
"Maaf hiks...hiks...."
"Kenapa?"
"Aleta pengen masak tapi ngga dibolehin sama bibi."
"hhhhh....." Gendra menghela nafasnya kasar. Ia benar benar tak habis pikir dengan Aleta kenapa ia akhir akhir ini sangat manja dan bersikap seperti anak kecil.
"Biar gue bilang sama bibi kalo Lo mau masak. Jangan nangis lagi."
"Iya...."
Gendra menuju ke dapur di ikuti oleh Aleta dibelakangnya.
"Bi,biarin dia masak. Apapun yang dia lakukan jangan dilarang!"
"Maaf tuan."
"Ngga papa." "Udah sekarang kamu mau masak apapun boleh."
"Yey makasih kak Gendra." Aleta tiba tiba mencium pipi Gendra. Gendra yang kaget dengan tingkah Aleta yang tiba tiba seketika ia membeku di tempat.
...****************...
"Lakukan sesuai rencana,jangan sampai gagal lagi."
"Okayy, aku pastikan rencana ini tidak akan gagal."
"Bagus. Kamu bisa berangkat sekarang."
"Baik."
Ya dia Bria dan Gabriel. Gabriel menyuruh Bria untuk datang kerumah Gendra. Waktu dirumah sakit juga Bria yang ingin membunuh calon anak Aleta.
Bria menuju ke kediaman Gendra menggunakan mobil. Ia sudah ada rencana untuk keluarga Gendra. Menghancurkan hidup Gendra adalah hal yang sangat ingin ia capai.
Beberapa saat perjalanan akhirnya Bria sampai di rumah Gendra.
"Siang non Bria."
"Siang pak. Gendra ada?"
"Ada didalam non."
"Baik terimakasih pak."
"Sama sama."
Bria sudah dikenal di rumah Gendra jadi tidak masalah jika Bria langsung masuk ke rumah Gendra. Ia berjalan mencari Gendra di ruang tamu dan ya Gendra ada disana.
"Hai Gen."
"Bria Lo kesini kok ngga bilang bilang."
"Sorry gue ngga bilang sama Lo. Ini sebenernya cuma lewat aja tadi terus gue mampir. Sekalian nih bawain makanan buat istri Lo. Katanya lagi hamil kan dan baru keluar dari rumah sakit juga."
"Kok Lo tau?"
"Iyalah gue tau. Oh ya mana istri Lo?"
"Ada didapur lagi masak."
"Gimana kondisi Lo? Sebaiknya Lo berobat lagi demi anak dan istri Lo."
"Ngga tau. Gue masih ragu buat berobat lagi."
"Gendra pikirin keluarga Lo. Mereka bisa tersakiti karna lo. Lo akan jadi calon papa!"
"Iya gue tau. Gue lagi mikir mikir lagi bua berobat."
"Terserah Lo deh. Gue boleh bantuin istri Lo masak?"
"Terserah."
Bria dengan segera menuju dapur untuk membantu Aleta.
"Hai Al."
__ADS_1
Aleta yang tengah masak terkejut kala Bria datang tiba tiba.
"Ehh Bria. Ngapain ke sini?"
"Kenapa? Ngga boleh?"
"Boleh kok."
"Gue bantuin masak ya." Tawar Bria.
"Ngga usah aku bisa sendiri."
"Ngga papa, sini aku bantuin."
Aleta merasa sebal saat Bria membantunya. Tapi Aleta tetap terlihat baik baik aja ya ia hanya diam saja dan cuek pada Bria.
Padahal Aleta hanya memasak nasi goreng tapi Bria tetap saja kekeh ingin membantunya.
"Biar Aleta aja ,kmu udah sana." ujar Aleta dengan nada jutek.
"Ngga papa Al."
"Gendra bukanya alergi udang ya? kesempatan bagus buat mereka berantem lagi." batin Aleta
Aleta yang tengah mengaduk nasi gorengnya dengan tenang tiba tiba Bria menjatuhkan sesuatu membuat Aleta menghentikan masakannya.
"Aduh... maaf al.ngga sengaja."
"Iya gpp. Biar Aleta aj yang bersihin ,Bria tolong adukin aja."
"Maaf ya Al ngga sengaja."
Bria mengambil kesempatan itu saat Aleta tengah membersihkan bahan masakan yang di sengaja di jatuhkan oleh Aleta. Sebenarnya Aleta kesal katanya niat mau membantu tapi ini malh semakin merepotkan Aleta.
Bria kini tengah memasukan sesuatu ke nasi goreng buatan Aleta tanpa Aleta ketahui.
"Sini Aleta yang lanjutin."
"Iya ,aku kedepan ya Al maaf tadi ngerepotin."
"hmm."
"Kak Gendra cobain masakan Aleta yuk ,sekalian makan siang." ajak aleta
"Ngga gue ngga mau."
"Ayo dong kak, Aleta udah masak banyak loh sekalian buat makan siang kak Gendra."
"gue bilang ngga ya ngga Aleta." Gendra menekankan perkataannya.
"Kok gitu padahal Aleta udah cape cape masak lho."
Ucap Aleta sambil mengerucutkan bibirnya.
"Gendra makan gih istri Lo udah susah susah masak. Siapa tau itu keinginan anak Lo." ucap Bria.
"ck iya iya gue makan. Mau ikut makan ngga Lo?"
"emang boleh?" tanya Bria.
"boleh yuk."
Aleta yang sebal melihat Gendra mengajak Bria makan ia berjalan dulu sambil menghentak hentakan kakinya.
Sampai di meja makan Aleta duduk di sebelah Gendra.
"Aleta ambilin ya.."
"hmm."
"Nih cobain enak ngga?"
Gendra menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Tak ada rasa curiga Gendra memakannya.
"enak ngga enak ngga?"
"Biasa aja."
__ADS_1
"Itu Aleta buatnya pake cinta lho padahal."
"Terserah Lo."
Bria juga memakan nasi gorengnya tiba tiba...
"Kok ada bau udangnya ya?"
Gendra yang tengah makan dengan nikmat langsung menjatuhkan sendoknya kasar.
"kak kenapa?" tanya Aleta binggung.
"LO KASIH BUMBU UDANG DI NASI GORENGNYA?"
"Engga kok Aleta ngga kasih."
"Tapi ada bau udangnya ngga sih?" tanya Bria.
"Emang kenapa kak?" tanya Aleta.
"Gendra alergi udang. Dia bisa sesak nafas kalo makan udang."
"Kak Aleta ngga masukin apa apa kok."
"BOHONG!!"
"Kak...hiks...Aleta ngga masukin bumbu udang...."
Gendra tiba tiba sesak nafas membuat Aleta panik dan takut.
"Kak...kita kerumah sakit ya?"
Aleta memegang tangan Gendra tapi ditepis kasar oleh Gendra.
"Bri, ambilin hah...hah.... obat ....hah.... gue di laci kamar..." ucap gendra tersengal sengal.
"iya sebentar."
"Kak....hiks...hikss...."
"ini gend."
Gendra langsung meminum obatnya tapi ia masih merasakan sesak nafas.
"Kak maaf... Aleta ngga tau kalo tadi Aleta masukin bumbu udang...hiks...hikss..."
"KAYANYA EMANG LO MAU BUAT GUE MATI YA?"
"eng-engga kak.. Aleta juga...hiks...ngga tau kalo kak gendra alergi udang..hiks...hiks..."
"TERSERAH LO. BANYAK ORANG YANG ALERGI SAMA UDANG TAPI KENAPA LO NGGA TANYA DULU TADI KALO MAU MASUKIN?"
"Aleta tadi ngga merasa masukin kak...hiks...hikss... atau ngga Bria ya yang masukin tadi?"
"Kok nuduh aku?aku ngga masukin apapun tadi gue cuma bantuin aja kok."
"JANGAN NUDUH ORANG SEMBARANGAN ALETA!! JELAS JELAS KAMU YANG MASAK TADI."
"ENGGA KAK!! hiks..hiks..."
"DIAM!! Bri anterin gue kekamar."
"Ayoo.."
Aleta masih di ruang makan sambil menangis ia tadi benar benar tidak memasukan bumbu udang di masakannya. Aleta juga ngga tau kalau Gendra alergi udang.
"hiks..hiks..."
Masakan yang Aleta masak tadi masih banyak baru beberapa sendok dimakan tapi udah ada aja masalahnya.
Aleta lalu merapikan makanannya ,ia juga mencuci piring.
"Biar bibi aja non yang cuci. non sekarang makan aja ya. Tadi belum makan kan? Kasian babynya."
Ya semua bodyguard dan pembantu dirumah Gendra sudah tau jika Aleta sedang hamil. Gendra yang memberi tahunya.
"Ngga usah bi. biar Aleta aja. "
__ADS_1
"Gapapa non istirahat aja ya makan bibi ambilin."