
Mereka hanya diam, Liona tiba-tiba merasa gugup untuk membuka percakapan.
"Ada apa?" tanya Leon memecahkan keheningan. Dia menatap lurus tanpa menoleh ke arah Liona.
"Eum itu....." Liona merasa susah untuk berkata. Dia menggerutui dirinya "Ais susahnya mulut ini untuk bekerjasama" suara yang kecil namun masih dapat didengar orang yang disampingnya.
"Ehem ini" Liona menyodorkan kotak yang sedari tadi di genggamannya
"Untuk apa" Leon belum menerima kotak tersebut
Liona berdiri menghadap Leon "Gw minta maaf karena sudah menabrak lo beberapa kali" liona menarik tangan Leon meletakkan kotak itu ke telapak tangannya. Liona berlari meninggal kan Leon yang masih diam seribu bahasa.
"Kebiasaan" Leon tersenyum tipis rada samar ketika melihat Liona yang berlari. Kemabli dia menatap kotak yang sudah di tangannya.
"Ck menyebalkan, awas aja dia merebut nya dari gw"
Tanpa disadari Leon dan Liona, seseorang bersembunyi dibalik pohon dekat mereka. Dia mengintip kegiatan mereka.
Tangannya mengepal membuat kuku kukunya memutih, saat melihat Liona dan Leon duduk bersama. Apalagi dia melihat saat Liona memberi sesuatu kepada Leon.
"Gw gak akan membiarkan nya" ucapnya dan berlalu pergi
Setelah merasa jauh, Liona berhenti berlari dan berjalan santai.
Karena berlari yang cukup jauh tak sadar dia sudah sampai didepan toilet. Merasa bodoh amat Liona memilih masuk ke toilet.
Belum sampai tangannya memegang handle pintu, tiba-tiba saja pundaknya ditarik dengan kuat. Badan yang terkejut membuat tubuhnya mundur kebelakang tak sampai jatuh.
__ADS_1
"Hai" sapa Shila
"Ya?" Liona bingung "Tidak biasanya" batin liona
"Gw hanya bilang, jauhi Leon." ucap Shila ketus "Maksudnya?" tanya Liona yang belum mengerti
"Ck dasar bodoh, gw bilang jauhi Leon!! Apa lo ngerti?" Suara yang tadi pelan kini meninggi
"Emang kenapa? apa urusan lo?" ucap Liona dengan suara tak kala tinggi dari lawan bicaranya.
Liona mengerti pasti salah satu dari mereka melihat dirinya bersama Leon tadi
"Kenapa katamu, lo melukai teman gw" teriak Chika yang tak mau diam saja.
Liona menatap teman yang dikata Chika tadi. Itu adalah Sania dengan muka sedih nya "iyuh menggelikan" gumamnya
" Apa sangkut pautnya jauhi Leon dengan temanmu yang merasa tersakiti?" ucap Liona sambil menatap mereka secara bergantian.
"Ck dasar aneh" Liona memilih pergi "Hilang sudah rasa pingin pipis gara-gara mereka saja" batinnya raut wajah yang begitu tampak kesal
Melihat dua temannya itu ingin mengejar Liona, Sania menatap mereka "Gak usah dikejar, jika dia masih mendekati Leon maka kita kasih pelajaran sama anak itu" ucap Sania dan dianggukkan oleh teman-temannya
...----------------...
✨Malam pun tiba,✨
Di sebuah kamar yang cukup luas, seorang pria yang duduk dipinggir kasurnya sedang menatap kotak yang dipegangnya.
__ADS_1
Saat akan membuka kotak itu ia melihat sebuah kertas yang terselip di bagian tutupnya. Daripada kepo dia pun menarik kertas tersebut dan dia tersenyum saat membacanya.
...•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••...
...Untuk Leonor...
"Hai... mungkin saat ini lo lagi baca surat ini..
Mungkin gw memang sangat ceroboh saat itu..asal lo tau Senin pagi itu gw nabrak lo dan gw menyadari kalau jantung gw berdebaran dan gw kira gw hanya kecapean lari karena mengejar saudara saiton ku.
Entahlah gw gak mengerti
Dan saat didepan perpus gw menabrak seseorang dan itu adalah lo. Gw tau dari Kesya dan lagi lagi gw menunduk 'sorry' lalu pergi.
Jadi gw beri kotak yang berisi cake buatan gw sendiri. Butuh perjuangan.
Jika lo gak menyukainya tolong jangan lo buang, kasih sama gw aja biar gw yang memakannya. 'hehehe'
Gw hanya berani lewat surat namun tak berani bicara secara langsung.
Dan itu aja deh, nanti gw nya yang Gilak karena nulisnya sambil senyum-senyum.
Walaupun gw menabrak lo, gw gak tau gimana perasaan seseorang.
Gw harap lo menerima maaf gw
...Salam dari Liona...
__ADS_1
...{Putri singa} •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••...