingat siapa pria bule yang sedang berdiri di hadapannya tersebut.


Pria itu maju dua langkah hingga berada tepat di depan Kaisar, lalu dia mengulurkan tangannya pada Kaisar.

__ADS_1


Meski belum mengingat siapa pria tersebut, Kaisar menerima jabat tangannya.


“Kamu masih mengingatku, Kaisar? Ini aku, Luke Henrich” ucap pria itu.


Sekarang Kaisar mengingatnya, dia pria bule yang sering memproduseri beberapa lagu-lagu terkenal. Lisa dulu pernah membawakan lagu ciptaan Luke Henrich dan menjadi booming, hingga saat ini, lagu itu masih sering di cover.


Luke Henrich juga memiliki agensi besar yang menaungi beberapa artis Amerika dan canada yang terkenal dan sukses. Intinya, dia memiliki banyak uang.


“Papa, dia bilang, dia ayah kami” ucap David.


Kaisar menoleh pada David dengan cepat, “apa maksudmu?”


Luke terkekeh mendengarnya, “haha, itu benar, Kaisar, aku adalah selingkuhan Lisa yang kau cari-cari, dan aku yakin David dan Devon adalah putraku, karena kedua nama itu bahkan adalah saran dariku.”


Kaisar meraih kerah kemeja Luke, menatapnya dengan tatapan penuh amarah.


Dulu Luke terlihat baik, dia banyak tersenyum, sangat ramah, tapi Kaisar tidak pernah menyukainya. Bahkan saudari kembar Kaisar, Keira, atau mama nya Fano, sering mengatakan jika Luke itu brengsek. Karena Kaisar tidak merasa ada hubungan dengan Luke, jadi dia tidak terlalu peduli, namun sekarang semuanya sudah berbeda.


Kaisar sangat bodoh.


Jika dia bisa selingkuh dari Lisa yang begitu dia cintai dengan Yue, maka kenapa Lisa tidak bisa selungkuh darinya dengan Luke?


Sekarang, semuanya jadi masuk akal.


Laura berdiri dari duduknya, kemudian menghampiri Kaisar, menarik Kaisar dari Luke. Untungnya Kaisar menjadi jinak kembali setelah didatangi Laura, dia yang awalnya ingin menghajar Luke, sekarang sudah lebih tenang.


Luke menggeleng, “tidak, aku sangat serius... tapi kami melakukan semua itu dengan alami, tidak ada yang menggoda duluan, lalu, Lisa mulai berpikir mungkin kamu mandul, tidak bisa memiliki anak.”


“Aku baik-baik saja, buktinya istriku sedang hamil sekarang!” teriak Kaisar.


Laura tersentak mendengarnya, dia mulai khawatir.


Bagaimana jika sebenarnya dia bukan hamil anak Kaisar tapi anak David atau Devon? Padahal Kaisar sudah berharap lebih padanya.


“Lihat wajah pucat dan khawatir istri mudamu itu, bagaimana jika itu bukan anakmu, tapi anak pria lain?”


BUGH!


Kaisar kembali kalap dan memukul pria tersebut.


“Jangan bicara sembarangan!”


Luke menghapus sedikit darah dari sudut bibirnya yang keluar dari pukulan keras Kaisar lalu menyeringai, “kenapa tidak periksa saja? mungkin anak kembar yang kau banggakan itu bukanlah anakmu!”


Malam itu, suasana berubah menjadi kelabu.


David dan Devon terdiam mati kutu. Mereka menyayangi Kaisar dan mulai menyesal karena bermain-main dengan perempuan yang Kaisar cintai, mereka sudah mengkhianati Kaisar yang selama ini menjadi sosok ayah yang baik bagi mereka. Mereka merasa sangat brengsek saat itu.

__ADS_1


Apalagi jika nanti terbukti Laura hamil anak salah satu dari mereka, pasti Kaisar sangat hancur.


Malam itu, mereka makan malam setelah Luke pergi, namun tidak ada suasana menyenangkan sama sekali, yang ada hanya keheningan san suara makan saja.


Aura hitam mengerikan dapat mereka rasakan dari Kaisar.


“Besok kita kembali ke New York, kemudian tes DNA secepatnya, aku tidak mempercayai omongan pria brengsek itu, apapun yang terjadi, Devon dan David akan tetap menjadi putraku, aku sangat menyayangi kalian berdua.”


***


BUGH!


David meninju bantal tidurnya, dia kesal, pada diri sendiri.


“Luke itu brengsek, aku tidak mau jadi anaknya!” gumam Devon, yang duduk di pojok ranjangnya.


“Kau pikir aku mau jadi anaknya? Papa kita jauh lebih baik!” sahut David.


“Tapi kita sudah mengkhianati papa!” ucap Devon.


“Kalau begitu, kita akhiri sampai disini saja, Devon, jangan bermain dengan Laura lagi, kembalilah pada Wonhi.”


“Dia juga mengkhianatiku, dia ada hubungan dengan bocah SMA.”


“Apa bedanya denganmu? Kau juga begitu, jangan merasa menjadi korban padahal kau juga pelaku!”


Devon menghela nafas berat, dia sangat mencintai Laura... tapi setelah kejadian tadi saat sebelum makan malam dimulai, dia jadi berpikir.


Bagaimana jika yang berada dalam kandungan Laura itu memang anaknya? Apa yang akan dia katakan pada Kaisar? Devon tidak mau menjadi anak orang lain selain Kaisar. Dia berharap pria gila bernama Luke itu bukanlah ayah kandungnya.


Kenapa pula dulu ibunya sampai selingkuh dengan pria tersebut, bahkan sampai mengandung anaknya? Tidak mungkin Kaisar mandul seperti ucapan Luke bukan?


Ketakutan itu terasa nyata.


Ternyata, Devon menyayangi papanya, dia menyesal telah mengkhianati papanya.


“Devon, kita harus minta maaf pada Laura dan berhenti, aku tidak mau menyakiti papa lebih dari sekarang” ucap David.


Devon mengangguk pelan, kemudian dia turun dari ranjangnya.


“Kau mau kemana?” tanya David.


“Membuat minuman atau apa, kepalaku berat rasanya memikirkan masalah ini.”


“Aku ikut!”


.

__ADS_1


.


__ADS_2