Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
New rivals


__ADS_3

Mereka pun pergi meninggalkan Kesya yang masih menahan emosinya


"Aisss beruntung dia pergi, kalo enggak tadi" sengaja ucapannya digantungkan karena begitu geram sekali rasanya


"Kalo enggak apa ke?" Liona yang sudah selesai membaca menatap sahabat saudara saiton nya itu


"Gpp" Kesya memalingkan wajahnya ke arah lain, dan kembali menatap Liona kesal "Lo aja, kalo baca jangan ngerasa dunia milik sendiri" ucapnya dengan ketus


"Iya iya, sorry"


"Yemima sama Hana kemana?" liona melihat kursi mereka yang kosong tak berpenghuni


"Makanya jangan terlalu asik, mereka tadi disuruh untuk menemui Bu Desi, mungkin tentang olimpiade sains" ucapnya sedikit ketus tapi hanya sebentar


"Oh" jawab singkat Liona


"Lo tau siapa yang menyuruh mereka tadi?" tanya Kesya sambil menaik turunkan alisnya


"Enggak" jawabnya polos bag anak TK "emang siapa?"


"Dia anak 12 IPA 2 sebelah, aku hanya tau nama tengahnya saja yaitu Putra, dan anggota basket" ucapnya dengan semangat


"Teeruss?" liona yang belum konek


"Ihh awamnya lo ini" gerutu Kesya yang baru sadar kalo teman yang dihadapannya ini siswa pintar dalam pelajaran dan minim tentang suka ataupun cinta.


"Iya, emang kenapa dengan si Putra, apa lo suka samanya?" goda Liona

__ADS_1


"Bukan hanya suka tapi gw udah jatuh cinta pada pandangan pertama" ucapannya membuat Liona ingin muntah


"Hoekk, jijiknya gw" Liona memasang muka sok jijik


"Ais lo ini" Kesya melotot dan menoyor jidatnya


"Aduh sakit, woi kecil-kecil cabe rawit" ucap liona sedikit meledek


"Sukak sukak gw"


"Mending cari tentang Putra di Instagram" Kesya memainkan handphone miliknya sangking asiknya sampai melupakan Liona yang hanya diam


"Aduh waktu ge tinggal 3 Minggu lagi dan sama sekali belum ada pergerakan" batin Liona


"Kes gimana caranya biar dekat dengan dia" Liona mencolek bahu kawannya itu


Kesya meletakkan handphone nya. Dia mengerti maksud dari Liona.


"Eh masih sekali woi" ucap liona protes


"Woi kemarin saat lo keluar dari perpus, gak sengaja lo menabrak orang karena lo asik membaca, dan orang yang lo tabrak itu si Leon, lo pergi begitu aja tanpa melihat muka orang tak berdosa itu" ucapnya panjang lebar


"Ha dari mana lo tau?" tanya liona yang keheranan


"Saat itu gw dari toilet dan mau balek ke kelas" tuturnya


"Astaga gw gak memperhatikan wajahnya saat itu" liona memukul jidatnya

__ADS_1


"Makanya jangan baca sambil jalan" omelnya


"trus gimana?" tanya Liona


"Ya lo minta maaf lah samanya, pintar!" ucap Kesya mengejek


"Ya udah besok aja, gw belum ada persiapan" ucap nya santai


"Eh gw ada info penting nih sama lo"


"Apaan" Liona memutar bola mata dengan malas


"Lo taukan Sania, yang three inces di sekolah" Kesya menatap Liona dengan tatapan tak terbaca


"Iya dia kenapa" tanya liona sedikit malas untuk mengurusi sesuatu yang bukan urusan nya, tapi Liona merasa ini sedikit penting


"Dia adalah rival lo" Kesya menunggu reaksi Liona


"Teeruss?"


"Aiss lo ini lama banget koneknya, Sania itu rival lo, dia adalah saingan lo, dia menyukai Leon!!" sedikit menegaskan dalam kata katanya


Liona hanya diam mencerna perkataan temannya ini dan hanya helaan yang keluar dari bibirnya


Liona pun mulai berbicara "Lo tahu dari mana?" muka liona begitu tak bersahabat


"Gw mendengar pembicaraan mereka saat gw ke kantin tadi"

__ADS_1


"Dan Sania sendiri yang bilang kalau dia menyukai Leon dan dia akan mengungkapkan perasaannya kepada Leon saat akhir bulan ini" Kesya mencoba menjelaskan


"Waktunya begitu singkat apakah lo bisa mengalahkan Sania dalam waktu dua Minggu ini?" tanya Kesya yang kelihatan khawatir pada Liona


__ADS_2