
"Ya kali gw suka sama sepupu gw, tapi gak papa lah mana tau ada cowok yang suka sama nya, bisa gw panas panasin" tawanya dalam hati
"Oh jadi karena itu Lo nyuruh gw pindah kebelakang" rasa kesal kembali menyelimuti dirinya. Terlihat wajah super judesnya menatap Lian
"Ya sorry, demi cinta" balas Lian
"Kagak, demi sepupu" batinnya
Dari arah dapur Liona yang sudah selesai memesan berjalan kembali ke meja mereka.
"Pesst jangan kasih tahu ke Liona, ini hanya rahasia kita berempat" bisik Lian
Dan para gadis mengangguk walau belum terlalui ngeh.
"Kalian bicara apa kok asik banget" ucap Liona sambil menarik kursi kosong di samping Lian.
"Ada deh"
"Iye kee?, macam tak betul je" Liona menatap satu persatu dari mereka
...***...
Tak butuh banyak waktu, hidangan yang dipesan Liona telah siap. Ternyata Liona memesan jenis makanan yang begitu banyak.
"Santai woi, mulutnya tolong ditutup nanti masuk lalat" ucap Liona
Untuk kesekian kalinya teman-temannya itu melongo keheranan
Mereka bertiga serentak menutup mulut dengan tangannya takut kemasukan lalat.
"Makan yuk, dah lapar perut gw ini"
Mereka berlima pun makan. Menyantap makanan yang sungguh lezat.
Setelah menyantap habis. Liona menepuk tangannya. Tampak dari arah dapur, para pelayan berjalan menuju meja mereka sambil membawa mangkuk berisi sub buah dan puding dingin.
"Kita seperti makan di resto aja ya" ucap Hana
__ADS_1
"Han Lo belum sadar juga ya, tempat ini memang restoran. 'Cafe Gold' hanya sebutan nya saja" jelas Liona
...***...
Setelah pulang dari acara makan-makan. Liona bergegas pulang dan mengganti pakaiannya dengan pakaian casual.
"Mom, Lion pergi dulu ya mau ke GOR lihat teman yang lagi latihan"
"Iya hati hati" ucap mom Alea
Belum sampai ke pintu mom Alea bertanya
"Oh iya katanya Lian pindah ke sekolah kamu ya?"
"Iya mom kami sekelas bahkan sebangku lagi"
"Apakah Tante dan om juga pindah kesini mom?" Tanya Liona penasaran
"Kemungkinan mereka hanya singgah aja. Tidak pindah, maklumlah Om mu sibuk dengan pekerjaannya." Jelas mom Alea
"Mom boleh gak Lian tinggal disini? Boleh ya mom. Aku kesepian gada teman kalo kak Alex, dia selalu sibuk dengan kuliahnya" Liona memelas memohon dengan memberikn alasan alasan agar mommy nya memberikan ijin.
"His kamu ya, terserah kamu aja, kalo dia mau boleh-boleh aja"
"Oke mom, ya udah Lion pergi dulu ya"
#GOR
"Tumben Lo ngajak kita ke sini" ucap Kesya
"Emang kita mau ngapain?" Tanya Hana
"Lo macam kagak tahu aja, inikan tempat latihan gebetan Lo dan Lo" Liona menyenggol pelan pundak Kesya dan Hana
Walau pelan tapi tubuh mereka maju beberapa langkah
"Santai sis, santai Lo tahu kan kalo badan kami ini kecil, pendek dan imut, beda dengan badan Lo yang tinggi" ucap Kesya sedikit menegaskan perkataannya.
__ADS_1
"Oh" balas Liona yang gak mau peduli
"Btw itukan gebetan Lo bertiga bukan gw, jadi kenapa gw ikut?" Tanya Yemima
"Gapapa sekalian nyari cogan yang cucok untuk Lo" Liona melirik sekilas dan tersenyum simpul kearah Yemima
Mereka pun duduk ditempat khusus untuk penonton
Mereka fokus pada pandangan mereka sendiri. Beda dengan Yemima yang sibuk memainkan handphone nya. "Tidak ada yang menarik disini" pikirnya
"We we itu bukannya murid baru, siapa namanya eeee oh Liam" ucap Kesya
Mereka bertiga mengikuti pandangan Kesya. Dan memang betul ternyata Lian juga ikut main basket.
"Woi namanya bukan Liam tapi Lian" protes Liona
"Ah sama aja beda m dan n aja, kalo enggak tetanggaan kok, sebelas duabelas" ucap Kesya
"Serah Lo awas jangan ceplas-ceplos ntar kepala Lo kena jitak" ucap Liona memperingatkan
Mereka lanjut untuk nonton
"Wih kenapa tambah cool ya" batin Liona
Pandangannya fokus menatap ke arah Leon.
Merasa dilihatin Leon menatap sekilas kearah Liona membuat tatapan mereka bertemu.
Jantung Liona berdetak kencang dia memegang dadanya yang seperti ingin meledak. Karena gak kuat ditambah dia merasa malu, Liona memalingkan pandangannya ke sembarang tempat.
Leon yang melihat itu tersenyum simpul.
"Pipi Lo kenapa kok merah gitu?" Kesya meletakkan tangannya ke pipi Liona "Apa Lo lagi sakit?"
"Gak papa mungkin panas, ruangan ini kan tertutup" jelas Liona
Kesya hanya mengangguk memang benar panas karena ruangan ini tertutup.
__ADS_1