Dimulai Dari Truth Or Dare

Dimulai Dari Truth Or Dare
Kedatangan buk RS


__ADS_3

Guru tersebut memasuki kelas. Membuat semua siswa seperti mayat hidup tak berani gerak. Dia guru ter kiler dan ter kejam disekolah ini. Dia jurusan matematika peminatan. Namanya ibu Unjuk, tapi banyak siswa menyebutnya ibu RS, Rada stres.


"Woi itu buk RS udah datang" ucap Yemima


"Astoge, lo siap pr?" tanya Kesya kepada Liona


"Siaplah, anak rajin nan pintar plus cantik ini masa gak siap" ucap liona yang sadar memuji dirinya sendiri


"Ck" Kesya berdecak "contek donk" Kesya membuat wajah Kitty dengan mata binarnya seperti bocil yang minta mangga tetangga.


"Muka dan sifat lo sungguh tidak cocok" Liona menggeleng heran


"Okeh karena gw baik, gw akan kasih contek" ucap Liona


Belum sampai buku Liona ke tangan Kesya, namanya dipanggil oleh buk Unjuk.


"Liona!" teriak tegas ibu Unjuk dari depan, kacamata yang dipakainya agak turun ke hidung.


"Ya saya buk?" Liona berdiri mengangkat tangan kanannya


"Kamu ke depan dan jelaskan tugas yang saya berikan kemaren tapi hanya nomor 6 aja karena teman kamu semua rada goblok." Walau suaranya tidak meninggi tapi tetap terkesan menyeramkan bagi siswa lainnya. Siswa di IPA 1 ini bukan goblok cuman gak suka dengan mapel matematika apalagi gurunya guru ter killer

__ADS_1


"Baik Bu" Liona pun menarik kembali buku yang hampir sampai ke tangan Kesya. "Maaf sobat bukan gak mau tapi mamamu itu meminta gw untuk menjelaskan kedepan" ucap Liona mengejek dan pergi kedepan "Ck untung teman kalo enggak udah gw kunyah bag tahu isi mie, eh kok jadi lapar ya" omel Kesya


Sesampainya didepan Liona mengambil kapur. Walaupun ada spidol, Liona lebih menyukai kapur untuk nulis.


Liona menulis soalnya



Dik: |ā|\=4√3.|b|\=5 dan (ā+b).(ā+b)\=13


Dit: Sudut antara vektor ā dan b


"Hai teman teman disini saya akan menjelaskan secara rinci jalan serta jawaban soal yang dipapan tulis" tutur Liona


"Nah hasilnya iyalah 150⁰, kesimpulan nya 'sesulit apapun soal matematika tanya aja sama Liona, sekian dari saya dan terimakasih" ucap Liona sambil membungkuk


Seluruh siswa bertepuk tangan akan ke bisa-an Liona. Para siswa kagum melihat Liona. Dan ada pula yang sirik karena tak mampu.


"jawaban yang benar, tepat dan simpel" puji buk Unjuk


"Makasih buk, apa saya udah boleh duduk buk?"

__ADS_1


buk Unjuk hanya mengangguk


Liona kembali ke tempat asalnya maksudnya kursinya. "Pintar banget lo Li, ajari gw" pinta Kesya


"Ais habis muji langsung minta ginjal" gerutu Liona 'hehehe' Kesya hanya terkekeh garing


Liona pun mengajari Kesya walau waktu singkat Kesya pun langsung mengerti, alasannya karena otak Kesya lumayan encer kalo di ajar sama Liona.


"Terimakasih kau lah sahabat terbaikku intan payung muah" ucap Kesya yang memperagakan Fiji


Liona yang mendengar itu langsung bergidik ngeri "asli lo gilak" gumam Liona



Karena bel pulang telah berbunyi para siswa berhamburan untuk pulang kecuali Liona.


Liona beranjak pergi ke suatu tempat. Dia mengingat akan surat tadi pagi. Dia berjalan santai ke kelas 12 IPS 1 yang terletak di lantai 3 cukup jauh sih tapi Liona begitu penasaran.


Liona pun sampai dilantai 3 yang tampak sudah sepi karena biasanya kelas IPS lebih cepat pulang dari kelas IPA.


Saat hampir memegang handel pintu rasa jantungnya seakan berdegup kencang "Mengapa se gugup ini sih" batin Liona

__ADS_1


Dia pun membuka pintu yang ternyata tidak dikunci. "Aneh ada yang janggal disini" gumamnya. Liona melihat sekeliling ruangan itu hanya ada bangku dan meja yang tertata rapi. Liona melangkah lebih dalam ke ruangan. "Sudah kuduga ini hanya iseng-iseng orang aja" gumamnya


Saat akan berbalik ke arah pintu 'grek' Liona terkejut dan menatap pintu yang tertutup rapat


__ADS_2