Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Mencari


__ADS_3

Liona melangkah lebih dalam ke ruangan. "Sudah gw duga ini hanya iseng-iseng orang aja" gumamnya


Saat akan berbalik ke arah pintu 'grek' Liona terkejut dan menatap pintu yang tertutup rapat


Liona mendekat ke arah pintu dan memegang handel pintu. Liona terus berusaha membuka pintu tapi nihil pintu tak dapat dibuka.


"Astaga ada yang mengunciku dari luar" ucap Liona yang sudah mulai was-was


Liona menggedor pintu dengan kuat. walaupun Liona rajin nge gym tetap saja merasa kesulitan. "Hei siapapun diluar, gw terkunci didalam sini" teriak Liona dari dalam


Ia tetap menggedor pintu tersebut. "Aa iya hp hp" ucap Liona dia merogo sakunya dan mengambil ponsel nya dengan tangan yang sudah bergetar getar. "Astaga lobet, kok bisah sih" Liona yang sudah mulai putus asa "Ya Tuhan lindungilah aku" doa Liona


"Hei siapapun kalian, jangan main-main ini tidak lucu" ucap Liona matanya memerah dan membening dan air matanya pun lolos keluar.


...***...


Hari pun semakin gelap, lampu yang menyala sekejap redam secara otomatis. Kini sekolah sudah menjadi gelap hanya lampu di lapangan yang hidup itupun tidak terlalu terang.


Kembali ke Liona


Dia terduduk lemas membelakangi dinding samping pintu. "Siapapun kalian tolong buka pintunya" Liona menangis tanpa isakan.


"A-aku takut gelap kak, kak Alex, kakak cepat tolong Liona" lirih Liona menangis tanpa bersuara


Wajahnya yang sudah pucat disebabkan dia belum makan sedari siang, dan kini maag nya sedang kambuh. Dia memegang perut yang terasa perih. 'Argghh' Liona merintih kesakitan.

__ADS_1


Karena kesakitan membuat Liona pingsan tak sadarkan diri.


...***...


Disisi lain


"Halo Alex, apa Liona jadi nginap di sana?" tanya mommy Alea yang sedang menelpon


"Halo mom, loh Liona bukannya di rumah ya mom? soalnya dari tadi siang Liona belum kesini" jelas Alex dari sebrang telepon


"Apa.. ma-maksud kamu, Liona belum juga datang dari tadi? Liona bilang dia bakal nginap di cafe" tanya mommy Alea khawatir


"Berarti Liona belum balik kerumah dong mom" ucap Alex yang sudah panik


"mommy tenang aja, Alex bakal cari Liona, Liona pasti baik-baik aja. Alex akan tanya sama teman nya saja. Nanti kalo ada kabar Alex akan kabarin mommy" ucap Alex yang berusaha untuk menenangkan hati mommy nya


•••


Alex yang mendapat kabar kalo adik nya itu menghilang menjadi was-was.


Alex mengotak ngatik ponsel nya mencari kontak teman Liona


"hah dapat juga" ucapnya lega. Dia pun langsung menelepon. Beberapa menit kemudian panggilan pun tersambung


"Halo" ucap seseorang diseberang telepon

__ADS_1


"Yem apa kau masih berada di sekolah?" tanya Alex


"Tidak kak, aku sudah sampai sore tadi" jelasnya


"Apa Liona bersamamu? atau apakah Liona bersama teman-teman mu yang lain? sudah sedari tadi dia belum kembali"


"Apaaa" teriak Yemima dari sebrang telepon membuat Alex terkejut


"Woi jangan teriak teriak kuping gw jadi sakit" hilang sekejap rasa khawatirnya


"Maaf maaf kak aku gak sengaja, Liona belum balik dari tadi?" bukan menjawab Yemima malah kembali bertanya.


"Iya, apa dia bersamamu?" tanya Alex yang berusaha sabar "demi adek" batinnya


"Tidak, emang kenapa kak?" tanya Yemima


"astaga ni anak budek apa gimana sih" gumam Alex "kak?"


"Huh tetep sabar lex demi adek" batinnya


"Dia belum kembali sejak pulsek tadi" jelas Alex dengan sabar


"Apaaa?" teriak nya lagi "kenapa kau suka sekali berteriak, sakit kuping ku woi" Alex sudah mulai geram


Bukan menjawab Yemima malah mematikan telepon secara sepihak "Astaga kagak jelas dah, mending gw chat aja tu anak" gumam Alex

__ADS_1


__ADS_2