Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Kebiasaan mu tak pernah berubah


__ADS_3

Mereka berempat menjadi pusat perhatian lagi dan bukan hanya pada suporter yang lain tapi juga membuat tim duabelas menoleh melihat tingkah mereka berempat.


......................


Waktu pun terus berputar kini kedua tim memperoleh skor yang sama. Kedua tim tersebut terus berusaha merebut dan mempertahankan bola walau waktunya tinggal 9 menit lagi.


Saat menit tersebut berganti dengan detik membuat para penonton dan suporter menahan nafas, ada juga yang menutup matanya menanti siapa yang menang.


Bola yang kini berada ditangan Leon dan teman-temannya berusaha melindunginya.


Dan....


'Tak!....Brak!...Tiit!'


waktu habis lemparan Leon masuk ke ring dengan tepat waktu


Riuh teriak kegirangan. Ada yang senang dan ada sedih karena yang didukung nya telah kalah


Para pemain memilih istirahat ada yang duduk ada juga yang langsung pergi ke kantin


"Hai Leon" sapa seorang gadis


Leon yang masih mengelap keringat menggunakan handuk kecil menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Dia menaikkan satu alisnya "Ini kamu pasti capek dan haus" Gadis itu menyodorkan minuman dingin


Leona pun menerimanya "Hm" hanya deheman yang diberikannya

__ADS_1


"Wih irinya gw, kita sama-sama capek tapi hanya Lo aja yang di beri minum" goda Oscar dengan wajah sendu yang dibuat-buat


"Wow beruntung lo Leon, dikasih minum sama cewe cantik" ucap Putra ikut-ikutan


Tanpa meladeni perkataan mereka Leon melempar minuman yang masih tersegel dengan sigap Oscar menangkap minuman itu. "Untuk lo" Ucapnya dan pergi begitu saja


......................


Liona melihat Leon pergi, ingin mengikutinya namun diurungkan niatnya "Ah nanti aja lah" gumamnya


"Woi Li" bisik kesya sambil meletakkan tangannya pelan ke pundak liona


"Aaa setan" teriak Liona terkejut


beruntung suasana masih ramai ributnya jadi teriakan liona gak terlalu kedengaran


"Ya lo nya yang terus menatap ketidakpastian" ucapnya


"Cepat gih keburu masuk angin tu" Kesya memajukan dagunya menunjuk kotak yang dipegang Liona


Kesya melihat kalo tadi Liona menatap Leon yang sudah keluar dari gedung olahraga


"Ih iya deh" Liona pergi meninggalkan teman temannya dan keluar mengejar Leon


'Bruk!!'

__ADS_1


Karena jalan yang memburu dan pandangan kemana-mana, Liona tak memperhatikan jalannya. Ia menabrak sesuatu yang keras. Liona menabrak punggung seseorang beruntung kotak digenggamnya tak jatuh.


Liona menunduk dan "Maaf" ucapnya dan pergi begitu saja melewati seseorang itu


"Ck kebiasaan mu tak pernah berubah" suara ngebas yang nyaring menghentikan langkah Liona "Kebiasaan?? " gumamnya bingung


Iapun membalikkan badannya melihat suara siapakah itu


Tatapan Liona bertemu dengan tatapan pria yang berjarak 1 meter didepannya. Tatapan yang cukup lama


"L-lo?" ucap Liona gugup


sedangkan pria itu hanya diam fokus menatap Liona


Liona yang merasa canggung "Eum hehehe" Liona menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal disertai dengan tawaan yang garing.


Liona mengalihkan pandangan ke sembarang arah karena laki-laki itu terus menatap nya dengan tatapan yang tak terbaca


"Apa ini mengapa dia terus menatap gw, canggung sekali rasanya" gumam Liona


Mengingat tujuannya tadi tanpa berbicara liona menarik lengan pria tersebut ke tempat yang sepi


'huhh' liona berusaha bernafas dengan baik dia merasa susah bernafas dan berusaha menetralkan debaran jantung nya karena dia begitu sangat gugup


Mereka sudah sampai di taman yang memang kelihatan sepi

__ADS_1


Pria tersebut duduk ditengah kursi panjang yang ada di taman. Liona terpaksa duduk disampingnya dengan jarak yang begitu dekat


......................


__ADS_2