
Yemima menganggukkan kepalanya
namun Liona malah bertanya lagi "Maksud lo pria dingin itu?" tanya Liona dan diangguk oleh Yemima
"Impossible!! gak mungkin cok. Dia dingin dan susah didekati, diajak ngomong aja gak bakal direspon" ucap Liona panjang lebar
"Gw gak bisa, lo tahukan kalo gw gak pernah pacaran dan gak pernah dekat dengan cowok, gimana gw bisa dekat dengan cowok apalagi cowoknya dingin seperti kulkas berjalan"
"Oke deh lo akan mentraktir kita makan bakso mang Dadang kali dua porsi per orang" goda Yemima sambil menaik turunkan alisnya
Mata liona pun melebar "Bagaimana mungkin 2 porsi aku gak mau, boro boro traktir, makan sendiri aja susah" Yemima tersenyum
"Jadi lo setuju atau nggak?" Tanya Yemima
"Huh terpaksa harus setuju" pikir lion
"gw setuju deh" Liona yang pasrah dengan keadaan "Tapi gw gak tahu gimana caranya" tanya Liona yang memang dia tidak tau betul soal tentang pdkt sama cowok.
"Tenang gw yang mengajari lo tapi tidak sekarang karena si Kesya belum juga kena" Yemima menatap Kesya dengan senyum devilnya yang begitu menyeramkan
Belum ada pergerakan dari tangan Liona "Truth, gw pilih truth, lama banget dari tadi gw tunggu gak kena kena juga" Kesya yang kesal dan tampak jelas muka julidnya begitu terlihat
"Woi belum diputar, kok langsung ngomong diluan seh" kesal rasnya dia belum putar tapi sudah berkata diluan si Kesya ini
__ADS_1
"Karna lo pilih truth, gw kasih pertanyaan, siapa yang paling lo benci dari antar kita bertiga"
"eh gw gak ada benci sama kalian"
"harus ada kes" tambah Liona
"Ya udah gw pilih lo aja" jawaban santai keluar dari mulutnya
"eh kok gw yang lo benci apa salah gw" ucap Liona tak terima
"Iyalah karena lo kasih pertanyaan konyol ke gw" ia memasang wajah kesalnya
"Oke deh permainan kita berakhir disini, tapi tidak dengan Liona lo belum menyelesaikan tantangan lo" ucap Yemima pada Liona dan Liona hanya mengangguk pasrah untuk kali ini
...----------------...
Bel pulang sekolah telah berbunyi para siswa serentak kegirangan seperti bebas dari penjara
"We dah bunyi bel, pulang bareng yok" aja Kesya pada teman-temannya
semua mengangguk kecuali Liona
"hmm kalian aja ya guyt, gw masih ada kerjaan pulsek ini" kata Liona
__ADS_1
"Okelah" mereka tidak mempermasalahkan hal itu, karena sudah kebiasaan bagi teman-temannya
...----------------...
#Cafe gold
restoran yang lumayan besar yang semestinya seperti restoran bintang Lima karena cukup mewah. Restoran ini bernama Cafe Gold.
Liona yang telah sampai ditempat kerjanya ia telah mengganti pakaian sekolahnya dengan pakaian kerjanya
"Waktunya bekerja" gumamnya
Liona kelihatan begitu semangat sampai tangan dikepal keatas udara. Ia bekerja sebagai pengantar makanan sekaligus kasir disitu.
Sejak masuk SMA Liona memutuskan untuk bekerja paruh waktu, walaupun sang ayah dan ibu melarang tapi Liona bersikeras. Dia tidak ingin membebani orang tuanya, walaupun orang tuanya sangat kaya
Tempat Liona kerja sangat sering di kunjungi oleh anak muda dan orang tua. Berhubung restoran ini bersebrangan dengan sebuah perusahaan. Jadi banyak juga pekerja kantor datang untuk makan siang. Alasannya karena dekat dan harga nyaman di kantong.
"kring" dua orang memasuki resto, mereka masih menggunakan baju putih abu-abu. Mereka berjalan kearah seorang pria yang duduk paling pojok yang sedang menyamping jendela.
Pria tersebut menatap mereka dan tersenyum, ia berdiri dan menyapa mereka.
Pria tersebut mempersilahkan dua orang ini untuk duduk
__ADS_1
"Akhirnya kalian datang juga, gw udah nunggu sejam disini " ucap pria itu sambil tersenyum walau dipaksa
"Sorry Luc, tadi kami sedang rapat osis di sekolah" ucap salah satu dari mereka