Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Curhatan Putra


__ADS_3

"Pagi mom" sapa Liona yang menuju meja makan


"Pagi sayang" sapa balik mommy Alea


Mereka pun sarapan bersama dan hanya ada keheningan. Beberapa menit kemudian sarapan pun usai.


"Kamu jadi nginapnya?" tanya mommy Alea memastikan ucapan putrinya semalam


"Jadi mom"


"Baju dan perlengkapan Liona sudah ada di sana mom, jadi Liona gak repot bawa ini itu" jelas Liona


"Oh kamu ini peka banget sih" ucapnya yang tadi memperhatikan kalo putrinya hanya membawa perlengkapan sekolah saja.


"Ya udah mom, Liona berangkat dulu" Liona menyalam mommy Alea "Hati-hati"


Liona pergi menaiki mobil.


Pak Harto yang sudah duluan menunggu dalam mobil " Brangkat pak" titah Liona


"Baik non" mobil pun melesat pergi meninggalkan mansion dengan kecepatan sedang


...***...


Liona melihat sekeliling dan meras aman diapun keluar dari mobil


"Makasih pak" Liona turun agak jauh dari sekolahnya "Iya non"

__ADS_1


Liona memang sengaja diturunkan agak jauh dari sekolah hal tersebut untuk menutupi identitas nya.


'Fiuh' untung masih sepi" gumamnya sambil berjalan menuju sekolah. Cukup lama tapi sudah terbiasa.


Liona yang sudah sampai tidak langsung ke kelas. Melihat jam di pergelangan tangannya "Masih lama" gumamnya


Dia berjalan menuju taman dan duduk di kursi taman. Liona memasang earphone sambil membaca buku.


Kebiasaan Liona saat membaca buku tidak tau tempat. Dia tertawa saat membaca, dan sesekali bermonolog sendiri mempraktekkan gaya bicaranya.


Hak tersebut dilihat oleh seseorang sedikit senyuman samar di bibirnya kemudian pergi.


"Kelihatannya sebentar lagi akan masuk" gumam Liona ia pun beranjak pergi menuju kelasnya


...***...


"Nih ada surat untuk lo" Kesya memberikan kertas yang terlipat rapi


"Dari siapa?" tanya Liona setelah menerima surat tersebut "Entah tadi pagi saat aku datang surat ini udah ada, dan kupikir lebih baik kau aja yang baca" jelas Kesya dan di angguk Liona


Liona membaca surat tersebut "jumpai gw di kelas 12 IPS 1 sepulang sekolah" Liona menyergitkan dahinya saat membaca kertas tersebut "Siapa yang nulis ini'?" gumamnya


"Apaan isinya Li?" Kesya mengambil kertas tersebut. Sebuah pesan singkat "ni kayaknya lagi kurang kerjaan banget" Kesya memasang muka judesnya


"Gak usah diladeni Li" usul Hana


"Iya betul itu pasti yang nulis lagi gabut" canda Yemima

__ADS_1


"Tenang-tenang, gw akan tetap kesana pulsek nanti. Jika terjadi sesuatu gw akan telepon kalian, rasanya gw lagi di tantang. Gw suka tantangan" wajah Liona kelihatan serius, melihat itu teman-temannya mengangguk " Ya Udah kalo lo kenapa-napa langsung telepon" balas Yemima


...***...


Disisi lain diruang OSIS


"Eh we gw mau curhat nih sama kalian" ucap Liona kepada teman-temannya


"Curhat apaan?" tanya Oscar


"Gw lagi merasakan jatuh cinta" tuturnya dengan memasak wajah sok b aja


Oscar membuat wajah jijik ketika mendengar penuturan temannya ini.


"Gw serius woi" Oscar pun mengangguk "Lanjutkan!"


"Dia itu anak kelas kalian" ucap Putra


Mendengar itu Leon yang sedang memainkan handphone nya menoleh menatap Putra


"Apa lo lihat-lihat, gw menyukai anggota kelas kalian. Itu bermula saat kita tanding basket. Saat itu di dan teman-temannya menjadi suporter tim kita" Putra terkekeh mengingat tingkah lakunya saat itu. "Suporter bar-bar" tambahnya


"Emang dia siapa? Apa salah satu dari three inces itu? Mereka kan suporter kita kemaren" tanya Oscar


"Ya enggak lah, walaupun mereka cantik tapi bukan itu, mereka ada empat orang" ucap Putra


Oscar dan Leon yang mendengar itu menautkan alisnya sambil menatap Putra

__ADS_1


"Siapa namanya" kali ini Leon yang bertanya


__ADS_2