Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Jalan-jalan di Malibu


__ADS_3

.


.


Mood Laura mulai membaik karena Kaisar membawanya ke Malibu, mereka memesan resort terbaik yang memiliki kolam dan pantai dibelakangnya. Semua pemandangan sangat indah, sampai kemudian sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Ternyata Kaisar juga mengundang saudara tirinya, Xiaokun.


Sebenarnya, Laura tidak masalah dengan Xiaokun, tapi menjadi masalah dengan Yue.


Yue kembali lagi pura-pura baik pada Laura, dia mengajak Laura jalan-jalan, tapi untungnya ada Angel yang ikut menemani bersama Jason digendongannya, dengan begitu Yue tidak akan bicara macam-macam.


Ada cukup banyak orang disekitar sana, semuanya bersenang-senang, begitupun dengan Laura, dia sangat suka saat air laut menyentuh kakinya yang telanjang, saat pasir menggelitik kakinya ketika berjalan, dan juga saat angin sepoi-sepoi.


“Laura! Ayo kita jalan-jalan ke tempat lain!” Kaisar mendatangi Laura, dia datang bersama Fano.


“Kita mau jalan-jalan ke Malibu Pier, kalian ikut gak?” tanya Fano, pada Devon dan David yang sedang asyik makan barbeque bersama Xiaokun.


“Gak perlu, kalian pergi aja ajak Laura, biar moodnya balik dan gak cemberut terus” ucap Devon,


“Siapa juga yang cemberut terus!” bantah Laura kesal, tapi mereka malah terkekeh karena Laura sangat menggemaskan saat marah-marah.


“Gak usah marah-marah gitu, makin gemes tau gak” sahut David.


“Diam!” Laura ingin menghampiri mereka untuk memberikan pukulan sayang, tapi Kaisar menahannya, “udah sayang, ayo kita jalan-jalan aja, keburu sore nanti lho” ucap Kaisar.


Laura hanya mengangguk lalu mengikuti Kaisar, sambil menggandeng lengan kaisar dengan manja. Sementara Yue yang duduk disebelah suaminya hanya menatap dengan perasaan dongkol.


“Yue juga mau jalan-jalan?” tanya Xiaokun.


Yue menggeleng, “enggak, aku akan melihat Guan dulu, mungkin dia sudah bangun” ucap Yue, dia pun berdiri lalu kembali ke dalam resort. Memang Yue dan Kun membawa putra mereka, Guan, tapi Guan yang kelelahan tertidur.


Sementara yang ikut jalan-jalan adalah Angel, Jason, Fano, Laura dan Kaisar. Mereka pergi ke pantai Dan Blocker dahulu, berfoto-foto, kemudian pergi lagi ke Coral canyon park.


Coral canyon park sangat indah, ada banyak bunga-bunga kuning dan ungu, Laura dan Angel sangat senang berlarian di sekitar sana, sementara Jason dititipkan pada Kaisar. Bayi itu sangat tenang dan tidak rewel, membuat Kaisar tidak sabar menunggu kelahiran anaknya nanti yang masih ada di perut Laura.


“Jason lucu sekali... wajahnya gabungan Angel dan Dexter ya” ucap Kaisar.


Fano yang tadinya senyum-senyum melihat tingkah Angel dan Laura, kini menoleh pada pamannya tersebut.


“Oh ya? Ku rasa dia lebih mirip kak Dexter sih” sahut Fano. Memang Jason mengingatkan dia pada sepupu sekaligus ayah kandung Jason.

__ADS_1


“Bibirnya mirip Angel tau, tapi memang sekilas mirip Dexter... perusahaan bagaimana? Apa semua baik-baik saja?” tanya Kaisar.


Fano mengangguk, “berkat kerja kerasku, para pemegang saham mempercayakanku sepenuhnya untuk menjadi CEO, sekarang asistenku yang mengurus perusahaan sih, tapi aku masih memantaunya, aku juga akan segera menyelesaikan kuliahku dan fokus dengan perusahaan” ucap Fano.


“Kapan kamu akan menikahi Angel?” tanya Kaisar.


Fano mengedikkan bahunya, “entahlah, mungkin segera, sebelum bersama kak Dexter saja, Angel banyak disukai pria, bagaimana sekarang setelah kak Dexter meninggal, pasti sainganku makin banyak...”


Kaisar terkekeh mendengarnya, “aku juga merasakan hal yang sama dengan Laura, padahal dulu aku tidak yakin karena jarak umur kami yang sangat jauh, tapi – setelah dipikir-pikir lagi, jika aku terus memikirkan itu, Laura bisa direbut siapapun kapanpun, dan aku tidak mau itu terjadi.”


“Kita memiliki banyak persamaan ya, Om?”


“Aku tidak mau disamakan denganmu, Fano...”


“Om Kai nyebelin deh.”


Setelah puas main di Coral canyon park, mereka makan siang dahulu di Malibu seafood fresh fish market and patic cafe. Setelahnya baru mereka lanjut ke Malibu lagoon state beach.


Ada banyak orang disana, karena sudah agak sore, jadi tidak masalah.


Beberapa orang berselancar, tapi mereka hanya melihat-lihat saja, tidak ada keinginan untuk masuk ke dalam air sama sekali. Namun mereka sudah puas hanya dengan melihat-lihat. Kemudian mereka lanjut pergi ke Malibu pier.


“Ada tempat yang ingin Laura kunjungi lagi?” tanya Kaisar.


“Apa ya? Dubai?” sahut Laura.


“Aku juga mau ke Dubai” timpal Angel.


“Kalau begitu lain kali saat liburan ya, jangan dalam waktu dekat, kalau bisa, setelah Laura lahiran saja...” ucap Fano.


“Itu benar, lebih baik setelah laura lahiran saja” sahut Kaisar.


“Okay! Pasti anak kita senang pergi jalan-jalan ke Dubai” ucap Laura.


***


Laura tidak sabar menunggu makan malam yang sedang dimasak oleh David dan Fano, dia duduk melihat mereka memasak bersama Angel, Devon dan Guan. Sedangkan Jason sudah diajak jalan-jalan oleh Xiaokun.


Saat itu, Kaisar masih ada di dalam kamar, dia sedang mandi.


Baru saja dia selesai mandi dan keluar hanya mengenakan bathrobe, seseorang sudah berada di hadapannya, sambil mengenakan pakain dalam saja, menunjukkan lekukan tubuh indahnya.

__ADS_1


Wanita itu adalah Yue, dia sengaja menunggu waktu saat dimana hanya ada dirinya dan kaisar di dalam kamar. Pintu kamar pun sudah dia kunci rapat-rapat.


“Yue? Kenapa kamu –”


Yue mendekati Kaisar, mengusap dada Kaisar dengan gerakan yang menggoda, dia juga memasang wajah cantik menggodanya.


“Kak Kai masih ingat apa yang dulu kakak lakukan padaku? Kakak merebut kesucianku saat kakak mabuk... kakak masih ingat itu?” tanya Yue, tangan Yue sudah semakin kebawah, sampai pada ikatan bathrobe, kemudian melepaskan ikatan tersebut, lalu melucuti bathrobe yang Kaisar kenakan.


“Yue, hentikan!” Kaisar menahan lengan Yue.


“Kenapa, sayang? Apa aku sudah tidak menggoda lagi dimatamu? Heum?”


“Yue, kamu sudah menjadi istri adikku, sedangkan aku juga sudah menikah lagi dengan Laura, aku sangat mencintainya...”


Yue mendorong tubuh Kaisar agar berbaring di atas ranjang, kemudian dia duduk di perut Kaisar.


“Laura? Dia tidak terlalu cantik, dia juga gendutan... apa yang kau lihat dari dia?”


“Jangan mengatakan hal buruk tentangnya, dia sangat cantik! Aku minta maaf tentang masa lalu, lagipula kita melakukannya atas dasar saling suka, kau juga yang sering mulai duluan, kau yang menjebakku saat aku mabuk, lalu sekarang aku yang disalahkan? Sekarang aku hanya ingin fokus pada Laura saja, ingin memulai hidup baru yang lebih sehat – Yue, hentikan!”


Yue membuka kaitan bra yang dia kenakan, lalu menarik tangan Kaisar agar menyentuh dadanya.


“Kau yakin tidak menyukai tubuhku lagi?”


Kaisar menggeleng, kemudian dia bangkit, memasang bra Yue kembali, lalu menyingkirkan Yue dari tubuhnya.


“Yue, dengarkan aku... aku menghargai saudaraku, Xiaokun, jadi ku mohon, hargai istriku juga, Laura... aku tidak peduli kamu menyukainya atau tidak, tapi... aku mencintainya, aku tidak mau berpaling darinya, mengerti?”


Yue menatap Kaisar dengan tatapan tidak percaya, Kaisar kini sangat tegas, tidak tergoda dengan tubuhnya lagi. Apa yang harus dia lakukan untuk merebut Kaisar kembali?


“Sekarang ku mohon, kamu keluar, pakai pakaianmu kembali...”


Yue pun memungut pakaiannya, lalu memakainya dengan kesal, kemudian keluar dari kamar.


Kaisar mengacak rambutnya frustasi, kebodohan dia di masa lalu bisa menjadi boomerang untuknya kapapun.


“Kenapa dulu aku melakukan itu? Aku bodoh sekali...”


.


.

__ADS_1


__ADS_2