Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Jangan berkhianat


__ADS_3

.


.


Bagas terbangun karena suara tangisan bayi, dia pun bergegas turun dari ranjangnya. Masih sekitar jam enam pagi saat itu.


Bagas pun masuk ke kamar angel, dia terkejut melihat angel tidur di ranjangnya, ada fano juga yang menggendong jason, berusaha menenangkan bayi tersebut.


“kau... Kenapa ada disini?” Tanya bagas.


“aku datang malam-malam, untuk memberikan kepiting, angel mengeluh lapar di malam hari, kebetulan dia mau membuat nabe, karena ada kepiting –”


“oke oke, aku mengerti, kamu datang untuk angel, tapi... Kenapa masih ada disini?”


Fano terdiam sejenak, lalu menoleh pada angel, “aku ketiduran disini, lalu jason menangis...”


Fano tidak mungkin mengatakan dia memaksa untuk tinggal dan tidur di satu ranjang yang sama dengan angel.


Bagas mendekat pada fano dan jason.


“sepertinya popoknya penuh, kamu bisa menggantikannya?” Tanya bagas.


“aku bisa! Jangan khawatir” ucap fano dengan cepat, dia pun meletakkan jason kembali ke box bayi, kemudian mengambil popok dan sebagainya, fano bahkan tahu dimana angel menyimpan semua itu.


Bagas hanya memperhatikan fano yang sudah seperti ayah muda yang sedang menjaga anaknya, bahkan ekspresi dan senyumannya pun patut diacungi jempol.


Bukannya bagas tidak peka, dia bahkan sangat peka sejak awal, tapi dia diam saja, dia tidak tahu harus bagaimana.


Angel juga membutuhkan seseorang seperti fano berada disisinya, seseorang yang mau membantu tanpa berpikir terlebih dahulu, seseorang yang bisa membuat angel yang tadinya tidak mau makan apa-apa, kini semangat untuk memakan sesuatu.


Angel menjadi lebih ceria bersama fano, fano juga tidak segan belajar untuk menjaga bayi hanya untuk angel.


“fano, kamu sangat menyukai angel?” Tanya bagas.


Fano yang tersenyum karena lega telah mengganti popok jason kini menoleh pada bagas.


“apa maksudmu?”


“tidak mungkin kamu seperhatian ini pada angel jika tidak ada perasaan sama sekali kan?” Tanya bagas.


Fano pun menoleh pada angel yang masih tertidur lelap, “eum... Kita bicara diluar sambil menyiapkan sarapan ya? Kak bagas suka kepiting? Masih ada sisa banyak.”


“boleh, biar aku bantu menggendong jason.”


“terimakasih.”

__ADS_1


Mereka pun keluar menuju dapur, fano memberikan jason yang sudah berhenti merengek tersebut pada bagas, lalu mulai menyiapkan bahan-bahan membuat nabe lagi. Mungkin angel sudah kenyang karena makan banyak semalam, tapi bagas dan tari harus makan nabe juga kan? Semua bahan masih banyak, jadi fano sekalian membuat banyak.


Setelah memasukkan semua bahan, fano menutup panci dan mulai menunggu untuk matang.


“bisakah kau menjawab pertanyaanku tadi?” Tanya bagas.


Fano menoleh padanya, lalu menundukkan kepala dan mengacak rambutnya asal.


“jika iya, kakak mau apa? Melarangku? Memintaku untuk menjauh?”


“tidak, aku tidak akan melakukannya... Justru aku berterimakasih karena kamu menjaga angel, jika aku dan tari saja tidak akan sanggup, angel hanya memiliki kami berdua, dengan adanya kamu yang perhatian dan lebih mengerti angel, kami berterimakasih, hanya saja... Kamu tahu kan, angel sudah memiliki suami, bahkan suaminya itu sepupumu sendiri. Kamu boleh mendekatinya, tapi jika suaminya sudah tidak ada, untuk sekarang, aku hanya ingin kamu tahu batasanmu, fano.”


Fano kembali menoleh pada bagas, lalu tersenyum kecil, “terimakasih kak, aku akan berusaha untuk tahu batasanku, walau tidak mudah.”


“aku mengerti kamu sudah tidak bersama lily juga, tapi...”


“lily datang padaku dan mau menikah, aku datang kesini juga untuk menghibur diri.”


“angel sudah tahu?”


Fano mengangguk, “iya... Tentu saja.”


***


Pagi ini Laura agak kesal, dia hanya duduk bersama Airi, memperhatikan David yang memasak sarapan sambil mengomel.


Begitulah isi omelan David pagi ini, jika laura kesal, maka airi hanya terkekeh karena baginya David terlihat lucu.


“jangan tertawa!” David menunjuk airi dengan spatula, dan itu malah membuat airi makin tergelak.


“ada apa ini pagi-pagi udah ribut aja?” Tanya jaden, dia datang bersama arvin saja, entah anak yang perempuan dimana.


“ruka pergi ke bandung, tempat tante lianna setelah aku bertanya ‘kau tidak akan seperti lily kan?’ padahal aku hanya bercanda, tidak benar-benar menuduhnya, candaan kita juga biasanya seperti itu kok, dia aneh banget deh!” Omel david lagi.


Devon yang baru bangun juga datang, menguap sebentar lalu menanggapi ucapan david.


“mungkin dia begitu karena takut ketahuan” ucap devon.


David pun berbalik menghadap kembarannya itu, “apa maksudmu?”


“gini, kalo aku misalnya selingkuh, terus pasanganku tiba-tiba bercanda dan menuduhku begitu, mungkin aku akan bereaksi sama seperti itu kan?”


Mendengar ucapan devon, tiba-tiba suasana menjadi hening seketika.


“ruka tidak mungkin brengsek seperti kalian” sahut laura.

__ADS_1


Mendadak, suasana menjadi hening.


“tapi laura, lily kurang baik apa? Dia paling lembut, paling terlihat polos, paling perhatian... Tapi ternyata dia mengkhianati fano demi seniornya kan?” Ucap david.


“jodoh adalah cerminan diri, jika kamu ingin ruka baik, kamu sendiri juga harus baik... Ingat itu, david” sahut jaden tiba-tiba.


David pun menoleh pada jaden, dia kesal sekali karena ucapan jaden tepat mengenai jantungnya.


“itu benar, kalau mau ruka setia, kamu sendiri harus setia, lihat fano itu dia banyak bermain-main akhirnya dipermainkan oleh lily” timpal airi.


“gak usah ikutan!” Sahut david kesal.


Airi hanya menjulurkan lidahnya untuk mengejek.


“tenang aja vid, kelihatannya ruka gak deket sama cowo lain kok... Iya kan? Dia bucin sama kamu” ucap devon, dia sudah duduk di sebelah Laura.


David pun kembali berbalik, melanjutkan masak nasi goreng spesialnya.


“Enggak juga... kak Ruka kan deket sama temen kuliahnya, kalo gak salah Reza namanya.”


Mereka semua menoleh pada asal suara, yang berbicara adalah adik dari Ruka langsung, yaitu Ruto, dia datang bergandengan tangan dengan Roun, karena Roun masih mengantuk, harus digandeng agar tidak jatuh tersungkur.


Ruto satu tahun lebih tua dari Roun, tapi kelihatannya mereka seumuran saja, jadi Roun sendiri tidak pernah memanggil kakak.


“Siapa itu?” tanya David, baru kali ini David mendengar istrinya punya teman laki-laki bernama Reza.


Ruto mengedikkan bahunya, “gak tau, kayaknya kak Fano kenal dia, tanya kak Fano aja coba.”


Entah kenapa, David yang awalnya tidak terlalu khawatir, kini malah jadi curiga dengan istrinya sendiri.


Sepertinya benar kata Jaden, jika tidak mau pasanganmu mengkhianatimu, kamu jangan berkhianat.


Jika memang Ruka berkhianat, itu keterlaluan.


Laura yang menyadari perubahan raut wajah David jadi kasihan, tapi di satu sisi dia juga senang, karena karma pasti berlaku, dan karma David cepat sekali datangnya.


Sebenarnya, Laura sendiri juga baru tahu Ruka dekat dengan lelaki bernama Reza.


Keluarga ini benar-benar kacau, selain Jaden dan Luna.


Mungkin karena keduanya berusaha untuk menjaga kepercayaan masing-masing, jadi Jaden dan Luna awet sekali, mereka memang menikah tanpa cinta, tapi akhirnya jadi bucin.


Laura berharap suatu saat nanti dia memiliki hubungan seperti Jaden atau Luna.


.

__ADS_1


.


__ADS_2