Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
21. ORANG MISTERIUS


__ADS_3

"Maaf ya kak."lirih Aleta.


Gendra yang saat ini tengah tertidur pulas di sofa ruangan Aleta dan Aleta yang kini hanya memandangi Gendra.


Sudah beberapa 2jam Gendra tidur diatas sofa tanpa terbangun sekali pun. Gendra yang kini sudah bangun lalu melihat ke arah Aleta yang saat ini tengah tertidur pulas.


"Permisi ,saya mau memeriksa pasien."


"Silahkan dok."


Aleta diperiksa oleh dokter masih dengan keadaan tertidur. Tak ada rasa terganggu saat diperiksa oleh dokter.


"Anda suami pasien?"


"Iya saya suaminya. Bagaimana keadaannya?"


"Begini pak ,keadaan pasien saat ini karna luka yang sangat dalam jadi menyebabkan pasien untuk tidak bisa banyak bergerak karna takut jahitannya akan terbuka kembali. Dan untuk kandungan pasien juga masih sangat lemah." jelas dokter.


"Baik dok. Berikan perawatan yang terbaik untuk istri saya."


"Baik saya akan lakukan semaksimal mungkin. Dan untuk menjaga agar kandungannya cepat kuat kembali sebaiknya pasien di bantu juga untuk pemulihannya dan mengkonsumsi makanan yang sehat."


"Baik dok terimakasih."


"Saya permisi."


Setelah kepergian dokter tadi Gendra duduk di samping brangkar tempat Aleta tidur. Ia memandangi Aleta dalam.


"Apa aku harus berobat lagi untuk traumaku?"batin Gendra.


"Eengghhh.....kak Gendra?"


Aleta yang tiba tiba bangun mengejutkan Gendra yang saat ini tengah melamun. Hal itu membuat Gendra binggung harus bagaimana.


"udah bangun?" tanya gendra cuek.


"iya kak..emm kak gendra kenapa?"


"Ngga papa bukan urusan Lo."


"Gue mau pergi."


"Mau kemana?"


"Terserah gue mau kemana."


"Hati hati ya kak bawa mobilnya ,jangan ngebut. Nanti balik kesini lagi kan?"


"Hmm."


Gendra bergegas pergi dari ruangan Aleta. Kini Aleta tengah sendiri diruangan itu. Bara yang belum balik sedari tadi. Sebenarnya Aleta takut di tinggal sendiri tapi mau bagaimana lagi.


Gendra saat ini menuju ke markasnya ,ingin menyelidiki siapa dalang yang menyerangnya tadi malam. Kini Gendra dan anggotanya sedang berada di markas untuk menyusun strategi agar mereka bisa tau siapa dalangnya.


"Bagaimana? Sudah ada tanda tanda siapa dalangnya?"


"Dari jaket yang saya selidiki, jaket itu memiliki lambang singa."


"Singa?"gumam Gendra.


"Siapa yang memiliki lambang singa?Gabriel tidak menggunakan lambang itu. Tapi siapa? Saya ngga punya musuh lain selain Gabriel."

__ADS_1


"Kita juga masih menyelidikinya tuan. Dan sepertinya orang yang mencuri senjata saat itu juga sama dengan yang menyerang ini tuan."


"Kurang ajar ,siapa yang berani beraninya bermain dengan saya? Meraka sepertinya belum tau siapa saya."


"Selidiki dan ingat jika ada yang menyerang ,gunakan strategi yang sudah kita susun tadi. Saya akan pergi!"


"Baik Tuan."


Selesai urusannya dari markas Gendra berniat untuk pulang kerumahnya. Ia belum ingin kembali kerumah sakit untuk menjaga Aleta. Padahal saat ini Aleta tengah sendiri.


...****************...


"Aku haus banget." gumam Aleta.


Tap tap tap... Aleta mendengar suara langkah kaki seseorang yang akan memasuki ruangannya.


"Kak Gendra udah balik?"


Ceklek....


"Si-siapa kamu?"


Aleta ketakutan ,saat seseorang berbaju hitam menggunakan topeng masuk ke dalam ruangan Aleta. Aleta takut saat ini ,ia mencoba menggerakkan badannya tapi terasa sakit.


"Heeii Aleta....."


ucap seseorang itu, saat orang itu mendekat ke ranjang yang Aleta tiduri.


"Si-siapa kamu? Tolongg...."


"Ssttt jangan takut hmm... saya hanya ingin bermain dengan kamu."


Aleta semakin bergerak membuat lukanya juga sedikit demi sedikit terbuka.


Seseorang itu semakin dekat dan kini dia sudah berada di sisi Aleta. Ia hanya memandang Aleta tanpa melakukan apapun.


"saya akan buat Gendra dan kamu hancur!!"


Tiba tiba seseorang itu menekan kuat luka Aleta yang membuat Aleta meringis kesakitan.


"hiks...hiks....kak Gendra tolong Aleta...hiks...sakit kak...." batin Aleta.


Tak ada seorang pun yang lewat atau masuk ke ruangan Aleta. Hal itu membuat Aleta takut jika orang itu akan semakin macam macam dengan Aleta. Dengan tubuh Aleta yang sakit dan lemah membuat Aleta binggung harus melakukan apa.


"hiks...hiks...hiks..." Aleta hanya menangis.


"Jangan menangis...sssttt ini tidak menyakitkan sama sekali diam dan nikmati permainan saya. "


Orang itu tiba tiba mendudukan tubuh Aleta dan mencengkaram kuat bahu Aleta. Aleta yang emrasakan tubuhnya masih sakit akibat goresan dari Gendra dan jahitan yang dilengannya membuat terbuka kembali.


"Saya akan menambahkan lukanya lagi."


Orang itu mengeluarkan pisau dari Katong belakangnya , membuat Aleta melebarkan matanya dan tubuh yang gemetar.


"ja-jangan saya mohon...hiks...hiks..."


"apa mau kamu? Kenapa kamu ingin menyakiti saya?hiks..hikss...hiksss.."


"Saya mau kamu dan Gendra hidup sengsara dan merasakan sakit."


"Lihat pisau ini akan menancap diperut kamu."

__ADS_1


"Ngga jangan,jangan sakiti anaku hikss...hikss..."


"Mau sekeras apapun kamu menangis,tidak akan ada yang menolong kamu."


Seseorang itu semakin mendekatkan pisaunya pada perut Aleta ,tapi saat pisau itu hendak di tancapkan pada perut Aleta tiba tiba .....


BRAKK...DOR....


"AAAAAA......" Aleta berteriak keras.


"Aagghhh..." orang itu tertembak tepat pada bahu kanannya yang membuat pisau yang dipegangnya itu terjatuh kelantai.


"Siapa kamu?"


"hiks...hiks....kak Gendra...Aleta takut...hiks...hiks..."


Ya dia Gendra. Gendra yang berniat untuk kembali kerumah tidka jadi akrna dia terpikirkan Aleta yang sedang sendirian dirumah sakit. Untung Gendra tepat waktu datang jika tidak mungkin calon anaknya sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


"Mau apa hmm? Kenapa mau menyakiti istri gue?"


Gendra mendekat ke arah orang itu,tapi dengan pergerakan cepat orang itu menghindar dari Gendra.


Diruang rumah sakit yang semakin menengangkan dengan orang misterius yang masih menghindar saat Gendra dekati.


"SIAPA LO SEBENERNYA HMM? NGAKU ATAU GUE HABISI LO SAAT INI JUGA!!"


"...." Tak ada jawaban orang itu yang kini sudah berdiri dari jatuhnya tadi ia berusaha untuk lari dari ruangan itu.


"Kak....u-udah biarin dia pergi...Aleta takut kak...hiks...hiks..."


"DIAM ALETA!!"


"hiks...hiks....sa-kit...Aleta memegangi perutnya yang kini terasa nyeri."


"k-kak pe--rut Aleta sakit...hiks...hiks..."


"Lo ngga perlu tau siapa gue."


"Lo belum tau siapa gue sebenernya,jadi jangan berani beraninya Lo main main sama gue apalagi ngusik kehidupan keluarga gue."


Saat gendra mendengar ringisan Aleta ,Gendra beralih menatap Aleta. Hal itu membuat seorang itu mempunyai kesempatan untuk kabur dari Aleta. Dengan cepat orang itu berlari menuju pintu dan berhasil.


"Aaagghhh bisa bisanya kabur..."


"kak...sakit...hiks...hiks..."


Gendra mendekat ke arah Aleta dan mengecek kondisi Aleta yang kini sudah banyak darah yang keluar dari luka goresannya.


"Dok dokter..." Gendra berlari keluar rungan mencari dokter.


"hiks...hiks...sa--kitt Aleta ngga kuat..."


Berapa saat kemudian diketer datang keruangan Aleta dan mulai mengecek kondisi Aleta yang semakin lemah.


"Kondisi janin sangat lemah. Untuk luka kami akan obati kembali."


"Tenang ya Bu, kami akan memeriksanya dengan baik. Jangan sterss dan jangan menangis hal itu malah membuat kanduangan ibu semakin lemah."


"Sakitt....sakit bangett perutnya....."


Gendra yang kini diruangan alsta menemani Aleta yang kini lengannya tengah dijahit kembali. Gendra menggenggam erat tangan Aleta. Seakan menyalurkan kekuatan pada Aleta.

__ADS_1


__ADS_2