Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Kembali ceria


__ADS_3

.


.


Sebenarnya Laura tidak mengerti, padahal dia sudah merelakan Niko untuk wanita itu, tapi ibunya Niko dan wanita itu tetap masih tidak terima. Apa kesalahannya sampai mereka begitu?


“Sayang, kamu masih memikirkan yang tadi malam?” tanya Kaisar, dia mendekati Laura yang duduk dekat jendela sambil menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong.


Kaisar memeluk Laura dari belakang, kemudian mengecup puncak kepalanya.


“Iya, aku hanya heran, kenapa dia membenciku sampai seperti itu?”


“Mungkin dia hanya iri denganmu, Fani mengatakan padaku lewat chat tadi, Yura itu hamilnya tidak sehat, dia tidak mau menambah berat badan, lalu... Niko sebenarnya masih ada rasa padamu, jadi dia membencimu dan iri denganmu, kamu tidak perlu memasukkannya ke hati ya?”


Laura mengangguk pelan, kemudian membalik badannya dan memeluk Kaisar.


Tubuh Kaisar hangat dan nyaman, membuatnya merasa tenang. Meski Kaisar jauh lebih tua dari Laura, tapi sifat Kaisar yang hangat membuatnya nyaman dan tidak berasa seperti dengan orang tua. Kaisar memang pandai menyesuaikan diri dengan sekitarnya.


Saat Kaisar bersama orang-orang bisnis, dia akan menjadi orang bisnis, jika dengan anak-anak muda, dia juga tidak akan terasa lebih tua. Itulah kenapa banyak yang menjuluki Kaisar itu hanya umurnya saja yang bertambah tua, tapi jiwa dan wajahnya tetaplah muda.


Tidak akan ada yang menyangka jika suami Laura lebih pantas menjadi ayahnya, karena memang penampilan dan pembawaan Kaisar yang seperti anak muda kebanyakan, kira-kira seperti umur 28-35 tahunan lah.


“Laura harus ingat, mau seperti apapun penampilanmu, aku akan tetap menyayangimu, karena aku jatuh cinta bukan dengan paras atau bentuk tubuhmu saja, tapi dirimu, semuanya aku suka...” ucap kaisar dengan nada yang menenangkan hati dan pikiran Laura.


“Aku sangat mencintaimu...” bisik Laura.


Kaisar terkekeh mendengarnya, “kenapa kamu berbisik-bisik?”


“Hehe, kalo ada yang denger nanti iri” ucap Laura lagi, masih berbisik.


Kaisar pun mencubit hidung Laura dengan gemas, “kamu ada-ada aja, ayo sekarang kamu mandi, kan kita mau jalan-jalan sama yang lain.”


Laura mengangguk pelan, lalu mengecup pipi Kaisar dan pergi ke kamar mandi.


***


“Jason... ayo sini!”


Fano membuka tangannya lebar-lebar, dia berjongkok sekitar jarak satu meter di depan Jason. Bayi kecil itu tertawa lalu mencoba berdiri sendiri, kemudian mulai berjalan perlahan-lahan menghampiri Fano.


“HAP! Ketangkap!” seru Fano berhasil memeluk Jason, gelak tawa bayi terdengar sangat keras disana.


Bukan hanya Jason, disana juga ada Felly, Dojun dan bayi mereka, Doyon.


Beda dengan Jason yang lagi mood main, Doyon hanya diam sambil memakan biskuit bayinya.


“Aku jadi merindukan bayi-bayiku di rumah” gumam Jaden.


Memang Jaden pergi ke Korea sendirian, tidak bersama dengan istrinya, Luna, dan bayi kembarnya.

__ADS_1


“Kenapa kak Luna gak ikut?” tanya Angel, yang sedang mengupas apel.


Mereka piknik bersama keluarga lainnya di taman dekat sungai Han. Ada kaisar, Laura, Angel, Fano, Jaden, Felly dan Dojun. David bersama Devon sedang pergi untuk menyewa sepeda, mereka ingin mencoba bersepeda berkeliling.


“Dia sangat sibuk, tidak bisa datang, lalu anak-anak juga tidak boleh ku ajak, jadi ya aku sendirian kemari” jawab Jaden.


“Hei!! Kita sudah dapat sepedanya!” teriak Devon, dia mendekat bersama David sambil naik sepeda masing-masing.


“Aku mau ikut!” Laura berdiri, menghampiri keduanya, tapi dia bingung mau bonceng siapa.


“Naiklah, jangan diam saja” ucap Devon.


David menarik lengan Laura, “tidak, kamu bersamaku saja!”


Laura jadi bingung dia harus naik yang mana.


Akhirnya Kaisar berdiri, “Kita sewa sepeda sendiri saja, Laura... ayo!”


David dan Devon tidak suka melihat ayah mereka mulai posesif dengan Laura dan selalu menempeli Laura. Padahal Kaisar tidak salah, kan Laura itu istrinya, tapi kedua putra kembarnya tidak terima dengan hal itu.


“Sudah, bonceng aku aja” ucap Fano, dia naik boncengan sepeda milik Devon.


“Fano, jangan bawa Jason juga!” protes Angel.


“Gak apa-apa, aku pegang erat-erat!” teriak Fano.


“Gak lucu Vid, Devon, ayo jalan!” protes Fano.


Akhirnya Devon pun mengayuh sepedanya, Jason sangat senang saat itu. Karena Doyon iri, jadinya Dojun juga dibonceng David, sambil membawa Doyon.


“Mereka kayak anak kecil aja ya” ucap Felly, Angel mengangguk setuju, “tau tuh, Fano terutama! Masih aja kayak bocah, padahal dia bilang mau serius denganku!”


Felly melirik pada Angel, “akhirnya kamu membuka hati untuknya?”


Angel mengangguk, “aku melihat ketulusan pada bocah itu, jadi ku pikir tidak ada salahnya untuk mencoba, dia juga memperhatikanku... menyayangi Jason juga, jika itu orang lain, belum tentu akan seperti itu kan?” ucap Angel.


“Terimakasih karena sudah percaya dengan adikku, Fano memang berubah sejak sudah tidak bersama Lily, tapi memang pada dasarnya Fano itu anak yang manis, dia penurut dan tidak banyak bertingkah” sahut Jaden.


“Kenapa dia tiba-tiba berubah jadi brengsek saat SMA?” tanya Felly.


Jaden mengedikkan bahunya, “entahlah, mungkin karena gen di dalam keluarga kita” sahut Jaden, yang membuat Felly terkekeh setelahnya.


“Justru kak Jaden yang ajaib karena paling tidak brengsek diantara semua laki-laki di keluarga kakak” sahut Angel.


Jaden terkekeh pelan, “iya juga sih...”


“Oh iya Angel, bagaimana dengan bayi Hanna?” tanya Felly.


Angel tersenyum tipis, “Hanna? Dia sudah bersama dengan Hendry, lagipula Hendry menyayanginya, aku juga melihat di beberapa postingan Jay, dia terlihat mengasuh Hanna dengan baik. Aku jadi tenang karena mereka sungguhan menyayangi Hanna, padahal aku sudah khawatir.”

__ADS_1


“Aku juga melihatnya, Jay jadi betah di Amerika karena ada Hanna kan? ku dengar perusahaannya juga makin besar” sahut Jaden.


“Kamu tidak berinvestasi ke perusahaan itu, Jaden?” tanya Felly.


Jaden mengangguk, “ada, aku memiliki saham disana, saat itu Jay masih bersama Angel, dia pernah minta tolong padaku untuk berinvestasi pada perusahaannya karena ingin mengembangkan perusahaan itu, aku sih percaya dia bisa, jadi aku kabulkan permintaannya, aku tidak percaya dia memegang ucapannya, dia pria yang baik” ucap Jaden.


“Hey, jangan terlalu naif begitu, Jay sama brengseknya dengan adikmu” sahut Felly.


Angel mengangguk setuju dengan ucapan Felly.


“Fano dan Jay itu sama, mereka bisa sangat brengsek, bisa juga sangat baik, tergantung suasana” ucap Angel.


“Iya juga sih” sahut Jaden.


Kemudian Kaisar dan Laura lewat di depan mereka, menaiki sepeda. Laura melambaikan tangannya pada mereka dengan wajah ceria.


“Syukurlah Laura sudah lebih baik” ucap Angel.


“Bagaimana dengan nasib Niko dan istrinya ya? Apa istrinya sangat malu setelah pesta kemarin?” gumam Felly.


Angel mengedikkan bahunya, “entah, kalau dia punya malu, sudah pasti malu sih, kalau enggak, ya gak tau lagi deh” sahut Angel.


“Jangan gitu Angel” sahut Jaden.


“Ya habisnya, masa hanya karena iri dia sampai seperti itu sih? Memalukan sekali, sebenci-bencinya aku dengan seseorang, aku tidak sampai seperti itu deh” ucap Angel kesal.


“Memangnya kamu pernah membenci seseorang?” tanya Felly.


Angel mengangguk, “pernahlah, dulu aku membenci Sandra, kemudian Clara, siapapun yang mendekati Dexter aku benci, tapi aku tidak menghina mereka jelek atau apa kok.”


Felly terkekeh lalu mencubit pipi Angel gemas, “iya deh, iya...”


“Angel, ada telfon!” seru Jaden yang melihat ponsel Angel menyala.


Dahi Angel mengerut melihat siapa yang menelfon.


Panjang umur sekali, baru juga dibicarakan langsung menelfon.


“Halo, Jay?”


Terjadi keheningan setelah itu, wajah Angel mendadak sangat terkejut.


“APA?”


Sepertinya sesuatu yang buruk terjadi.


.


.

__ADS_1


__ADS_2