
Bara dan gendra tidak menemukan Aleta disana. Tak berlama lama mereka pamit untuk mencari Aleta lagi.
"AAARRGGHH......" Teriak Gendra saat sudah sampai di dalam mobil.
"Aleta Lo kemana sih? Kenapa Lo buat gue hancur kaya gini?" Isak gendra.
"Tenang gue yakin Aleta pasti baik baik aja. Mending Lo istirahat di rumah biar gue sama anak buah Lo yang bakal cari Aleta."
"Ngga gue mau cari Aleta Sampai ketemu. Gue mana bisa tenang. Disaat gue udah bener bener cinta sama Aleta kenapa Aleta malh ngilang." Ia tak memperdulikan dirinya yang sebagi seorang mafia ia menangis didepan bara.
"Oke gue tau Lo khawatir sama Aleta gue juga khawatir gen. Tapi pikirin kondisi Lo. Kondisi Lo bisa buruk kalo Lo kalut kaya gini ,emosi Lo yang udah Lo sembuhin bakal balik lagi." jelas Bara.
Bara kini mengendarai mobilnya ke arah rumah Gendra. Ia akan membiarkan Gendra beristirahat dirumahnya dan membiarkan dirinya tenang terlebih dahulu. Untuk urusan mencari Aleta, Bara dan aknak buah Gendra yang akan mencarinya.
Sampai di kediaman Gendra, Bara segera mengajak Gendra masuk ke dalam kamar.
"Lo di sini dulu ,tenangin diri Lo ,nanti kalo Lo udah tenang telpon gue dan kita cari Aleta sama sama lagi. Nanti juga kalo gue ada kabar gue akan segera kabarin Lo."
Bara lalu berjalan ke nakas mengambil beberapa obat.
"Minum obat Lo ,biar Lo tenang oke!"
"Gue pamit mau cari Aleta dulu. Tenang jangan emosi kontrol emosi Lo."
Bara lalu beranjak dari kamar gendra dan menutup pintu kamar gendra. Kondisi gendra saat ini benar benar memprihatinkan dirinya teringat beberapa tahun lalu dengan kejadian yang mirip seperti ini yang menimpa kedua orang tuannya.
"Nanti kalo gendra kenapa Napa atau berbuat sesuatu tolong kabari saya segera ya. Saya akan cari Aleta." ucap bara pada Pembantu disana.
"Baik Tuan. Semoga Nona Aleta cepat ditemukan."
Bara bergegas pergi dari rumah gendra untuk mencari Aleta lagi. Ia juga binggung akan mencari Aleta kemana. Tiba tiba dirinya teringat oleh Bria?
"Bria? Apa mungkin dia yang udah nyulik Aleta?"
"Bisa aja dia yang udah nyulik Aleta kan?" gumam bara.
...****************...
"oke kita sudah pindah tempat yang jauh agar Gendra dan anak buahnya sulit untuk mencari Aleta." ucap Bria.
"Aleta Aleta.. Malang sekali nasibmu." lanjut Gabriel.
Bria lalu mengusap pelan perut Aleta.
__ADS_1
"Di sini ada anak gendra. Aku ingin bermain main dengan baby disini." ucap Bria sambil tertawa puas.
Gabriel yang mendengar itu juga ikut tertawa. Ya Aleta sudah dibawa pindah oleh Bria dan Gabriel dari tempat yang pertama tadi. Karna jika Aleta masih disekitaran sana pasti mereka cepat ditemukan. Karena Bria ingin bermain main dulu dengan gendra.
"Eeunghh....aaawww..." Suara Aleta yang mulai terbangun pun merasakan pusing di kepalanya.
"pakai topengnya!" suruh Bria.
Aleta menatap sekelilingnya ,berada ditempat yang sedikit gelap hanya terdapat satu lampu itu pun tidak terlalu terang ,ruangan yang penuh debu dan kotor ini benar benar tidak layak untuk ditempati. Lalu Aleta menatap sekitarnya lagi dan...
"Hai baby...." ucap Gabriel.
Aleta terkejut saat ia ingin bergerak ternyata kaki dan tangannya terikat sangat erat. dirinya juga didudukkan di kursi tapi dengan keadaan terikat.
"Si-siapa kalian?" ucap Aleta bergetar.
"Ssttt jangan takut sayang...." ucap orang itu sambil mencolek dagu Aleta.
"Mau ap-apa?" ucap Aleta lagi ,saat ini Aleta benar benar ketakutan.
"Kenapa takut hmm? aku ingin bermain main denganmu dan baby disini." ucap orang itu lagi sambil menyentuh perut Aleta.
"JANGAN MENYENTUH CALON BAYI KU!! MINGGIR!!" Aleta berteriak kencang.
Bria hanya melihat Aleta dan Gabriel yang sedang adu mulut. dibalik topengnya Bria menyunggingkan senyumnya. Ia merasa puas saat dirinya bisa menculik Aleta dan sebantar lagi keluarga gendra akan hancur.
"hiks....hiksss...kak..ge-gendra..."
"Gendra tidak ada disini sayang. Hanya ada aku. Jadi jangan menangis hmm....jangan buang buang tenagamu karna kamu juga butuh tenaga untuk bermain denganku nanti oke..." Gabriel memutari Aleta yang duduk dikursi sesekali Gabriel juga menyentuh pundak bahkan bibir dan wajah Aleta.
Aleta ingin menghindar tapi apa daya dirinya tidak bisa bergerak. Aleta benar benar takut ia binggung sekarang harus bagaimana.
"Oke sayang... aku akan balik lagi nanti ,jadi siapkan tenagamu." Ucap Gabriel.
Gabriel dan Bria memutuskan untuk keluar dari ruangan tempat Aleta disekap. Aleta disekap sebuah rumah yang sudah tidak terpakai di sekitar hutan.
Gabriel dan Bria tertawa puas ketika sudah membuat Aleta takut tadi.
"Bagus." ucap Bria.
"perketat keamanan disini jangan sampai gendra dan anak buahnya sampai di sini." ucap Gabriel pada anak buahnya.
"Baik Tuan!"
__ADS_1
Di dalam ruangan tempat Aleta disekap. Aleta menangis ia tidka tau sekarang harus berbuat apa. Dirinya tidak bisa bergerak karena diikat. Ia ingin menelpon tapi handphonenya tidak ada.
"hiks...hiksss....kak gendra tolong Aleta...hiks... Aleta takut....Aleta ngga mau disini... tolong Aleta....hiks...hiks...."Aleta menangis sejadi jadinya. Pertama kali Aleta mengalami hal seperti ini membuat dirinya benar benar takut.
Aleta mencoba untuk membuka ikatan pada tangannya tapi tidak bisa. Ikatan itu terlalu erat. Aleta melihat sekeliling untuk mencari benda yang bisa digunakan untuk membuka talinya.
...****************...
"Lacak nomer ini."Suruh Bara pada Anak buah Gendra.
"Baik sebentar Tuan."
Beberapa saat kemudian pelacakan di nomor Bria berhasil.
"nomornya bisa dilacak Tuan."
Bara dengan cepat melihat ke komputer.
"Lokasi menujukan berada jauh dari sini tuan. Sekitar 3 jam perjalanan."
"Kita cari ke tempat ini ,ingat lokasinya. Saya yakin Aleta ada disana."
"Persiapkan perjalanannya kita gunakan mobil. Saya akan ke rumah Gendra untuk mengabarinya."
"Baik Tuan."
Bara lalu bergegas ke rumah Gendra. Ia sangat yakin jika Aleta bersama dengan Bria saat ini. Untung saja nomor Bria bisa dilacak jadi Bara bisa dengan cepat menemukan Aleta.
Sampai di rumah gendra ,Bara langsung menyuruh semua bodyguard di rumah gendra juga ikut Ke tempat dimana Aleta saat ini berada.
Tok tok tok
"Gendra....buka pintunya. Gue tau dimana Aleta berada."
Ceklek...
"Dimana Aleta?"
"Ikut gue perjalanan sekitar 3 jam. Nanti gue jelasin di mobil sekarang kita harus cepat sebelum Aleta kenapa Napa."
Gendra dan Bara dengan cepat bergegas menuju ke mobil. Ia kembali ke markas dulu untuk melakukan perjalanan bersama sama agar jika ada apa apa mereka bisa dengan cepat mengatasinya.
"Dugaan gue Aleta dibawa oleh Bria."
__ADS_1