
"Huh begitu sulitkah untuk menggapai mu" gumam Liona dengan suara kecil tapi masih bisa didengar Kesya dan membuatnya tersenyum
"Tenanglah jika lo tidak menyerah kami akan membantu lo"
Liona terkejut saat menoleh kebelakang ternyata itu Hana dan Yemima
"Hehehe baiklah karena kalian mau menolong gw, gw gak akan menyerah, terimakasih besty kuh yang cantik-cantik" liona memeluk ketiga sahabatnya itu ada sedikit rasa lega bagi Liona
......................
"Bik Lun ajarin Lion buat cake yang enak dan sehat" pintanya "dan ingat ajarin aja bukan bantu buat" tegasnya
"Aman non" ucap bik Luna
Liona melakukan sesuai instruksi dari bik Luna dan cake nya sudah masak dan matang dan kelihatan enak dan sehat menurut Liona.
Atas bantuan bik Luna,
Liona membuat cake yang lumayan banyak "Hm ini untuknya dan yang ini untuk para sahabatku" Liona memegang 2 kotak yang berisi cake yang dibuatnya tadi
"Aku makan satu ya bik, sisanya untuk bibik aja, dan terimakasih ya bik karena sudah mengajariku" ucap liona tersenyum lebar
"Iya non, bibik senang kok bisa ngajarin nona Liona, ngitung ngitung biar nona jadi pande masak" bik Luna membalas senyuman liona
"Iya bik" liona mengangguk membenarkan.
__ADS_1
......................
Dalam kamar liona, dia sedang duduk dimeja belajarnya
"Apakah Leon akan menerimanya" Liona yang tengah memikirkan perkataan Kesya saat disekolah tadi
"Jangan berpikir untuk kalah Lion, ingat bukan hanya mengejar Leon, ada sahabat lo yang terus membantu dan mendukung lo, maka buat dukungan itu agar tidak sia-sia" ucapnya
"Gw harap besok dia menerima maaf gw" liona beranjak ke ranjang king size miliknya, dia merasa sangat letih dan memutuskan untuk istirahat
......................
Pagi ini begitu cerah, matahari yang tak pernah lupa untuk bercahaya menyinari dunia. Hari cerah tapi tidak dengan Liona. Kepalanya pusing dan wajahnya kelihatan pucat
Liona berangkat ke sekolah walau tadi sempat mommy Alea melarang karna melihat wajah putrinya yang pucat namun liona tetap bersikeras untuk tetap pergi ke sekolah.
Liona yang telah sampai di sekolah berjalan sedikit pelan ke kelasnya tak lupa membawa kotak yang semalam sudah disiapkan nya.
Sesampainya di kelas
"Pagi pren" sapa Liona walau dia masih merasakan pusingnya dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja didepan temannya
"Pagi juga, eh itu muka kenapa kok pucat bener?" tanya Yemima khawatir
"Gpp, mungkin karena cuaca cerah mungkin" jawabnya asal
__ADS_1
"Ais bisa pulak lo" ucap Kesya
"Eh itu apa yang kamu bawa?" tanya Hana sambil menunjukkan kotak yang di pegang oleh liona
"Oh, ini sama kalian" liona menyodorkan kotak cake pada temannya
"Itu kalian bagi bagi, dan yang ini untuk seseorang" liona mengangkat kotak yang dipegang tangan kirinya
"Woi kes" bisik Yemima memanggil Kesya
"Apaan"
"Coba tebak kotak itu akan dikasih sama siapa?" Yemima memajukan bibirnya kedepan menunjuk kotak yang dipegang liona
"entahlah" ucap Kesya yang memang tidak terlalu peduli
"Woi gak usah bisik-bisik, kata mama bisik-bisik anak setan" ucap Kesya berlagak seperti mama Tasya, mamanya Hana
ketiga temannya terkekeh melihat tingkah kawannya itu
"Ini untuk sidingin sebagai permohonan maaf gw ke dia" liona meletakkan kotak cake di mejanya
"Lion ini siapa yang buat?" Hana menunjuk cake bekas gigitan nya
"Gw, gimana enak gak?" tanya Liona
__ADS_1
"Enak banget Lion, jujur pake buanget buanget" serentak mereka tiganya
"Lain kali ge bawa yang banyak deh" liona melihat kalo cake yang udah habis