
Mereka berempat kembali ke tempat masing masing.
Dimeja Liona. Lian menatap Liona sambil menahan tawanya
"Kalian buat apa sampe dihukum kedepan?" Tanya Lian
"Nanti aja, bunda Kesya masih didepan" Liona takut jika ketahuan lagi oleh buk Unjuk.
Istirahat
"Gas kantin" ajak kesya
"Kuy lah"
"Eh gw ikut" ucap Lian
"Lo nggak boleh ikut. Mending Lo sama Oscar dan lainnya" ucap Kesya menolak mentah mentah
"Iya mending Lo berbaur gitu sama yang lain" usul Liona
"Iya deh. Jumpa kantin." Ucap Lian dan pergi menghampiri teman barunya
Di Kantin
Liona dan yang lainnya sudah sampai di kantin dan memesan bakso kesukaan mereka. Mereka makan sambil bercerita tentang hukuman tadi.
"Kita boleh gabung?" Tanya Putra
Yemima melihat kursi didepannya masih kosong. Jika ditolak maka pasti tetap di duduki pikirnya "Boleh boleh kalian duduk aja" ucap Yemima memberi izin
Leon langsung mengambil kursi yang berhadapan dengan Liona. Sedangkan Putra dan Oscar langsung duduk berhadapan dengan crush masing masing.
__ADS_1
Tidak ada pilihan lagi untuk Lian. Dia duduk berhadapan dengan Yemima.
"Mang baksonya empat seperti mereka" ucap Oscar
Liona merasa canggung akan suasana ini.
Yemima melihat teman-temannya hanya diam saja "Ehm gimana tentang pertandingan kalian?" Tanya Yemima berusaha mencairkan suasana
"Seperti biasa jika pertandingan basket antara sekolah itu hanya dipake kelas 12 aja" jelas Putra
Yemima dan Liona hanya mengangguk. Liona menatap orang yang didepan ini. "Dingin amat sih jawab kek ini malah temannya" gumamnya dengan suara yang begitu kecil hanya semut lah yang dengar dia merasa kesal
Liona memanggil Lian dengan panggilan akrabnya "Ian Lo ikut juga?" tanya Liona
Leon mersa kesal mendengar panggilan akrab dari Liona.
"Iya gw ikut. Tapi.. huh hanya sebagai pemain cadangan aja" keluhnya
"Tujuan Lo baik, tapi isi doa Lo itu terlalu baik sama iblis"
"Yelah dari pada Lo jadi pajangan eh maksudnya cadangan" ucap Yemima yang tidak mau disalahkan doanya
"Udah udah jangan ribut nanti jatuh cinta" canda Kesya
"Amit-amit" ucap mereka serentak
"Kan kan apa yang gw bilang, di mulut aja enggak tapi dari segi kekompakan mengatakan kalian udah jatuh cinta. Emang kalo udah cinta ngomongnya pasti sama sama" kini Kesya menggodai mereka membuat Lian dan Yemima salah tingkah
"Wah baksonya udah datang. Lanjutin makannya" ucap Lian
Dari mereka berempat hanya Leon diam sejuta bahasa. Dia sibuk memainkan handphonenya. Sesekali dia mencuri pandang kepada Liona
__ADS_1
"Ini makan jangan hp terus" omel Liona
Dia mendorong mangkuk berisi bakso mang Dadang.
Leon menatapnya sekilas dan mengangguk. "Makasih" ucapnya
Sedikit merasa senang mendengar suara Leon. Suara yang mahal menurut Liona karena jarang terdengar
"Ehm nanti pulang bareng boleh?" tanya Liona sedikit berbisik supaya tidak didengar oleh teman-temannya.
Leon menyergitkan dahinya "Tumben" pikirnya "boleh"
Tidak jauh dari meja mereka. Three inces juga berada dekat mereka.
Sania yang melihat Leon duduk berhadapan dengan liona ada sedikit rasa sakit hati.
"San kayaknya dia perlu diberi pelajaran deh" ucap Shila mengompori
Entah kenapa dia ikutan kesal melihat mereka.
"Hati gw terasa sakit melihat mereka bersama" lirihnya
"Lo jangan nyerah, kita akan bantu Lo, setidaknya Lo mau berusaha" ucap Chika
Ada sedikit rasa semangat ketika mendengar ucapan temannya ini
"Gimana kalo gw ajak Leon pulbar?"
Shila merasa geram karena ucapannya tidak di dengar oleh Sania. Tapi dia menahan kegeramannya. "Boleh tu, biar dekat" Shila terpaksa mengucapkan nya
.
__ADS_1