Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Mantan selingkuhan Kaisar


__ADS_3

.


.


New York memiliki banyak toko-toko terkenal yang menjual berbagai produk fashion, bisa dbilang surganya belanja. Laura ingin membeli semua yang dia lihat disana, untungnya Kaisar memberikan sebuah kartu yang dapat laura gunakan untuk membeli apa saja, juga uang tunai untuk berjaga-jaga.


Yue mengajak Laura berputar-putar di pusat perbelanjaan.


“Lihat itu Laura, mereka menjual berbagai pakaian cantik untuk ibu hamil!” Yue menunjuk salah satu tempat di toko brand terkenal yang menjual gaun yang cocok untuk ibu hamil, semuanya cantik-cantik.


Laura memilih semua pakaian yang menurut dia bagus, Yue juga membantu memilihkan untuknya. Selain pakaian, mereka juga membeli beberapa perlengkapan lain, seperti sepatu, tas, aksesories, pakain dalam... sampai kemudian Laura melewati toko yang menjual pakaian pria.


“Tante Yue! Aku lihat kesana!” seru Laura yang semangat.


Yue yang tidak suka dipanggil tante melenyapkan senyumannya, dia berdecih kesal, tapi mendatangi Laura juga.


Laura memilih beberapa pakaian pria yang bagus, beberapa setel kemeja, celana, dan dasi.


“Kenapa kau membeli banyak sekali, Laura?” tanya Yue.


“Untuk suamiku, dan juga anak-anaknya...” jawab Laura.


Yue mengangkat satu alisnya, tidak menyangka jika Laura akrab dengan anak kembar Kaisar juga, yang keduanya tidak terlalu menyukai Yue.


“Kau dekat dengan David dan Devon juga?” tanya Yue.


Laura terdiam sejenak, memikirkan bagaimana Devon dan David mungkin bisa membuatnya gila nanti.


“Ya... aku lebih muda dari mereka, tapi sebelumnya kami berteman, jadi ya... kami cukup akrab” ucap Laura.


“Kau beruntung mereka menyukaimu, dua anak itu tidak mudah menerima orang baru, padahal... aku bukan orang baru juga” sahut Yue.


Laura hanya diam dan lanjut memilih dasi.


Setelah selesai dengan belanja, Yue mengajak Laura pergi ke salah satu cafe, yang menjual beberapa dessert yang enak dan minuman yang unik.


“Kali ini aku yang traktir, beli saja apapun yang kamu mau” ucap Laura.


“Sungguh? Aku akan pesan banyak...”


“Jangan khawatir, pesan saja.”


Dengan senang hati Laura memesan beberapa dessert dan minuman, dia ingin mencoba semuanya tapi itu tidak mungkin.


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Yue sendiri hanya memesan tiramsu dan kopi saja, sedangkan Laura memesan banyak makanan dan minuman manis.

__ADS_1


“Kamu bisa menghabiskan semua itu, Laura?” tanya Yue.


Laura mengangguk pelan, “iya, tentu saja!”


“Apa kau tahu Laura, jika aku adalah mantan ayahmu?” tanya Yue.


Laura berhenti memakan cheeseckenya, menatap Yue bingung, “hmm?”


“Kejadiannya saat aku berumur 17 tahunan dan Kak Kai sekitar 20 tahunan... dia mendatangiku yang sedang stress, kemudian meniduriku, keesokan harinya saat dia sadar, dia kembali melakukannya. Saat itu kak Kai dan kak Lisa masih berpacaran sih. Kak Kai tergila-gila denganku, dia sangat menyukai tubuhku yang indah ini...” ucap Yue.


Sungguh, Laura sakit hati mendengarnya, tapi, dia juga tahu cerita itu hanya masa lalu, saat dimana Kaisar baru dewasa. Pasti gejolak hormonnya juga sedang meledak-ledak, tentu akan jauh berbeda dengan sekarang saat Kaisar sudah berumur.


“Kamu jangan melebih-lebihkan cerita...” gumam Laura, Yue pura-pura tidak mendengarnya, dia pun meneruskan ceritanya.


“Saat itu masih menjadi idol di Korea Selatan, kak Kai mendatangiku, diam-diam menarikku ke tempat sepi, lalu melakukan sesuatu denganku... dia tidak mau berhenti, meski aku sudah melarangnya. Padahal kak Lisa sudah sangat cantik, aku tidak mengerti kenapa kak Kai bisa seperti itu.”


“Cukup! Aku tahu tante Yue cantik, mantan suamiku atau apa, tapi – tidak sopan mengatakan hal seperti itu di depanku... aku menghargai masa lalu suamiku, dia juga sama, dan kami berusaha saling mengerti, tolong jangan membuat hubungan kita semakin canggung.”


Yue tersenyum kecil, “begini, Laura... aku hanya baik ingin mengingatkan padamu, jika Kaisar itu sama seperti pria yang lainnya. Harusnya kau mengetahui cerita kak Kai yang mencintai istrinya yang telah meninggal itu, Kak Lisa. Kak Kai secinta itu, tapi masih bisa berselingkuh... dengan aku yang jauh lebih muda. Kemudian coba lihatlah dirimu ini... tapi yah, bukan salahmu juga, kamu sedang hamil, tubuhmu membengkak, apalagi kamu suka makan makanan manis begini... lalu lihat wajahmu, kusam begitu kan? aku takutnya kejadian dulu terulang kembali, tidak sulit bagi kak Kai untuk mencari wanita muda seksi yang seperti apapun yang dia inginkan, iya kan?”


Laura menggenggam sendok dessertnya dengan erat, menahan amarahnya agar jangan sampai memuncak.


Mungkin memang benar Yue mengatakan itu agar Laura berhati-hati, iya, mungkin begitu.


Laura sedang berusaha mengatur emosinya, jangan sampai meledak hanya karena hal sepele. Yue hanya baik mau mengingatkan.


“Tante Yue tenang saja, aku bisa menjaga diriku, lagipula aku yakin suamiku tidak akan berkhianat, ada banyak pria lain yang mengharapkan cintaku, aku yakin suamiku mengerti itu... aku mungkin sekarang jelek begini, gendut, kusam... yang penting aku bahagia, prioritasku saat ini hanya satu, yaitu janinku...”


Laura tersenyum setelah mengatakan itu, lebih tepatnya, senyuman palsu.


Namun, dalam hatinya, Laura masih memikirkan ucapan tersebut. Laura hanya berpura-pura tegar dihadapan Yue, tidak mau terlihat lemah dan mudah terpengaruh.


Laura takut... benar, dia takut.


Dia sangat mencintai Kaisar, tidak ingin Kaisar pergi. Melihat ada mantan selingkuhan Kai yang secantik itu membuat Laura minder. Yue sudah berumur, namun paras dan tubuhnya masih seperti gadis dua puluh tahunan.


Sedangkan Laura yang baru umur berapa saja sudah terlihat tua.


Laura mengerti itu karena kehamilannya, tapi tetap saja itu sangat menganggunya.


“Baguslah jika kamu berpikir seperti itu, Laura... kamu memang perempuan tegar, aku salut padamu, oh iya, tante ke toilet dulu ya, kamu tunggu disini sebentar.”


“Oke...”


Yue pun pergi ke toilet, untuk mencuci tangannya.

__ADS_1


Dia gelisah.


Iya, gelisah... karena Laura terlihat tegar, tidak mudah dipengaruhi.


Yue mungkin serakah, dia menyayangi suaminya Xiaokun, tapi dia juga masih memiliki perasaan pada Kaisar. Beberapa kali Yue berusaha menggoda Kaisar kembali. Dulu pernah berhasil saat Kaisar ditinggal Lisa selama dua minggu karena pekerjaan, saat David dan Devon masih SMP.


Namun, Kaisar hanya menganggapnya sebagai teman tidur, Yue cukup senang, tapi tidak puas. Dia menginginkan tubuh, pikiran dan hati Kaisar untuknya... saat Kaisar menjadi duda karena Lisa meninggal dalam kecelakaan yang Lisa perbuat sendiri, karena kecerobohannya... Yue berharap Kaisar kembali padanya. Yue juga sudah berusaha menggoda Kaisar dengan tubuhnya.


Tapi saat itu Kaisar malah menolak, dia bilang, dia sudah malas berhubungan setelah Lisa meninggal. Yue tidak mempercayai hal itu, dia pikir Kaisar hanya beralasan saja.


Dan ternyata benar, buktinya Kaisar bisa berhubungan dengan Laura.


Yue tidak mengerti bagian mana dari laura yang menarik.


Laura gendut, kusam, pokoknya tidak ada bagusnya.


Pasti kali ini Kaisar bisa dia goda, karena Laura sudah tidak menarik lagi.


Yue menyeringai menatap pantulan dirinya di dalam cermin.


Setelah membenahi penampilannya, Yue pun kembali pada Laura.


“Laura sudah selesai? Ayo kita pulang...”


Laura mengangguk lalu tersenyum kecil, “Ayo, tante!”


Mereka kembali ke apartemen menaiki taxi, Yue mengantar Laura sampai apartemen, karena barang belanjaan Laura juga banyak, jadi Yue membantu membawakan sebagian belanjaan Laura.


“Makasih ya, tante!” ucap Laura dengan senyuman manisnya.


“Sama-sama... jika butuh bantuan, kamu bilang saja sama tante ya?”


“Oke!”


“Masuklah, Laura...”


“Tante gak ikut masuk? Mungkin mau bertemu Devon?”


Yue menggeleng, “tidak perlu, dia tidak menyukaiku kok...”


“Ah, ya sudah, aku masuk ya, tante!”


Senyuman Yue lenyap setelah Laura masuk dan menutup pintu apartemen.


“Dulu Kak Lisa, sekarang Laura... menyebalkan sekali” gumam Yue, dia menatap pintu dengan tatapan benci.

__ADS_1


.


.


__ADS_2