Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Masalah pulang dengan siapa


__ADS_3

"Udah deh masuk yuk, jangan lama lama, sebentar lagi filmnya akan mulai" Hana yang sedari tadi hanya dia nyimak kini berbicara menghentikan ocehan ketidak jelasan.


Akhirnya mereka duduk dengan teman-teman Liona duduk membelakangi para laki-laki


Film pun mulai ternyata mereka nonton film horor se-Asia. Itu semua adalah pilihan Hana. Ternyata tujuan Hana ikut bukan untuk membeli popcon tapi membeli tiket khusus untuk film horor Karena pas sekali hari ini ada film horor.


Hana ingin mengerjai teman temanya dengan teman-teman Liona duduk membelakangi para laki-laki


Hana ingin mengerjai teman temanya


"Aaa" Kesya terkejut melihat tayangan seorang nenek yang melayang dengan organ tubuhnya tanpa tubuh


"Sstt" kode mereka agar tidak teriak


Kesya pun mengangguk sambil menutup mulutnya "sorry sorry"


Semua kembali fokus menonton sambil memakan popcorn


Kembali mereka terkejut bukan karena melihat anak kecil yang tertawa dan menangis dalam film, tetapi karena mendengar teriakan Kesya


"Aaaaa" teriaknya histeris


Putra berinisiatif memberikan hudi nya kepada Kesya "Tutup wajah Lo pake ini"


Bukan menerima Kesya malah melongo dia merasa pipinya sudah memerah. Dengan malu malu dia menerima hudi Putra


"Makasih" ucapnya malu dan langsung menghadap kedepan


"Ternyata dia bisa malu juga" gumamnya. Putra terkekeh melihat kelakuan Kesya tapi gak lama karena orang yang di sekitarnya menatap keheranan dan keanehan


Putra berdehem "Ehm" silahkan dilanjutin"


***

__ADS_1


Film pun selesai dengan akhiran sad ending. Cerita horor tetapi mengandung perpisahan antara anak dengan ibunya.


Kesya Yemima dan Hana terharu dan merasa ngeri saat menonton. Beda dengan Liona dia terus terkekeh saat melihat nenek yang muncul tiba-tiba.


"Guys, kelihatannya sudah sore, gimana kalo kita makan aja? Leon yang traktir" Oscar yang mengajak tapi yang bayar Leon. Memang aneh.


Leon hanya mengangguk tanda dia setuju.


....***...


Tepat jam 19.00 mereka keluar dari mall. Acara nobar dan mabar pun selesai.


"Kita pulang ya we, soalnya udah malam" ucap Yemima


"Kalian bareng gw aja"


"Tadi gw pake mobil kesini" ucap Lian


Ketiga pria itu menatap Lian "Gak boleh" ucap mereka serempak


"Lo pulang sama gw" ucap Leon dia menarik tangan Liona dan pergi begitu saja


"Eeh"


Mereka melongo melihat tingkah Leon. Oscar memiliki ide agar semua pulang dengan aman.


"Gini aja dari pada ribet mending Lo pulang bareng Kesya dan Lo pulang bareng Yemima. Hana sama gw aja, soalnya rumah kami searah" ucap Oscar


Yemima dan Lian mendengus kesal mendengar ucapan Oscar barusan


"Apa pulang bareng? Diantar samanya? Astoge apalagi lah ini" keluh Yemima dalam hati


"Lo tenang aja gw gak akan makan Lo, jadi jangan pasang muka takut Lo itu" ucap Lian

__ADS_1


Sedangkan Kesya dan Putra merasakan suasana canggung. Walau mereka saling menyukai tapi mereka belum tahu perasaan satu sama lain.


Mereka pun pergi menggunakan kendaraan mereka masing masing


"Pasang sabuk pengaman Lo! Gw gak tanggung jawab kalo jidat Lo merah berdarah" ucap Lian menakuti Yemima


Yemima mendecih mendengar ucapan Lian "Ck ngeri amat"


"Jangan ngebut jantung gw gak tahan" pinta Yemima dengan raut serius.


"Tergantung, jalan kosong atau rame" balas Lian


Mobil Pun melaju dengan kecepatan sedang. Walau jalanan tidak terlalu ramai. Ternyata Lian mendengar perkataan Yemima tadi.


...***...


Disisi lain


Tanpa bicara Leon menyodorkan helm kepada Liona. Diapun memakai helm walau masih dalam mode ngelek


"Naik" ucapnya


Seperti anak kecil saja, Liona mengangguk dan naik ke motor Ninja


"Pegangan"


"I-iya" Liona hanya memegang pinggiran bajunya saja tetapi saat Leon menginjak gigi, Liona hampir terpental ke belakang beruntung dengan sigap dia memeluk perut Leon.


Sedangkan Leon terkejut merasakan pelukan Liona. Dia tersentak kaget tapi tidak begitu kelihatan.


Liona merasa kalo Leon merasa tidak nyaman dia pun meminta maaf


"So-sorry gw gak sengaja" Liona melepaskan pelukannya

__ADS_1


"Jangan lepas, gw mau ngebut" ucapnya membuat Liona mengurungkan niatnya. Liona takut jatuh, tadi aja masih hampir gimana kalo dilepas pikirnya.


__ADS_2