
"Emang kapan kamu kasih Li?" tanya Hana
"Selesai lomba nanti, kan hari ini ada pertandingan basket antara tim dua belas melawan tim sebelas" ucap Liona menjelaskan
"Gw harap maaf lo diterima" ucap Kesya berharap. Liona hanya mengangguk-angguk kan kepala nya
"Oh iya gimana tentang olimpiade itu, siapa saja yang akan ikut?" tanya Liona basa basi
"Gw, Hana dan Oscar, kami mewakili kelas 12, dan kami ambil olimpiade sains dan kimia" ucap Yemima sedikit menjelaskan
"Haduh beginilah kalo anak pintar pelajaran yang tentang begitu begitu" keluh Kesya dan diikuti Liona yang hanya menghela nafasnya
Liona dan Kesya bukannya tidak pintar, mereka bahkan melebihi Hana dan Yemima ataupun di kelasnya. Namun mereka malas mengikuti olimpiade yang hanya antar sekolah di kota nya, mereka hanya mau mengikuti perlombaan di luar kota, alasannya karna ingin jalan-jalan dan merasa tertantang Memang aneh...
......................
"We kalian ikut nonton gak?, sekalian jadi suporter" ajak Liona memberi usul
"Boleh tu sekalian.." Kesya menaik turunkan alisnya. Liona melihat tingkah temannya itu sudah mengerti akan maksudnya
"Pasti mau lihat Putra, emang gimana sih orangnya sampe bisa membuat saudara saiton ini jatuh cinta?" batin Liona
" Ck lo u pasti mau lihat si Putra kan?" Goda liona
__ADS_1
"Hehehe, mungkin" Kesya membenarkan tembakannya dengan disertai kekehan kecil
*
*
*
Mereka pun sampai di ruang olahraga dan ternyata banyak juga yang menonton pertandingan basket antara tim kelas 11 dengan tim kelas 12. Disekolah mereka memang membagi tiga tim yaitu khusus kelas 10, khusus kelas 11 dan khusus kelas 12. Walau beda jurusan itu tidak masalah bagi mereka.
"Kita duduk di sana aja" semua tempat sudah ditempati dan hanya tersisa di bagian depan dekat lapangan basketnya
Merekapun berjalan menuju tempat yang ditunjuk Hana.
......................
"We kita kok diam, ayolah katanya mau jadi suporter mereka" Yemima mengajak teman-teman nya yang sedari tadi hanya diam menonton seperti lagi di nonton di bioskop, tidak tau mau mengatakan sesuatu
"Masa bodoh" batin Liona
"Baiklah" ucap Kesya sadar mengingat tujuannya bukan hanya melihat tapi mau mendukung
"Bagaimana kalo kita bilang.....Semangat tim duabelas" Kesya memperagakan nya dengan suara nyaring
__ADS_1
Mereka bertiga hanya mengangguk angguk setuju dengan saran yang diberi Kesya
Kesya memberi aba-aba "Dalam hitungan ke tiga kita serentak bilangnya ya" Kesya memberi usul dan mereka mengangguk setuju
"TIGA!!!!" Teriak Kesya dengan suara lantang nya
Mereka memulai dengan awalan dari keterkejutan
"SEMANGAT TIM DUABELAS!!!!" teriakan yang menggema nan serentak itu membuat mereka menjadi pusat perhatian bagi banyak orang termasuk three inces
"Ck menyebalkan sekali" gerutu Sania
"We kita gak boleh kalah sama orang gila itu" Sania yang merasa kesal "seharusnya kami yang menjadi pusat perhatian bukan cewe gula itu" entah alasan apa yang membuat dia kesal melihat Liona
" TIM DUABELAS PASTI MENANG!!!" Teriak mereka dengan suara nyaring dan keras
Mendengar suara keras dari three inces. Liona dan teman-temannya menoleh kearah mereka, tak berlangsung lama mereka melanjutkan nya lagi. Bukan merasa bersaing tapi mereka senang karena tambahnya suporter untuk tim sebelas.
"We ayo lebih kuat lagi" teriak Kesya yang tak mau kalah, melihat suporter lain semangat membuat dirinya terpancing untuk lebih semangat.
Mereka pun menjadi suporter Ter bar-bar di tahun ini
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1