
Liona pun tidak lagi bertanya "Bodolah yang menting gw keluar dulu dari sini" batin Liona
Walau tidak mengenal orang tersebut, Liona tetap memeluk leher nya. Mengingat tubuhnya masih lemah dia takut terjatuh. "Kok malah nyaman ya?"
Mereka akhirnya sampai ke bawah. Leon menurunkan liona. "Pakai ini" Leon memberikan helm
"L-lo" pekik Liona ketika melihat wajah yang begitu familiar "Ck" tanpa ba bi bu Leon langsung memasang helm ke kepala Liona.
"Apa kau tetap berdiam disitu" Liona menggeleng "Gu-gw masih pake rok" Liona memalingkan wajahnya malu mengingat tingkahnya yang manja "Hilang udah pendirian gw" batin liona
"Ini" Leon melepaskan jaketnya dan memberikannya kepada Liona "makasih" jaket pun diikat ke pinggangnya
'krruk' bunyi perut liona "Astoge ni perut gak bisa di ajak kompromi, mana perih pula"
"Naiklah perut Lo perlu diisi" ajak Leon yang melihat wajah Liona yang menahan kesakitan diperutnya
Dengan wajah malu Liona menaiki motor Leon.
"Pegangan" perintah Leon
Mendengar itu membuat Liona kikuk "Lakukan atau enggak ya? Tanya Liona dalam batin
'Brum' Leon mengas membawa motor dengan kecepatan tinggi.
"Aaa" Dengan refleks Liona langsung memeluk pinggang Leon
Padahal Leon menyuruhnya pegangan ini malah meluk.
Motor pun berhenti tepat di Cafe gold
Leon melepaskan helm dan diikuti Liona.
"Eh ngapain kesini ya" batin Liona
__ADS_1
Melihat kebingungan di wajah Liona, Leon menarik tangan Lion untuk masuk kedalam. "Kita makan disini" ucapnya mendengar itu Liona hanya mengangguk
"Lo mau apa biar gw pesan" tanya Leon
"Hm apa aja boleh yang menting gak pedas" ucap Liona yang tak banyak meminta
"Lo tunggu disini, gw pesan dulu"
Setelah Leon pergi Liona merasakan seperti ada yang sedang memperhatikan nya. Liona melihat sekeliling nya ternyata yang melihat nya diam diam itu adalah Alex, kakaknya Liona. "Mampus" gumamnya pandangannya segera berbalik karena Leon sudah kembali.
Hanya ada keheningan diantara mereka Liona yang merasa masih malu akan sikap nya tadi. Dan Leon yang terus menatap intens mata Liona.
"Gw..."
"Gw..."
Ucap mereka serentak
"Lo duluan"
"Lo duluan"
"Gw mau nanya dari mana Lo tau kalo gw terkunci di kelas?" Tanya Liona menyelidik
"Yemima" ucap Leon singkat padat dan gak jelas karena tidak dijelaskan
"Hah ohh" Liona mengangguk
"Dan kenapa Lo menyelamatin gw saat itu" tanya liona lagi
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Leon terdiam
"Iya ya kenapa gw membantu dia?"
__ADS_1
Leon sendiri bingung mau jawab apa
"Hei gw tanya itu dijawab kok malah diam"
"Gw bantu lo karena lo itu sekelas gw, dan sebagai ketos gw gak mungkin biarin hal semacam itu" ucap Leon panjang lebar
"Oh"
"Bodoh gw ngarap kalo dia khawatir sama gw.
Alasannya memang benar itu mungkin rasa peduli sebagai ketos" batin Liona
"Jangan melamun pesanan udah datang cepatlah makan perut Lo pasti sakit" ucap Leon
"Makasih atas kepedulian lo" balas Liona
Beberapa menit kemudian makan mereka pun selesai.
"Ayok gw antar lo pulang"
"Gak usah gw punya kenalan disini, gw bisa numpang samanya" tolak Liona
"Oh kalo gitu gw balik" Leon melangkah pergi
"Tunggu" ucap liona menghentikan langkah Leon
"Terimakasih karena membantuku tadi" ucap liona
"Ya sama sama, gw balik"
"Hati hati Leon" ucap Liona ketika melihat motor milik Leon yang telah pergi jauh
"Ehem ehem lagi ngapain nih?" tanya seseorang yang dari tadi memperhatikan Liona dari arah kasir
__ADS_1