
"Apaaa?" teriak nya lagi "kenapa sih Lo suka banget teriak, sakit kuping gw ini woi" Alex sudah mulai geram
Bukan menjawab Yemima malah mematikan telepon secara sepihak "Astaga kagak jelas dah, mending gw chat aja tu anak" gumam Alex
...***...
Yemima kembali mengingat kalo temanya itu pergi karena hal konyol.
"Astoge Liona Lo buat gw khawatir aja sih, gimana nih, oh iya Leon Leon." Yemima mengotak ngatik ponsel nya mencari kontak ketos dingin itu.
"huh untuk gw simpan nomornya" ucap Yemima lega
Nomor yang dihubungi berdering. Tak menunggu waktu lama, telepon pun tersambung. "Leon lo dimana? Apa lo masih disekolah? atau lo udah pulang?" Yemima melemparkan banyak pertanyaan
"Siapa?" tanya Leon dingin
"Woi gw sekelas elo, gw Yemima, ingat gw Yemima" tegas Yemima karena kesal
"Oh, gw dah balik, kenapa?" tanya Leon to the point
"Lions belum balek hingga kini, seseorang menyuruh nya datang ke kelas 12 IPS 1" jelas Yemima "Halo Halo woi Leon" kesal Yemima
"Gw harap tu anak nemuin Liona" gumamnya
__ADS_1
...***...
Leon mematikan teleponnya tanpa mempedulikan lawan bicaranya.
Sedikit raut khawatir pada wajahnya.
Dia berlari menyambar kunci motor di atas nakas. Dia pergi dengan kecepatan tinggi tak lupa membawa helm. Beruntung suasana jalan yang udah sepi, karena jauh dari perkantoran ataupun pabrik.
Sesampai di area sekolah. untungnya Leon membawa kunci cadangan gerbang sekolah.
Dia langsung berlari ke lantai 3, setelah memarkirkan motor nya. Walau jauh dan panjang tangga Leon tetap melaju tak berhenti.
Sesampainya di depan kelas 12 IPS 1, Leon mengetuk pintu dengan kuat. "Liona apa lo ada didalam" teriak Leon yang masih menggedor pintu
Matanya terus memperhatikan sekeliling sudut ruangan. Matanya membelak saat melihat tubuh seseorang yang terduduk tanpa ada pergerakan.
dengan cepat Leon mendobrak pintu. Walau agak kesulitan tapi pintunya berhasil dibuka
'brak'
"Astaga Liona" Leon terkejut bahwa yang sedang pingsan dilantai adalah Liona.
"Hei hei Liona bangun" Leon menepuk pelan pipin pucat Liona. Hal tersebut membuat Liona sedikit tersadar
__ADS_1
"Kak, kak Alex, Lion takut" lirih Liona. Ruangan yang gelap membuat wajah Leon tak terlihat dengan jelas. Tapi entah kenapa firasat Liona kalo seseorang yang didepannya adalah kakak nya. Tanpa curiga Liona memeluk erat tubuh Leon "Kak Alex bawa Lion keluar dari sini" pintanya dengan lemas
"Siapa Alex?" batin Leon
Karena dipeluk Leon menjadi merasa kaku
"Tenanglah aku disini, aku akan membawamu keluar dari tempat ini" ucap Leon menenangkan sambil membalas pelukan Liona. Tangannya mengelus pundak Liona dengan lembut
"Apakah lu sanggup jalan?" tanya Leon
Liona menggeleng kepala "Tidak, apa kakak gak lihat apa kalo Lion ini baru sadar dari pingsannya dan masih lemas" Ucap Liona kesal tapi masih tetap memeluk tubuh yang dia pikir itu kakaknya
"Ayolah kak Alex yang ganteng nan baik, aku masih lemas, aku mau di gendong" ucap Liona manja
Leon sedikit terkekeh dan menggeleng kepala melihat tingkah Liona yang imut menurutnya. Merasa aneh, dia yang dipanggil 'kak Alex' apalagi melihat sifatnya yang 180⁰ berbeda "Apakah dia memiliki kepribadian ganda" gumam Leon
"Peluk leherku, aku akan menggendong mu dibelakang" ucap Leon, Liona hanya menangguk karena sakit diperutnya belum hilang
Saat Leon memutar badannya Liona memeluk leher Leon. "Pegangan yang kuat" Liona mengangguk
Liona sedikit bingung " Ada yang aneh" liona membatin liona mengendus ke leher Leon "Apa Lo ganti parfum kak?" tanya liona "Gak" jawab Leon singkat
"Kenapa suaramu asing dan dan kenapa di kupingmu tidak ada tindik?" tanya Liona lagi
__ADS_1
Hatinya sudah mulai tak karuan karena tidak mendapat jawaban dari pria yang menggendongnya "Si-siapa kau? turun kan aku,kau bukan kak Alex" ucap Liona sedikit meronta "berisi, mau gw masukin lo kelas tadi mau?" ucap Leon mengancam