Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Seperti berkencan saja


__ADS_3

Setelah mereka menghabiskan baksonya. Liona dan kawan-kawannya permisi untuk duluan kembali ke kelas.


"Kami duluan ya" ucap mereka


Dan pergi meninggalkan cowok-cowok itu.


Tak lama kemudian Leon permisi mau ke toilet


"Bro gw mau ke toilet bentar" ucapnya


"Jangan lama-lama ntar guru masuk" ucap Oscar


Leon berjalan menuju toilet, belum sampai dia dipanggil seseorang


"Leon" merasa namanya dipanggil dia pun menoleh ke arah suara tersebut.


"Leon Lo ada waktu senggang gak? Pulang bareng yuk" ternyata itu adalah Sania. Dia memang benar mengajak Leon untuk pulang bareng


"Gw udah punya janji" tolak Leon mentah mentah


Seketika Sania menjadi tak bersemangat "Sekalii aja" ucapnya memohon


"Gw gak bisa"


"Tapi..


Belum siap bicara Leon pergi meninggalkan Sania dan tidak menghiraukan ucapan Sania. Hatinya terasa kesal dan sedih "kenapa kenapa gw gak bisah dekat sama Lo" gumamnya


...***...


Pulang sekolah


Liona menunggu Leon diparkirkan sesuai janji mereka. Lian melihat dari jauh Liona yang berdiri entah nunggu siapa. Dia memutuskan untuk menghampirinya


"Lo nunggu siapa?"


"Ada deh, gw lagi nunggu seseorang" jawab Liona


"Oh" Lian mengangguk mengerti siapa yang dimaksudnya "kalo gitu gw duluan, awas jangan nunggu lama kalo yang ditunggu itu belum ada kepastian" ucapnya menceramahi Liona

__ADS_1


"Iya iya, bawel udah sana pergi" usir Liona sambil mengibaskan tangannya


Sekitar 10 menit Liona menunggu di parkiran beruntung ada halte jadi tidak terkena sinar matahari secara langsung, karena hari ini begitu panas.


"Lo udah lama nunggu?" Tanya leon yang sudah datang


"Sedikit"


"Sorry gw ada rapat osis tadi" jelas Leon


Liona tidak merasa keberatan dia juga ngerti kalo Leon ini ketua osis "Sans aja"


Mereka pun pulang bareng menggunakan motor sport Leon. Seperti biasa Liona memegang ujung baju Leon. Dia tidak mau memeluk karena ucapan Lian tadi pagi terngiang-ngiang di benaknya "nanti dikira udah pacaran" pikirnya.


Liona menaikkan kaca helm nya dan menarik pelan baju Leon "eum Leon Lo sibuk gak hari ini?" Tanya Liona


Leon membuka kaca helmnya "Enggak, kenapa?" Leon bertanya balik


"Gak papa"


"Maksudnya, Lo mau gak temani gw main ke mall. Katanya ada game baru"


"Hmm" Leon hanya berdehem


"Iya" jawabnya Liona masi tetap tidak mengerti iya apa iya gak mau atau iya mau.


"Hadeh hadeh cowok satu ini memang rada aneh" gumam Liona walau kecil tapi Leon juga mendengarnya


Tiba-tiba saja Leon ngerem dadak membuat Liona tak sengaja memeluk Leon.


"Ya Tuhan ampuni dosaku, kenapa ada apa?" Tanya Liona dengan wajah linglung nya.


Leon seketika tertawa renyah "lucu"


"Apa yang lucu?" Tanya Liona bingung


Dan tiba-tiba Liona berteriak


"Lo kenapa?" Kini Leon yang bertanya

__ADS_1


"Tadi.. tadi Lo barusan ketawa" ucap Liona dengan wajah terkejut terheran-heran


"Emang gw gak boleh ketawa" ucapnya sekalian kembali melajukan motornya


"Maksudnya bukan begitu, gw hanya terkejut ini pertama kalinya gw lihat Lo ketawa walaupun mukanya gak nampak"


"Mungkin kalo Lo ketawa, lebih baik kalo Lo ketawa jadi terlihat ganteng" ucap Liona seperti membujuk seorang pacar yang ngambek


Leon hanya tersenyum mendengar ocehan Liona


Mereka akhirnya sampai di mall taman anggrek salah satu mall terbesar di Jakarta


"Asik" Liona kegirangan sampai lompat-lompat seperti anak kecil. Walaupun baru kemaren kesini. Dia begitu senang karena di bisah bermain permainan yang disukainya apalagi saat ditemani.


Ketika bersama keluarganya merek hanya datang bermain setiap sebulan sekali itupun kalo ada waktu senggang.


Berbeda dengan Leon dia hanya tersenyum melihat tingkah perempuan yang didepannya ini.


"Ayo masuk" ajak Leon


"Kita seperti berkencan aja deh" ucapnya keceplosan


"Memang" balas Leon tapi dalam hati


"Emang Lo mau kencan sama gw?" Tanya Leon dengan raut wajah serius menatap Liona


liona cengar-cengir "hahah ada ada aja, ayo kita main itu" Liona pergi meninggalkan Leon . Dia merasa malu mendengar pertanyaan Leon tadi


"Jika dipikir-pikir ini waktu yang tepat" batin Leon


"Liona gw pergi sebentar dulu"


"Iya jangan lama-lama, gw kagak ada teman disini" ucap Liona


Leon pun pergi kesebuah toko dan membeli sesuatu


Ditempat Liona


"Mana sih Leon, ini udah lama. Apa dia ninggalin aku" ucapnya sedih. Dia berhenti bermain dan memilih duduk di kursi yang tersedia

__ADS_1


"Mau nge-chath nomor dia kagak ada


"Sedih deh hati gw" lirihnya dia berjalan keluar dari ruang bermain


__ADS_2