Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Flashback


__ADS_3

.


.


Yue menghapus air matanya, Kaisar sangat jahat, padahal dulu Yue adalah gadis yang polos. Kaisar adalah seseorang yang membuatnya yang semula sudah hancur makin hancur. Namun, Yue masihlah mencintai sosok Kai yang lembut, perhatian, tapi juga jahat itu.


Dahulu... beberapa tahun yang lalu saat Yue masih polos, dia bertemu dengan Kai yang mabuk berat


***


(Beberapa tahun lalu saat Yue masih sangat muda)


Yue adalah anak yatim piatu, dia dibesarkan oleh adik dari ayahnya, yaitu pamannya. Dulu pamannya masih bujang, menyayangi Yue sepenuh hati seperti anak atau adik sendiri. Namun pamannya telah memiliki keluarga sendiri sekarang, Yue merasa ditinggalkan, namun apa boleh buat, Yue sudah besar, sudah 17 tahun juga, sudah saatnya dia mencari uang dan kehidupan sendiri.


Meski Yue tidak terlalu menyukai istri dari pamannya, karena saat pamannya ingin memberikan apartemen untuk Yue, istrinya sempat marah, makanya paman bilangnya dia menitipkan apartemen saja untuk Yue.


Jika boleh jujur, Yue benci dengan istri pamannya.


Dia merebut paman darinya, melihat Yue seperti kotoran saja.


Itulah kenapa Yue lebih memilih memanfaatkan kecantikannya, menjadi idol di sebuah agensi yang cukup bagus dan menjanjikan. Awalnya Yue bisa masuk karena kecantikannya saja, namun dia terus berlatih vokal, dance, rap, musik, hingga berakting, semuanya Yue pelajari tanpa kenal lelah. Yue berharap setelah dia debut, dia akan sibuk dan dengan begitu dia memiliki kehidupan sendiri.


Akan tetapi takdir mempermainkan Yue, dia malah debut bersama seorang gadis arogan dan seenaknya sendiri seperti Hera. Yue merasa lelah lahir dan batin, kadang juga, Yue berpikir untuk bunuh diri saja.


Tapi Yue takut, pasti sakit rasanya, lalu ... bagaimana jika dia masuk neraka? Yue tidak suka kesakitan.


Kehidupan Yue semakin lama semakin berat, belum lagi dia mendapat respon negatif dari beberapa oknum, yang mengatakan Yue hanya modal tampang saja, tidak memiliki bakat, padahal vokal dan tarian Yue selalu mendapat pujian dari guru. Orang-orang selalu memandang Yue sebelah mata saja.


Dibilang tertekan, dia sangat tertekan.


Berkali-kali pilihan bunuh diri itu muncul dalam benaknya, meski kemudian dia tepis jauh-jauh.


Saat itu dia masuk lift untuk menuju apartemennya. Yue hanya bersama dengan seorang pria yang terlihat mabuk, aroma alkohol tercium dari tubuhnya, meski tidak terlalu kuat.


Tiba-tiba pria itu jatuh terduduk, Yue yang panik langsung menghampirinya, dan saat itu juga dia mengenali pria itu.


Namanya Kaisar Verdinand, tentu Yue mengenalnya, karena dia cukup terkenal, sebagai ipar dari keluarga Raynold, juga merupakan salah satu sekretaris dari Felix Raynold. Biasa dipanggil Kai, dia dirumorkan merupakan kekasih dari senior di agensi Royal ent, namanya Lisa. Entah itu benar atau tidak, Yue tidak tau.

__ADS_1


Jujur saja, Yue terpesona dengan sosok Kai yang tampan.


Pria itu memiliki kulit putih yang pucat, bibirnya merah alami, hidungnya mancung, matanya juga indah, belum lagi tubuhnya yang tinggi dan berotot.


Dia sangat tampan.


Yue tidak tau Kai tinggal di apartemen mana, karena itu, Yue membawa Kai ke apartemennya. Susah payah Yue membopong tubuh besar Kai, kemudian dia letakkan di sofa. Yue masih terduduk di sofa karena kelelahan, saat itu dia memandangi wajah tampan itu, sampai akhirnya dia membuka mata dan meminta air minum.


Yue langsung pergi untuk mengambilkan air minum.


Kai menegak habis air minumnya, kemudian menyandarkan kepalanya pada sofa. Yue menawarkan minuman lagi, tapi Kai menolaknya.


Yue bingung harus bagaimana, akhirnya dia menanyai dimana Kai tinggal, dia ingin mengantarkan Kai. Namun, yang terjadi malah Kai menarik Yue untuk duduk di pangkuannya.


Wajah Yue semakin merona saat dia bisa melihat wajah yang tampan itu.


“Kamu sangat cantik, siapa namamu?” tanya Kai.


“Yue, Chenyue” jawab Yue.


“Yue? Nama yang cantik, aku tebak kamu dari China ya?”


“Begitulah, orangtuaku berasal dari Taiwan dan Hongkong, tapi pamanku sekarang tinggal di Macau bersama istrinya.”


“Jadi kamu sendirian disini? Tidak baik anak gadis secantik kamu sendirian, nanti akan diculik pria jahat” bisik Kai.


Yue terdiam mendengarnya, sampai Kai kembali terkekeh.


Kai menarik pinggang Yue semakin mendekat, hingga tubuh mereka menempel. Jarak wajah mereka semakin dekat, Yue bisa merasakan hangat hembusan nafas Kai menerpa wajahnya.


Entah mengapa, Yue tidak bisa pergi, seakan dia benar-benar terpesona dan jatuh ke dalam tatapan sayu milik Kai.


Kai sangat tampan, lalu, Yue tidak pernah disentuh lelaki sampai seintim itu, ditambah, keadaan mental Yue juga sedang tidak stabil.


Mungkin itu yang membuat Yue berakhir meladeni Kai.


Kai membawanya ke kamar, membaringkannya ke atas ranjang, mencumbunya, melucuti pakaiannya hingga tidak tersisa satu helai benangpun.

__ADS_1


Kai menjauhkan tubuhnya dari Yue, menatap tubuh polos Yue dengan mata sayunya, kemudian dia sendiri membuka pakaiannya.


Yue benar-benar dibuat pasrah dan terpesona oleh sosok Kai yang baru dia temui, sentuhan dan bisikan seksi Kai membuatnya terlena.


Kai membuka kedua kakinya lebar-lebar, mendekatkan wajahnya pada kewanitaan Yue, menciuminya, menjilat dengan lidahnya.


Yue dibuat mabuk kepayang dengan sentuhan Kai dibawah sana, dengan mudah Yue sampai pada puncaknya, pertama kalinya Yue merasakan sesuatu yang baru, yang terasa nikmat, membuatnya ingin Kai menyentuhnya lebih dan lebih.


Kai kembali menatap Yue, dengan tatapan yang agak lain, dia terlihat kebingungan, membuat Yue juga ikut bingung, seakan Kai sudah sadar dari mabuknya.


Yue tidak mau Kai sadar, bagaimana jika Kai meninggalkannya? Bagaimana jika Kai pergi begitu saja?


Namun kekhawatirannya itu tidak terjadi, Kai kembali menyambar bibirnya, meluumat bibirnya dengan lebih agresif, memasukkan lidahnya, Mengajak lidah Yue bertarung, menyesap bibir Yue lalu melumaatnya lagi, menggigit kecil.


Yue sangat menyukainya, itu adalah pengalaman pertamanya disentuh seorang pria.


Ciuman Kai semakin turun menuju lehernya, kemudian dadanya. Dia meremas dada Yue yang besar, memasukkan ke dalam mulutnya, mengigit kecil puncak dadanya, membuat Yue melenguh keenakan.


Bibir mungil Yue tidak berhenti mendesahhkan nama Kai, meminta Kai untuk menyentuhnya lebih dan lebih.


Sampai kemudian, Kai melakukannya, memasukkan miliknya ke dalam tubuh Yue, menembus lapisan yang seharusnya tidak boleh dia tembus. Yue berteriak kesakitan, beberapa tetes darah keluar mengotori sprei barunya, itu adalah sprei yang Yue sukai.


Kai kembali mencium Yue untuk mengurangi rasa sakitnya, setelah Yue mulai tenang, dia pun menggerakkan pinggulnya. Awalnya Yue masih kesakitan, namun lama-kelamaan,dia merasakan nikmat, dia kembali mendeesah dengan keras.


Tubuh Yue terhentak-hentak, sementara Kai terus menggerakkan pinggulnya semakin lama semakin cepat, rasanya sangat nikmat hingga Yue tidak sadar bibirnya meracaukan entah apa.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai pada puncaknya, Yue bisa merasakan Kai mengeluarkan banyak cairan ke dalam dirinya, rasanya hangat.


Yue pikir, semuanya telah selesai, karena dia sudah merasa kelelahan. Namun dia salah, Kai masih saja memainkan tubuhnya, menidurinya berkali-kali hingga Yue tidak sadar sudah berapa lama mereka melakukannya. Yue tidak protes atau menghentikannya karena dari awal dia sudah pasrah saja, dia terpesona dengan sosok Kai, lagipula dia juga merasakan kenikmatan dari hubungan itu.


Yang Yue tidak tau hanya ... dia ternyata merasakan tubuhnya sangat kesakitan di pagi hari. Tubuhnya serasa membengkak, terutama pada kewanitaannya, rasanya bengkak dan lecet, dadanya terasa berat.


Dia menangis sejadi-jadinya, sampai kemudian Kai bangun dan memeluknya, kemudian menggumamkan kata maaf berulang kali, Yue sudah mulai merasa lebih tenang.


.


.

__ADS_1


__ADS_2