
"Hei hei santai" Lian menyamakan langkahnya dengan Liona sambil mengandeng tangan Liona
Mereka berjalan ke kantin seperti orang yang berpacaran. Banyak mata menatap iri dan dengki dan sedih kepada mereka.
"Sepertinya kita tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Liona" bisik siswa kepada teman-temannya yang berada di kantin.
"Iya" sambung teman yang disebelahnya
"Wah siapa sih cowok itu ganteng banget" ucap siswi menatap kagum ke arah Lian.
"Kenapa sih si cowok itu mau bareng dia, mending sama gw aja, gw kan lebih cantik dan seksi" ucap seorang siswi dengan logat tante-tante.
Siswa siswi yang mendengar kehaluan dan kepercayaan dirinya yang terlalu tinggi, menyoraki dia " huuuuuh kepedean lu"
"Huuh ngaca dulu woi"
**
Lian yang merasa diperhatikan merasa risih "Lion entah perasaan gw aja kali ya, kita seperti diperhatiin banyak orang disini"
"Apa ada yang salah dengan gw? dengan rambut gw? Atau pakaian gw?" Tanya Lian yang mulai merasa insecure
"Kagak, abaikan aja, situ kan punya mata, jadi seterah mereka aja" ucap Liona yang gak mau ambil pusing "gw sih bomat lah" batinnya
__ADS_1
"Oh iya ini sekolah nampak berkualitas tapi nyatanya kagak, guru aja gak bisa jadi contoh ditambah anak anak disini merasa senang akan itu. Walaupun siswa siswi di SMA Citra Bangsa macam narapidana tetapi otaknya seperti bapak ** Habibie." Jelas Liona panjang lebar mengenai sekolahnya ini
"Sebagai siswa baru disini Lo jangan ngikutin yang aneh aneh, Lo harus jaga attitude Lo disini dan satu lagi jangan kasih tau kalo Lo itu sepupu gw" ucap Liona menceramahi Lian
"Loh kenapa? Apa Lo malu punya sepupu yang ganteng ini?" Ucap Lian sambil melipat kedua tangannya di dada seperti adik kecil yang merajuk.
"Ais gak gitu juga, disini belum ada yang tau kalo gw itu anak Dad yang super kaya itu, cuman temen-temen gw itu pun belum pernah jumpa dengan Daddy" bisik Liona takut ada yang dengar
"Gw masih takut kejadian dulu terulang lagi" raut wajah Liona kelihatan sedih dan takut
"Lo tenang aja, gw gak akan ngumbar samaran Lo, gw udah disini jadi gw akan lindungi Lo" Lian ingat betul apa yang terjadi dengan liona ketika masih sekolah di Surabaya.
#Flash back#
"Iya hati hati ya sayang, rajin belajarnya" ucap mom Alea, Liona mengangguk dan membentuk tangan 'oke'
"Udah gih supir kamu udah nunggu" ucap Dad Ethan
"Da da Mom Dad Liona berangkat dulu"
Liona masuk kedalam mobil hitam itu dan pergi menuju sekolah SMA Tri Sakti. Sekolah Tri Sakti merupakan sekolah terpopuler di Surabaya.
Sesampainya di area sekolah
__ADS_1
Liona berjalan di koridor sekolah. Tampilannya sangat berbeda saat dirumah dan disekolah. Dari rumah berpenampilan model, lah sampai disekolah berpenampilan bag cupu. Tak lupa kacamata yang bertengger di hidup nya dan buku yang dipegangnya.
Sepanjang jalan dia tersenyum karena tadi dia menolong kakak kelas yang terjatuh. Sedikit kebanggaan berbuat baik pikirannya.
Tak jauh dari posisi Liona yang sedang berjalan ada yang menghampirinya.
"Eh pagi cantik" sapa siswi yang bernama Tesa
Senyum yang kala itu terukir manis kini hilang. Raut wajahnya berubah menjadi ketakutan "Pa-Pagi" ucap Liona gugup
...***...
Sebagai pengalaman author. Para siswa senang kalo tidak belajar padahal belajar itu nambah ilmu. Bahkan tentang guru bobrok juga ada, katanya aja guru tapi sifatnya seperti anak anak Ini hanya pengalaman author aja bukan menyinggung
***
Siapa ya tesa itu yang membuat Liona menjadi takut?
nantikan bab selanjutnya
jangan lupa like komen dan vote
Author tunggu ya
__ADS_1