
Oscar dan Leon yang mendengar itu menautkan alisnya sambil menatap Putra
"Siapa namanya" kali ini Leon yang bertanya
"Itu dia, namanya yang belum gw tau" wajah Putra seketika lusuh dan letoy
"Tapi gw tau ciri-ciri nya" seperti tersengat listrik wajahnya kembai segar "Dia punya wajah judes"
Mendengar itu Oscar pun menghela nafas lega. Beda lagi dengan Leon yang memasang wajah tak terbaca
"Oh itu sih, kalo diantara mereka berempat hanya dua orang yang memiliki wajah julid tapi yang membedakannya Liona berwajah judes."
"Tapi Kesya berwajah dan bersifat super judes." Jelas Oscar
...•••...
'Hacimm' tahyul apakah ini siapa yang membicarakan gw" gumam Kesya kuping sebelah kirinya terasa panas
...•••...
"Oh dan tubuhnya pendek ih gemesnya" ucap Putra
"Asli betulan lo suka yang jenis seperti dia?" tanya Oscar tak percaya
Putra mengangguk membenarkan ucapan temannya "Itu adalah Kesya, Kesya Nastania yang super duper julid" terang Oscar
*
__ADS_1
"Hacimm' siapa sih yang selalu membicarakan gw" ucap Kesya geram dia keluar dari toilet, wajahnya yang tak pernah bosan memasang muka judes.
"Ha benarkah namanya Kesya Nastania?" putra bertanya ulang dari penjelasan Oscar tadi. Oscar mengangguk kan kepalanya. Dengan semangat membuka aplikasi di android miliknya.
Leon yang mendengar ocehan teman-temannya itu sedikit merasa lega, entah apalah yang di lega kan nya.
...***...
Di Kantin
Di meja kantin disitulah three inces sedang berkumpul membicarakan topik yang lagi hot.
"Gimana San, apa lo udah menyatakan perasaan lo ke Leon?" tanya Chika
Mendengar pertanyaan itu Sania menggeleng kepala "Entahlah gw sedikit kurang yakin mungkin gw harus melewati tahap pendekatan" ucap Sania
Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka
...***...
"Liona" Yemima mencolek pundak liona
liona yang dicolek menoleh ke arah belakang kursinya "Apa yem?" tanya Liona
"Gw punya ide, biar lo dekat sama si ketos dingin itu" ucap Yemima dan tak lupa dengan senyum devilnya
Liona yang melihat itu sedikit bergidik "Berhentilah menunjukkan senyuman itu lo membuat bulu kuduk gw berdiri" Liona menatap tajam kearah Yemima "Dan apa ide lo itu?" tanya Liona to the point
__ADS_1
Yemima melihat tatapan orang yang didepan nya itu langsung segera menurunkan senyumannya "Bahkan tatapan lo seperti ingin menyiksa dan membunuh gw" batin Yemima
Walau senyuman Yemima mengerikan, dan muka Kesya yang judes tapi itu semua tidak sebanding dengan Liona dia memiliki aura yang mengerikan tatapan tajam yang menakutkan bagi orang yang melihatnya.
"ehm ehm, coba lo minta diajarin main basket sama Leon, dia kan captain basket" terang Yemima
"Ide bagus" ucapan dengan mimik wajah yang tak sesuai, Liona memasang wajah tak terbaca
"Lo ini jika bagus seharunya lo senang, lompat-lompat sambil kayang jungkir balik, lah ini malah masang mimik wajah tak terbaca" keluh Yemima
"Tenang, jika ide lo berjalan mulus gw akan ikut saran lo, apa tadi lompat-lompat sambil kayang dan dan apa tadi itu ya" Liona mendadak melupakan kata kata selanjutnya
"dan jungkir balik" ucap Kesya yang tiba tiba saja muncul
"Iya-iya dan jungkir balik" ucap Liona yang sudah mendapatkan kata yang hilang dari pikirannya
"Nanti aja gw menjumpainya, dia kan lagi rapat OSIS" balas Liona
'teng nong neng nong' bel masuk pun berbunyi. seluruh siswa memasuki kelas masing masing
"Eh tu cowok dingin lo udah masuk" goda Kesya
"Woi masih belum" sangkal Liona "tapi nanti pasti" timpalnya
Suara bising dikelas pun mereda. Kelihatan semua siswa terlihat diam tak berani berbicara. Bahkan bergerak pun tak berani
Kala seorang guru memasuki ruang kelas dengan kacamata yang bertengger di wajahnya.
__ADS_1