Dihamili Tiga Pria

Dihamili Tiga Pria
Jalan-jalan


__ADS_3

.


.


Wonhi sangat perhatian, dia memilihkan beberapa pakaian yang cocok untuk Laura, pakaian santai, pakaian untuk di rumah, semuanya dia pilih yang cantik dan sesuai untuk ibu hamil.


“Ini semua ya kak, tolong ditotal” ucap Wonhi, dia ingin mengeluarkan kartunya untuk membayarkan belanjaan dia dan Laura.


“Hey, sayang gak perlu, biar aku yang belikan semuanya, okay?” ucap Devon, dia mengeluarkan kartunya sendiri untuk membayarkan semua belanjaan.


“Bayarin ini juga” David memberikan beberapa pakaian yang dia beli pada kasir, namun Devon segera memberikannya lagi pada David.


“Gak ada, beli pake duit sendiri!”


“Pelit, dasar!”


Akhirnya David membeli dengan kartunya sendiri, keduanya memiliki kartu hitam yang unlimited dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu, meski begitu David masih ingin dibayari, kan menyebalkan sekali.


Setelah berbelanja baju, mereka ganti berbelanja sepatu, kali ini semua yang Laura inginkan dibelikan oleh David, jadi sekalian saja Laura menguras uang David, yang dia yakin tidak akan mudah mengurasnya, karena uangnya banyak sekali pasti.


“Aku senang melihatmu sudah rileks bersamaku” ucap David, sambil merangkul bahu Laura.


“Aku tidak ada pilihan lain, jika terlalu dipikirkan aku akan menjadi stress dan itu tidak baik bagi janinku... apa kalian sengaja melakukan itu agar aku keguguran atau semacamnya?”


David menggeleng pelan, “enggak kok! Devon yang berharap begitu, aku sih... ingin kamu menikah dengan papa.”


Laura menoleh pada David, menatap David tidak percaya, “sungguh?”


David mengangguk, lalu tersenyum kecil, “tentu saja!” kemudian dia mencubit gemas pipi Laura.


Saat itu, untuk sesaat, Laura bisa melihat ketulusan dalam mata David, entah kenapa dadanya jadi berdebar-debar. Itu bukan debaran tanda takut atau semacamnya, tapi lebih ke debaran yang menyenangkan...


Ah – apa yang kau pikirkan, Laura! Sadarlah!


David itu suami sahabatmu, tidak boleh mengharapkan lebih meski dia tergila-gila padamu sekalipun... bagaimana dengan calon anak David?


David mengusak kepala laura dengan lembut, “Kamu mau apa lagi?”

__ADS_1


“Gak tau... mungkin makanan?”


David menggenggam tangan Laura, “baiklah, ayo cari makanan...”


Sementara itu, Devon yang melihat David berhasil berjalan sambil bergandengan tangan dengan Laura, jujur saja, merasa sangat cemburu, padahal di sebelahnya ada kekasihnya yang sangat cantik, yang selalu dielu-elukan setiap berjalan kemanapun.


Bahkan, nama Wonhi dari tadi terdengar menghebohkan seluruh isi pusat perbelanjaan. Beberapa media yang mendengar ada Wonhi juga berlomba-lomba untuk meliput. Media Korea selatan sudah mengetahui perihal hubungan Wonhi dengan Devon, jadi, jika Devon salah sedikit saja, bisa-bisa dia kena hujat satu negara.


Namun, tidak bisa dipungkiri, Devon sangat cemburu padahal David hanya menggandeng lengan Laura saja.


Beberapa remaja datang untuk minta tanda tangan dan foto pada Wonhi, jadi mereka berhenti sejenak di tempat makan, sekalian makan siang juga disana. Mendadak Wonhi melakukan fansign disana, beberapa remaja dan pria dewasa terlihat mengantri hanya untuk foto dan tanda tangan dengan Wonhi.


Wonhi yang seperti itu, bisa-bisa Devon berselingkuh darinya.


Devon memang gila, iya kan?


“Wonhi sangat terkenal, hebat sekali ya!” ucap Laura saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.


“Enggak ah, biasa aja!” ucap Wonhi malu-malu.


“Itu gak biasa, kamu sangat cantik sih, kamu juga aktingnya bagus banget, gak heran bisa seterkenal itu” sahut Laura.


Laura yang sadar Devon sedang menatapnya lewat kaca mobil, akhirnya membuang muka ke luar jendela. Bukannya Laura tidak peka, sepertinya Devon suasana hatinya sedang buruk, seperti sedang memikirkan sesuatu.


Laura mengeluarkan ponselnya untuk mengalihkan perhatiannya, ternyata ada banyak pesan masuk, kebanyakan dari Angel.


Hari itu Angel pergi ke luar kota bersama Jason untuk pertama kalinya, dia menanyakan kabar Laura, apakah Laura baik-baik saja disana. Laura pun membalasnya, mengatakan dia baik-baik saja, setelah itu mengatakan jika dia menantikan foto-foto perjalanan Angel.


Sebenarnya Laura ingin sekali mengatakan apa yang terjadi pada Laura, hanya ingin mencurahkan perasaannya pada orang lain biar lega. Tapi, Laura masih belum berani setelah di ancam oleh David.


Mungkin suatu saat nanti, tidak sekarang.


Sesampainya di rumah, badan Laura rasanya remuk semua, jadi rencananya dia tiduran saja, merebahkan diri, menyelami mimpi.


Namun, keinginan yang mulia itu harus terhenti saat ternyata apartemen kedatangan tamu, ada Airi dan adiknya, Roun, yang berkunjung. Airi ini kekasihnya Darren, sedangkan Darren adalah saudara kembar dari suaminya Angel, Airi sudah menikah dengan Darren beberapa bulan lalu karena iri setelah melihat Angel dan Dexter menikah. Sayangnya Airi belum dikaruniai anak, jadi belum hamil, Airi terkejut saat mendengar Laura hamil duluan. Karena itu Airi berkunjung.


Roun adalah adik angkat Airi, dia diangkat anak saat umur sekitar enam tahunan, sekarang sudah sembilan tahun. Anaknya lucu sekali, dia sangat tampan dan sering ditawari menjadi model. Airi sendiri sampai saat ini masih menjadi selebriti, influencer dan juga model. Karena Airi yang sering menjadi model, makanya adiknya ikut dilirik beberapa produser juga, bahkan ada pula yang menawari bocah itu untuk menjadi idol di beberapa agensi besar.

__ADS_1


Karena Roun masih kecil, jadinya tawaran tersebut masih akan dipikirkan kembali.


Melihat bocah tampan seperti Roun, semangat Laura kembali membara, dia juga ingin memiliki anak setampan itu, atau cantik... laki-laki atau perempuan tidak jadi masalah bagi Laura.


Tapi melihat Kaisar anaknya hanya laki-laki, sepertinya anak perempuan lebih baik.


Laura menghabiskan waktu untuk mengobrol panjang lebar dengan Airi, sedangkan David bermain bersama Roun. Tidak lama kemudian Devon dan Kaisar datang juga.


Laura memohon pada Airi untuk menginap bersamanya, Airi dengan senang hati menerima.


Jadilah malam itu mereka makan malam bersama. Kaisar dan David memasakkan bulgogi dan sukiyaki untuk makan malam.


Setelah berbelanja dengan Wonhi, mengobrol dengan Airi, Laura merasa lebih baik dan stressnya menghilang. Dia jadi lebih ceria dan santai seperti biasanya.


“Aku iri sekali denganmu... bagaimana kamu bisa cepat hamil sedangkan aku yang sudah menikah saja belum... ini karena kak Darren selalu sibuk dan pergi!” keluh Airi.


“Jangan khawatir, dia sangat mencintaimu...” sahut Laura.


Benar, cinta Darren pada Airi itu seperti Dexter mencintai Angel, jadi Laura tidak khawatir. Berbeda dengan David atau Devon, keduanya misterius. Kelihatannya sangat mencintai Ruka atau Wonhi, tapi ternyata tidak seperti kelihatannya. Sesungguhnya Laura merasa sangat bersalah, tapi Laura tidak mau memikirkan hal itu dahulu, karena dia tidak mau stress lagi, nanti berimbas pada janinnya, padahal Laura sudah semangat untuk melahirkan anak lucu seperti Roun, atau seperti Jason anaknya Angel.


Tapi memang lebih baik perempuan setelah dipikir-pikir lagi, ingin Laura jodohkan dengan Jason, atau anaknya Jaden dan Luna, Arvin. Pasti lucu sekali.


“Iya juga sih... aku sendiri percaya dengan kak Darren, tapi tetap saja sedih kan, oh iya – kak Darren bilang mau datang kemari, hehe, nanti kita double date ya? Gimana kalau pergi ke namsan, kamu belum kesana kan? atau mau ke istana juga? Nanti istana dibuka.”


Laura mengangguk antusias, “mau mau! Ke istana, rumah-rumah tradisional dan Namsan!”


“Kamu harus banyak jalan-jalan biar tidak bosan, Laura...”


“Roun juga ikut jalan-jalan!” sahut Roun yang sudah mengatuk.


“Tentu saja, tapi jika kamu tidak sibuk ya?”


Roun menggeleng pelan, “gak sibuk! Semuanya dibatalin, buat jalan-jalan.”


Laura mengusak kepala Roun gemas, “kamu lucu sekali...”


.

__ADS_1


.


__ADS_2