
.
.
Jay adalah mantan dari Angel, mereka berdua memiliki hubungan yang rumit. Yang pasti, ibu tiri Angel menikah dengan ayahnya Jay, Hendry. Namun, meski mantan, keduanya masih berhubungan dengan baik.
Angel ikut terluka saat Jay mengatakan bahwa ayahnya, Hendry, meninggal karena kecelakaan yang aneh.
Laura memijit bahu Angel, dia tidak mengatakan apapun karena kata-kata manis tidak akan bisa menenangkan Angel.
“Biar aku yang hibur dia, kamu jalan-jalan lagi saja” ucap Fano, dia sudah datang sambil menggendong Jason, membawa dua cone ice cream, yang satunya untuk Angel.
“Baiklah...”
Laura pun pergi menghampiri Kaisar.
“Sayang, aku akan ke perusahaan dulu, beberapa pekerjaan harus segera diselesaikan sebelum berangkat ke Amerika besok, okay? Kamu disini saja bersama yang lainnya – David, Devon, jaga istri papa ya? Awas saja jika dia kenapa-napa” ucap Kaisar.
Dua anak kembar yang sudah seperti iblis itu mengacungkan jempol mereka sambil tersenyum lebar, yang sebenarnya terlihat mengerikan dimata Laura.
“Ayo, kamu mau jalan-jalan kemana?” tanya David setelah Kaisar pergi.
“Gak tau!”
Devon mendekati Laura lalu mengusak kepalanya gemas, Laura menggerang kesal lalu menjauh dari Devon. Namun, Devon dengan cepat menarik lengan Laura kembali.
“Papa mau kamu berhenti memikirkan istri kak Niko, itulah kenapa kita mengajakmu jalan-jalan disini!” ucap Devon.
Laura menatap Devon dan David bergantian, lalu menjawab, “baiklah... aku mau naik perahu terus ke sungainya, kayak mereka!” kemudian Laura menunjuk satu keeluarga yang menaiki yacht agak besar.
“Itu Yacht, kita sewa saja, ayok!” ucap David.
Mendengar keinginannya dikabulkan, Laura pun tersenyum lebar, “sungguh? Yeay!”
David dan Devon pun tersenyum lega melihat Laura kembali ceria.
Mereka juga mengajak Angel dan Fano.
“Sudah Angel, besok kita berangkat, semua akan baik-baik saja...” ucap Laura.
“Tapi Om Hendry... lalu Hanna – gimana nasibnya Hanna jika Jay tahu sebenarnya Hanna bukanlah anak ayahnya?”
Hanna adalah bayi yang Hendery adopsi, sebenarnya anak dari mantan suami Angel yang telah meninggal, Dexter. Hendry memutuskan mengadopsinya karena kesepian sejak istrinya, atau ibu tiri Angel, Sarah, meninggal.
Dexter membiarkan Hanna diadopsi Hendry karena Hendry menyayangi bayi itu, sedangkan jika diasuh oleh Angel, takutnya Angel membenci bayi itu. Meski sekarang Angel sudah tidak membenci bayi Hanna, tapi dia tetap tidak bisa mengasuhnya, karena bayi perempuan itu membuatnya sedih.
Meski begitu, Angel tetap khawatir dengan keselamatan Hanna.
“Ku rasa Jay menyayangi bayi itu, kamu terlalu cemas, rileks saja dulu” ucap Fano.
“Fano benar, kamu jangan terlalu banyak berpikiran buruk, Angel” kata Laura, kemudian memeluk lengan Angel.
Angel tersenyum pada sahabatnya tersebut, “terimakasih, Laura.”
***
Jay mengusak wajahnya dengan kasar karena frustasi.
Setelah ibu tirinya, kini giliran ayahnya yang meninggal karena mengalami kecelakaan. Jay yang kalap menelfon semua orang, kakaknya, ibu kandungnya, sampai Angel juga dia telfon.
__ADS_1
Jay tidak mengerti, ada apa ini?
Beberapa waktu lalu, Dexter meninggal dalam kecelakaan mobil di salah satu kota di Indonesia, sekarang Hendry yang kecelakaan pesawat saat pergi dengan jet pribadi menuju Canada.
Jay sudah memiliki perasaan buruk saat itu, Hanna juga rewel sekali tidak mau ditinggal dengan babysitternya saja. Namun, akhirnya Hendry harus pergi karena ada acara penting di Vancouver, lalu... hal itu terjadi.
Asisten Hendry yang bernama Roby selamat, meski mengalami luka-luka, dia pun dirawat di rumah sakit.
Jay yakin pasti ada sesuatu dibaliknya. Karena itu, dia memutuskan menelfon Darren untuk meminta saran.
Darren bilang, dia juga sedang menyelidiki kasus Dexter, karena Darren masih tidak terima dengan kematian saudara kembarnya, Darren pun masih tinggal di Indonesia demi penyelidikannya tersebut.
“Sshhh, tenanglah Hanna, tenanglah...” gumam asisten Jay, yaitu Ray, yang sedang menggendong Hanna. Bayi itu tidak berhenti menangis kencang, menggumamkan kata ‘papa’ terus menerus seakan tahu apa yang terjadi dengan ayahnya.
Sekarang, Hanna hanya memiliki Jay saja.
Saat Angel, Kaisar, Laura dan lain-lain datang ke Amerika, upacara pemakaman pun dimulai. Karena asal Hendry memang Amerika, jadi dia dimakamkan di kampung halamannya di Washington.
“Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan kematian yang beruntun, aku mungkin berlebihan tapi hanya itu yang terlintas di kepalaku! Pertama Dexter, lalu papa!” ucap Jay.
Itu adalah satu hari setelah pemakaman, Angel bahkan berpikir semuanya sudah tenang, tapi kemudian ucapan Jay membuat yang lain jadi kepikiran.
“Bukankah ini aneh sekali? Kecelakaan ini sama sekali tidak alami! Tidak ada cuaca buruk atau apapun, tapi mereka kecelakaan, kau tidak penasaran, Angel?” tanya Jay.
“Nak, tenangkan dirimu, ini pasti sudah takdirnya...” ucap Ibu kandung Jay dan Lucas, wanita tua itu berusaha menenangkan putranya yang kalap.
Jay tidak pernah seperti itu, biasanya dia menghadapi situasi apapun dengan tenang, tapi sekarang tidak.
“Bagaimana aku bisa tenang, Ma? Pokoknya aku yakin dengan pikiranku! Akan ku selidiki kasus ini sampai tuntas!” ucap Jay dengan bersungguh-sungguh.
“Lalu, bagaimana dengan Hanna?” tanya Lucas, kakaknya Jay.
Lucas pun menoleh pada Angel, seakan ada sesuatu yang dia sembunyikan.
Jay mengernyitkan dahinya, karena sikap Lucas dan Angel menjadi aneh.
“Ada apa ini? Kalian menyembunyikan sesuatu?” tanya Jay.
Angel pun menatap Jay sebentar, sebelum kemudian mengalihkan pandangannya, “maaf, Jay, tapi... sebenarnya Hanna itu adalah putra Dexter dan Sarah, bukan putra ayahmu, ayahmu membawa Hanna karena kesepian dan menyayangi Hanna, tidak peduli siapa ayahnya, Hendry menganggap Hanna itu putrinya” ucap Angel.
Jay pun terdiam mendengar ucapan Angel.
Setelah itu, Jay mengurung dirinya di kamar.
Mereka keterlaluan! Kenapa merahasiakan hal sepenting itu? Jay pikir Hanna itu adiknya.
Namun, ternyata bukan.
Hanna sudah tidak memiliki keluarga, ibu dan ayah kandungnya telah meninggal.
Jay menatap wajahnya di cermin.
Wajah tampan itu menjadi tirus karena susah makan.
“Apa yang harus aku lakukan?”
Padahal Jay masih muda, kenapa beban hidupnya berat sekali? Atau – dia hanya berlebihan saja?
Jay menyukai Angel, tapi Angel mencintai Dexter, setelah itu Jay menyukai Tari, namun malah Tari lebih menyukai kakaknya.... setelah itu Dexter meninggal, ayahnya pun ikut meninggal.
__ADS_1
Sisa si kecil Hanna saja.
“Aku tidak mau sendirian...” gumam Jay, kemudian dia menyalakan westafel, lalu mencuci wajahnya dengan air segar tersebut.
Entah apa yang ada di pikiran Jay, tiba-tiba dia mendapatkan suatu ide.
Jay pun keluar dari kamar mandi, terus berjalan menemui yang lainnya.
Masih ada Angel dan Laura yang menemani Jason dan Hanna bermain.
“Angel, kamu bisa menjaga Hanna untuk sementara, tapi... aku akan mengadopsinya sebagai anakku” ucap Jay.
“Jay, apa yang kau lakukan nak? Kamu masih muda!” protes ibunya yang tadinya hanya bersantai di balkon.
Jay menatap ibunya dengan tatapan datar, “aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku, ma, mungkin sekarang belum bisa menjaga anak kecil, tapi aku mau jadi ayah angkatnya, tidak apa kan?”
Lucas datang lalu menepuk bahu adiknya, “Jika kamu serius dengan keputusanmu, aku akan mendukungmu, kelihatannya kamu sangat menyayangi Hanna, iya kan?”
Jay mengangguk, “meski dia anak orang, aku menyayanginya seperti adikku sendiri.”
***
“Gimana, kamu suka dengan apartemen ini?”
Laura membelalakkan matanya tidak percaya, ternyata Kaisar memiliki sebuah apartemen mewah di New York, dekat dengan central park. Itu adalah salah satu dari beberapa apartemen termahal sedunia – sedunia!
Memang fasilitasnya tidak main-main, ada sekitar empat kamar, lima kamar mandi, satu kolam indoor, ruang makan yang memiliki pemandangan kota yang indah, belum lagi balkon yang sangat luas.
Benar-benar luar biasa.
Setelah dari tempat Jay, Kaisar membawa Laura yang sudah kelelahan untuk pergi ke apartemennya sendiri.
“Nanti Angel dan yang lain akan kesini kan?” tanya Laura.
Kaisar mengangguk, “tentu saja, sayang! Kebetulan aku akan menemui seseorang disini, tapi besok, kamu harus temani aku ya?”
Laura mengangguk dengan semangat, “Oke!”
Kaisar menarik pinggang Laura agar lebih dekat dengannya, kemudian dia mengecup kening Laura dengan sayang.
“Kamu sangat menggemaskan, aku sangat menyayangimu, baby!”
Laura membalas pelukan Kaisar, “Aku juga sangat menyayangimu, daddy!”
“Hehe, ngomong-ngomong, istriku yang sudah meninggal belum tahu apartemen ini” ucap Kaisar.
“Hmm, kenapa?” tanya Laura.
“Saat itu, sebelum Lisa meninggal dalam kecelakaan, aku bertengkar dengannya” ucap Kaisar.
“Bertengkar bagaimana?”
Kaisar mengecup pipi Laura, “aku menemukan jejak perselingkuhannya, aku hanya bertanya baik-baik, tapi Lisa marah besar, dia pun pergi membawa mobil dan – yah, aku sangat terpukul atas kepergian Lisa. Padahal, aku mau mengatakan jika aku tidak masalah, aku masih mencintainya.”
Laura mengigit bibir bawahnya, dia takut jika Kaisar mengetahui hubungannya dengan kedua putra kembarnya.
Laura tidak mau Kaisar sakit hati untuk yang kedua kalinya.
.
__ADS_1
.