Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Pertemuan yang tak terduga


__ADS_3

Karena gak belajar Kesya mendatangi meja pak FA "pak FAk, eh keceplosan maksudnya pak FA gas ludo" ajak Kesya


"Kuy lah gas kuen" ucapnya sambil menggebrak meja


"Taruh berapa pak?" tanya Kesya sebelum kembali ke mejanya


"Lima ribu aja, lagi bokek"


"Oghey pak, bentar manggil yang lain" Kesya menghampiri ketiga temannya itu "Woi gass taruh lima ribu" ucap Kesya


"Gas lah"


Mereka berempat menarik kursinya kedepan "Kuy pak" Kesya meletakkan handphone nya di atas meja


"Gw hijau" ucap Kesya


"Aku kuning" ucap Hana


"Merah" ucap Yemima


"Gw biru deh, bapak aja warna jingga" ucap Liona "Serah sih, ya udah gass lah"


Permainan kocak pun dimulai mempertaruhkan uang lima ribu demi bisa beli bakso mang Dadang.


"Peraturan seperti biasa, kota berhenti ketika bel istirahat bunyi" jelas Yemima


"Enam, his kenapa gak enam" rengek Kesya


"Enam"


"Enam, yes gw dapet enam, akhirnya gw keluar dari kandang" punya Liona pun keluar tetapi ketika dipencet lagi hanya maju 1 langkah saja "hah GPP lah"


Game pun terus berlangsung untuk memperebutkan siapa juara pertama. Game pun selesai dengan bel istirahat yang bunyi


"Yes horee, gw menang lagi, meh meh lima ribu" ucap liona dengan semangat

__ADS_1


"Huh gak papa deh anggap aja kasih penghargaan untuk siswa yang berprestasi dalam pelajaran dan taruhan" ucap pak FA


Temannya yang lain malah cengengesan melihat Liona yang selalu menang


"Asek dapat dua puluh" liona memamerkan pendapatan dari taruhannya


Mereka berempat kembali ke meja mereka.


Didepan "Oke anak-anak, sampai di sini kegabutan kita, boleh istirahat"


"Oke pak"


...***...


"We gw keluar dulu ya" ucap Liona


"Mau ngapain?" Tanya Kesya "kantor BP sekalian nyari Feby, lo mau ikut?"


"Gak ah malas, mending rebahan" ucap Kesya yang malah meletakkan kepalanya ke atas buku


Liona berjalan keluar sambil mencari Feby. Feby merupakan sekertaris kelas mereka. Liona terus melihat ke kanan dan ke kiri "Dimana ya dia kok langsung hilang" gumamnya


*


*


*


Karena keasikan mencari Liona menabrak seseorang, lebih tepatnya saling menabrak. Hal tersebut membuat tubuh Liona kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Dengan sigap orang tersebut menangkap tubuh Liona.


"Lo gak papa?"


"Gw gak papa, sorry gw ga-" ucapan Liona berhenti ketika melihat wajah sosok yang ia kenal


"Lo macam gw kenal tapi gw lupa" ucap Liona

__ADS_1


"Gw-" pria tersebut ingin ngomong tetapi terpotong


"Bentar gw ingat ingat dulu" Liona mengangkat tangan kanan Liona untuk mengisyaratkan


Liona masih berusaha mengingat ngingat siapa pria didepan nya ini


"Mas-" lagi ucapannya terpotong oleh Liona. Kini telunjuk kanan nya berada dibibir pria tersebut


"Lian, Lo Ian gw kan? Ian yang gw kenal kan?" tanya Liona terkejut akan kenyataan


Dan pria yang ditebak bernama Lian mengangguk membenarkan ucapan Liona


"Ian Lo ngapain disini?" Tanya Liona


"Gw pikir lo kagak kenal sama gw lagi" ucapnya


"Ian, ini beneran Lian Candra? tanya Liona yang masih kurang percaya


"Iya lah siapa kalo bukan Lian sepupu Lion"


"Lo kagak rindu sama gw" tambahnya


"Ya rindu lah sepupu gw yang ganteng"


Lian melebarkan tangannya untuk memeluk Liona "Ets tahan dulu, area terlarang, kawasan sekolah dilarang pelukan" tegas Liona


Mendengar itu tangan Lian langsung diturunkan


"Huh gini amat sih" gumam Lian


"Anterin gw ke ruang BP, sekolah Lo terlalu besar untuk gw" pinta Lian


"Gw juga mau kesana" ucap Liona


"Lo gak buat dosa kan sampe sampe masuk BP" Lian mencipit kan matanya menatap Liona curiga

__ADS_1


__ADS_2