
***
Pelajaran pun berlangsung selama 48 menit dan selama itu Lian, Oscar dan Leon belum juga kembali.
"Psst lama juga orang itu" bisik Yemima
"Iyah" jawab Liona pelan
Saat ini ibu Unjuk yang masuk jadi mereka harus pandai menjaga suara. Tanpa disadari mereka, bu Unjuk sedang memperhatikan mereka. Kacamata nya turun kebawah hampir melorot tapi itu gaya.
"Kalian yang disana, maju kedepan!" Ucap bu Unjuk
"Mampus" mereka berdua terkejut
"Mampus Yem emak kesya udah marah" bisik Liona
Mereka berjalan sambil tertunduk malu
"Angkat satu kaki kalian dan pegang kuping kalian!"
Wajah buk Unjuk seperti menahan amarahnya "Berani kalian berbicara dalam mata pelajaran saya" bu unjuk menatap merek satu persatu
"Maaf buk" ucap mereka
Mereka tertunduk takut
Dari arah belakang Kesya berusaha menahan ketawanya. Dia merasa lucu melihat wajah Yemima dan Liona ketika kena marah
__ADS_1
"Huft ahahah" tawanya pun lepas seketika dan diikuti oleh Hana "hahaha" dia juga merasa lucu dan gemes melihat wajah takut Liona "Dia bisa takut juga" pikirnya
Anak anak yang lain merasa takjub
"Wau keren mereka berani sekali tertawa di jam pelajaran buk DS" pikir mereka
"Kalian berdua kedepan, berani sekali kalian tertawa"
Kesya dan Hana maju ke depan mereka berjala sambil main mata. "Berhasil" ucap Kesya tanpa bersuara
"Maaf buk kelepasan" jawab Kesya
Buk Unjuk geleng kepala melihat kebiasaan Kesya yang suka menjawab
"Kalian berdiri disamping mereka dan lakukan hukuman seperti yang mereka buat"
"Laksanakan hukuman kalian sampai pelajaran saya habis"
Karen bisanya siapa yang berani macam-macam dengannya walaupun menutup mata lebih dari 2 menit akan dikeluarkan dari kelas dan hormat bendera sampai pulang. Belum lagi menyapu kantor guru dan membersihkan kamar mandi sampai bersih.
Begitu kejam tapi itulah didikannya. Walau kejam tapi tujuannya agar siswa tidak semena-mena terhadap sesuatu dan bisa bertanggung jawab agar bisa terpakai dimana pun.
Mereka berempat saling bertatapan
"Good best friend!" ucap Liona tanpa suara dia menaik turunkan alisnya
"Akting yang bagus" ucap Yemima
__ADS_1
"Siapa dulu dong" Kesya memutar bola matanya dan mengangkat kepalanya seperti orang arogan
Hana hanya tersenyum "begini juga asik" pikirnya
Bel kedua pun berlalu mereka berdiri hampir satu jam. Kelihatan keseimbangan mereka sudah goyang-goyang. "Aduh kaki gw udah pegal semua" keluh Yemima
"Tangan gw juga pegel" mereka berempat meringis kesakitan dan merasa pegal di seluruh tangan dan kakinya.
Tepat ketika bel ketiga berbunyi Lian, Oscar dan Leon datang. "Permisi buk" ucap mereka dengan sopan
"Kalian dari mana? ini udah jam berapa?" Bukan memberikan masuk Bu Unjuk malah bertanya
"Kami dari ruang olahraga buk, membicarakan perlombaan basket" ucap Oscar menjelaskan
"Oh" ibu Unjuk mengangguk dan membiarkan mereka masuk
"Aduhhh dia datang, gimana ni malu banget" batin Liona dia menundukkan wajahnya karena malu dilihatin. Bukan lagi merasakan pegal tetapi rasa malu.
"Yem gimana nih malu" bisik Liona dia menyenggol lengan yang diangkat Yemima "eeeh eeh untuk kagak jatuh" beruntung Yemima tidak jatuh. Kakinya sudah mati rasa. Tangannya menyentuh tubuh Lian sebagai pegangan. "Songii" ucap Yemima dan kembali ke posisi semua. "Huh dasar" Lian berjalan ke mejanya dan duduk.
Leon melirik sekilas kearah Liona dan melanjutkan langkahnya. Sedikit samar samar terlihat senyuman Leon.
"Kalian sudah boleh duduk, lain kali jangan ulangi. Jika terjadi kedua kalinya saya akan memberikan hukuman yang berat" buk Unjuk memperingati mereka berempat dan mereka mengangguk tanda mengerti
"Tidak ada lain kali buk" Kesya berucap janji
"Jangan berjanji lakukan saja" ucap bu unjuk
__ADS_1
Dia seperti komandan pasukan militer yang tegas dan disiplin. "seharusnya ibu ini cocok jadi komandan pasukan militer" batin hana
"Terimakasih buk, kami tidak akan mengulangi lagi" ucap mereka