
Saat Liona berjalan ke luar tidak jauh dari luar Leon berlari ngos-ngosan menuju kearah nya.
"Lo dari mana aja?" Tanya Liona berusaha menutupi kesedihan dan kekesalannya "sorry Lo pasti nunggu lama ya?" Tanya Leon sambil mengatur nafasnya. Bukan karena tidak kuat lari tetapi dia dari toko ke toko untuk melakukan sesuatu.
Liona mendengus pertanyaannya selalu saja seperti itu "Entah deh, gw mau balik" ucapnya cuek bebek
"Jangan pergi, ikut gw" Leon menarik tangan Liona berjalan menuju restoran yang terlihat sepi, bisa dibilang tidak ada pengunjungnya.
Liona merasa risih dengan cara Leon memperlakukannya. "Lepas! Kita mau ngapain disini?"
"Sorry mendadak" ucapnya
Liona menyergitkan keningnya "mendadak" ucapnya mengulangi perkataan Leon
Tiba-tiba Leon berlutut sambil menyodorkan setangkai bunga rose dan sebuah kotak berisi coklat. "Ini memang mendadak" ulangnya lagi
"Semenjak gw lihat Lo di resto, dan ketika Lo gak sengaja nabrak gw. Jantung gw berdebar kencang dan ketika Lo kasih cake ke gw, gw ngerasa senang banget..... Ternyata sadar gak sadar gw udah jatuh cinta sama Lo, gw suka Lo"
"Dan ketiga Lo dekat dengan Lian dada gw begitu sakit apalagi mendengar panggilan akrab yang Lo sebutin" ucapnya tapi dalam hati
"Jadi Lo mau gak jadi pacar gw?" Tanya Leon
Ini pertama kalinya dia banyak mengeluarkan kata kata dan ini pertama kalinya dia menyatakan perasaannya
__ADS_1
"jika Lo terima perasaan gw ambil bunga ini, jika tidak maka ambil kotak ini" ucap Leon
"Wow aku mimpi apa ini. Tuhan jika ini mimpi tolong jangan banguni aku" gumam Liona
"Gw.." Liona bingung mau ngomong apa sangking senangnya karena cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan
Leon menutup matanya menantikan jawaban yang dia harap "Gw...."
"Gw ambil ini," Leon membuka matanya. Dia menghela "Sepertinya gw gagal" lirihnya. Liona memilih kotak berisi coklat tetapi "dan ini." Liona mengambil bunga rose yang cantik menurutnya. Mata Leon tiba tiba ngejreng karena Liona memilih kedua-duanya.
"Jadi Lo mau jadi pacar gw?" Tanya Leon yang belum percaya
"Menurut Lo gimana" Liona menjulurkan bunga dan kotak yang sudah beralih ke tangannya. "Kalo gw terima bunganya aja kan kasian coklatnya nanti malah di buang" celetuknya
"Gw boleh meluk Lo gak?" Tanya Leon ingin memastikan
"Liona mengangguk dan berkata "boleh tapi mata Lo ditutup"
Leon melebarkan tangannya dan Liona maju mendekati Leon yang sedang memejamkan matanya. Dan 'hap lalu ditangkap' Liona memeluknya. Belum sampai Leon membalas pelukan Liona langsung melepaskan pelukannya
"Tidak boleh lama-lama" ucap liona disertai tawanya. Dia tersenyum merasa senang karena harapannya telah terkabulkan. Leon hanya terkekeh melihat tingkah Liona "Begini rasanya jatuh cinta" pikirnya Dia mengelus rambut Liona dengan lembut
"Jadi kita udah sah pacaran?" Kini Liona yang masih belum percaya
__ADS_1
"Hm" Leon mengangguk sambil menatap pacar barunya itu.
"Tadi gw pergi untuk membuat ini semua. Sorry sebenarnya ini pertama kalinya gw suka sama cewek" Liona menatap heran ke arah Leon ketika mendengar kalo dia baru pertama kali menyukai cewek "jadi selama ini?" tanya Liona dalam hati
Dia mengerti dengan tatapan Liona kepadanya
"Ini pertama kalinya gw ngerasain yang namanya jatuh cinta, dan itu Lo. pertama kali suka bukan berarti gw cowok gak normal, gw masih normal kok" jelasnya
"Ahahah" Liona tertawa ngakak mendengar penuturan Leon
"Sorry gw nembak Lo dengan cara gitu, karena gw gak ngerti gimana cara pengungkapan. Maklumlah kalo gw orang yang kaku" Leon berucap jujur walau seyuyur-yuyurnya Liona tetap percaya dengan ucapnya
Liona melihat hiasan restoran yang kelihatan tertata dengan romantis dan melihat dalam ruangan ini hanya terdapat saru meja dan sepasang kursi.
"Au romantis banget" gumamnya
"Hidangan ini kelihatannya enak banget ya" Liona memberi kode
"Eh silahkan duduk tuan Putri" ucap Leon seperti pelayan
"Bisa aja Lo"
Mereka pun menyantap makanan yang bukan enak tetapi romantis.
__ADS_1