Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Three inces


__ADS_3

Mereka bertiga mengambil botol Aqua dan meminumnya.


"Emang lo lihat siapa sampai jantung lo berdetak berlebihan?" Tanya Kesya sambil melanjutkan makannya


"Tunggu gw ingat ingat dulu..." telunjuknya diletakkan ke kepalanya seperti sedang berpikir "Aa saat itu ketika gw kerja di cafe, gw ditatap oleh 3 orang dan aku teringat tantangan itu dan waktu tadi pagi gw menabrak seseorang dan gw menindihnya, memalukan" ucapnya panjang lebar dan tanpa disadari pipinya memerah dan jantungnya berdetak berlebihan


"Gw tebak orang yang lo tabrak tadi pagi orang yang sama dengan yang di cafe" ucap Kesya menebak. Liona mengangguk membenarkan tembakan Kesya


"Siapa nama orang yang lo tabrak tadi pagi?" tanya Hana yang memasang wajah selidiknya


"Huh rasanya gw seperti di interogasi oleh detektif danga-danga" ledek Liona


"Apa kata lo Lion" Kesya menaikkan alisnya sebelah


"ehem canda heheh" tawanya yang garing


"itu.... eum Leon yang gw tabrak tadi" jawabnya sedikit lama entah dia gugup, malu atau dia lupa dengan namanya


Kesya menatap Yemima dan Hana bergantian, mereka menaikkan alisnya sepertinya mereka memikirkan hal yang sama dan mereka tersenyum tipis.


"Ehm lo mungkin kecapean" ucap Yemima sambil memakan baksonya

__ADS_1


Liona yang mendapat jawaban dari temannya hanya mendengus


"ngiming-ngiming bagaimana dengan tantangan lo itu?" Yemima menatap Liona dengan senyum devilnya


"Aiss kenapa lo ingat ingat tentang itu" keluh Liona


"Oh satu hal lagi jangan lupa waktu lo tinggal tiga Minggu dua hari lagi" Yemima menegaskan perkataannya seolah-olah ini bukan candaan tetapi keseriusan


"Huh tenang aja gw besok mau mulai" ucapnya dengan santai


...----------------...


"Lion kamu mau kemana?" tanya Hana


Sesampainya di perpustakaan sekolah


perpustakaan yang sangat besar dan luas. Di sana juga memiliki banyak ruang karena semua jenis buku dipisahkan.


Liona memasuki ruangan yang berisi banyak buku fiksi dan non-fiksi untuk remaja. Liona memilih buku novel, setelah membaca satu buku liona memutuskan meminjam buku dan dia mendapat tiga buku novel yang terletak di rak paling tinggi, beruntung liona tinggi jadi tidak kesusahan.


Usai meminjam buku, dia kembali ke kelas. Liona keluar dari perpus dan berjalan di koridor sambil membaca novel yang tadi dipinjamkan nya.

__ADS_1


Bruk!


Begitu asik membaca sehingga tak sadar dia menabrak seseorang "aduh" Liona Meringis kesakitan karena bokongnya terhempas kelantai begitu kuat bukunya juga ikut terjatuh. Dia kembali berdiri dan mengambil bukunya ya terjatuh.


"sorry" ucap liona sedikit membungkuk. Liona bergegas pergi begitu saja tanpa melihat sosok itu


Leon menatap punggung yang sedari tadi menjadi perhatian dimatanya "menarik" gumamnya dan melangkah pergi menuju perpus karena dia akan mengadakan rapat OSIS


...----------------...


Sesampainya di kelas


Liona melanjutkan bacaannya sambil memakai earphone milik nya. sesekali dia tertawa kecil mungkin ada yang lucu. Tanpa disadarinya seseorang tengah mengusiknya. Itu adalah kumpulan three inces, sengaja memberi nama grupnya karena mereka bertiga merupakan cewek populer di sekolah Citra bangsa.


"We we lihat tuh si lion udah kumat." kompor Shila pada kedua temannya


"Hahaha gila juga tu anak, mungkin dia udah kehabisan obat" kompor Chika. Sedangkan temannya yang bernama Sania hanya diam tak menyahuti


Kesya yang mendengar perkataan mereka tak tinggal diam "Eh tante-tante, itu mulutnya belum dikasihi minyak rem ya?" Suaranya yang melengking membuat three inces terdiam tapi hanya sebentar "we we nih ada anak yang kesasar dan sama gilanya tuh sama temannya" ucap Shila dengan nada sinis nya


"Kalian .." Kesya yang mencoba menahan emosinya yang sudah diubun ubun

__ADS_1


"Kantin yok, takutnya lama lama disini bisa ketularan Gilak nya tuh" kompor Chika


__ADS_2