Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Masa lalu Liona


__ADS_3

"Sini uang Lo!" Ucap tesa lembut tetapi matanya memandang sinis ke arah Liona.


"Ga-gak Lo siapa gw?" Ucap Liona gugup ini pertama kali dia melawan walau dengan kegugupan


"Ck siapa gw? Ohh Lo udah berani ya nanya gw siapa?" Suara yang tadinya lembut kini berubah dengan lengkingan


"Girls" Tesa meng kode teman-temannya


Ternyata Tesa tidak sendiri. Ada siswi kembar yang bersama dengan nya. Nama mereka Felisa dan Gisela. Mereka memegang tangan Liona dan menariknya dengan kasar.


"Lepas, lepas kan gw" Liona meronta berusaha melepaskan tangannya dari tarikan paksa mereka


"Berisik" bentak Felisa


Ternyata Liona ditarik sampe ke gudang. Letaknya di belakang sekolah. Gudang tersebut berisi meja dan kursi bekas.


Saat ini suasana gudang terlihat sepi. Teman-teman Tesa mendorong kasar tubuh Liona 'Bruk'


"Akhh" pekik Liona kesakitan sikunya mengeluarkan darah akibat benturan ke kursi bekas yang ada di didalam gudang tersebut.


Liona yang mulai geram memaksakan untuk berdiri dan menatap mereka

__ADS_1


"Kenapa Lo sering bully gw? kenapa Lo nyakitin gw terus hah?" Tanya Liona geram


"Lo tanya kenapa? Karena gw benci Lo, Lo punya segalanya kekayaan pintar dan banyak disukai orang" Teriak tesa dengan sorotan kebencian


"Kenapa Lo udah berubah? Kenapa Lo benci gw?" Air matanya kini keluar Liona menangis tanpa suara


"Apa yang Lo mau dari gw, belum puas Lo ngebully gw?" Teriak Liona


"Hahaha gw gak bakal puas ngebully Lo. Gw iri sama Lo, gw ingin Lo mati. Gara-gara lo, gw sering dibandingin sama orangtua gw"


"Karena gw gak sesempurna seperti Lo" bentak Tesa


Mendengar itu liona menggeleng tak menyangka seseorang yang selalu bersamanya mendukung nya dan yang sudah dia anggap sebagai saudara perempuannya ternyata menginginkan kematiannya.


"Hahaha Iya gw emang udah gila, gila karena berteman dengan Lo" keadaan tesa seperti psikopat gila


"Girls tutup kepalanya ikat tangannya di kursi dan kurung dia di dalam gudang gelap ini" ucap Tesa sambil melangkah pergi


"No now Tesa" Teriak Liona


"Berisik" bentak Felisa

__ADS_1


"Lepasin gw, sebelum Lo menyesal" teriak Liona yang berusaha melepaskan tangannya yang akan diikat


Merasa berisik dan geram mendengar teriakan Liona, Gisela menendang perut Liona sampai terpental ke belakang 'Bruk' kepala Liona terbentur kuat di lantai


"Arggh" rintih Liona "sa-sakit" karena benturan yang cukup kuat mengakibatkan Kepala nya mengeluarkan darah. Disudut bibirnya juga mengeluarkan darah akibat tendangan Gisela yang begitu kuat di perutnya.


.


"Berani teriak lagi, gw jahit mulut Lo itu" bentak Gisela


Gisela menarik paksa baju Liona agar kembali duduk di kursi. Mereka mengikat tangan Liona dan menutup kepalanya menggunakan karung.


"Nikmatilah hari terakhirmu, digudang yang gelap ini" ucap Gisela


"Tolong jangan seperti ini" lirih Liona


Felisa berhenti ingin menoleh tetapi tidak jadi "Udah gak usah dilihat, kita cuma jalanin misi kita aja, Kalo enggak kita yang bakal kena" ucap Gisela mendengar itu Felisa mengundurkan niatnya.


"Ayo Felis kita harus pergi sebelum ada yang lihat"


Pintu pun ditutup sehingga tak nampak apa apa didalam gudang.

__ADS_1


Mereka pun pergi begitu saja tanpa mempedulikan teriakan Liona.


Liona terus meronta tangisnya tak pernah berhenti.


__ADS_2