Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
TEMAN LAMA


__ADS_3

Terlewat sudah 3 hari setelah Aleta pulang ke rumahnya ,Kini kondisi Aleta jauh sudah lebih baik dirinya saat ini tengah berada di taman rumahnya dengan gendra yang menemaninya. Pagi ini Aleta di sibukkan dnegan menyirami tanaman yang berada di taman itu.


"Sayang ,sini duduk." panggil gendra untuk duduk di sebelahnya. Aleta tak menolak dirinya menyudahi menyirami tanaman dan bergabung bersama gendra serta duduk di sampingnya.


"Kenapa kak?" tanya Aleta yang kini bersender di pundak gendra.


"Aku cuma pengen berduaan aja sama kamu sayang...." ucap gendra manja.


"kak? Aleta pengen ke taman tau ,udah lama Aleta ngga keluar jalan jalan. Atau ngga ke pantai ya? Aleta suka banget sama pantai." ucap Aleta sambil menunjukkan kegemasaannya pada gendra. Gendra yang melihatnya pun lalu mencubit gemas pipi Aleta dan sekilas mengecup bibir Aleta.


"ihh kak gendra... sakit tau..." Aleta mengusap usap pipi yang baru saja di cubit oleh gendra tadi.


"gemesin sih..." gendra terkekeh melihat tingkah lucu Aleta saat sedang kesal.


"ya? bolehkan kita jalan jalan? ya ya ya?" Aleta terus saja membujuk gendra agar gendra mau mengajaknya jalan jalan. Sebenarnya gendra ragu untuk mengiyakannya ,ya ia masih takut dengan kejadian saat Aleta di culik waktu itu. Walaupun saat ini Bria dan gabriel masih di tahan oleh gendra tapi gendra tetap takut.


"sayangg...ya? Aleta pengen tau...."


"bilang apa tadi? coba ulangi."


"ngga ah ,kak gendra aja ngga mau ajak aleta jalan jalan." Aleta kesal dan memalingkan mukannya.


"iya nanti saya ajak jalan jalan. tapi ulangi dulu kamu tadi bilang apa."


"yey...beneran? ngga boong kan?" ucap Aleta gembira dan reflek langsung memeluk gendra dan mencium pipi gendra berkali kali.


gendra hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil ini.


"makasih sayang." lagi lagi gendra di buat terkejut dengan Aleta yang memanggilnya sayang? dan mengecup bibirnya. Istrinya ini sudah mulai berani melakukannya tanpa harus ada suruhan dari gendra.

__ADS_1


"siap siap ya. selepas itu kita langsung berangkat." ucap gendra setelah Aleta melepaskan pelukannya.


"oke Aleta siap siap.sekarang." Aleta lalu berlari masuk ke rumah.


"jangan lari lari sayang...nanti jatuh."gendra sedikit berteriak karena Aleta yang kesenangan langsung lari dengan cepat.


gendra menggeleng gelengkan kepalanya,kenapa istrinya itu sangat menggemaskan. Beda dengan dirinya yang sangat kasar dan sulit untuk bersikap lembut.


Setelah beberapa saat akhirnya Aleta dan gendra pun selesai bersiap siap kini mereka sudah berada di depan untuk mengambil mobil. Kali ini gendra tidak menggunakan bodyguard ia masih belum menemukan siapa di antara mereka yang berkhianat,ia takutnya jika menggunakan bodyguard gendra dan Aleta akan dalam bahaya.


"sudah siap?"tanya gendra saat mereka sudah di dalam mobil.


Aleta mengangguk "siap sayang...let's go..."ucap Aleta senang. akhirnya dirinya bisa menikmati indahnya pemandangan luar. Gendra hanya tersenyum tipis dan menatap sekilas Aleta yang tengah menikmati pemandangan dari dalam mobil.


Gendra ingin mengajak Aleta pergi ke pantai karena Aleta sangat suka pantai. Perjalanan menuju pantai cukup memakan waktu yang lama. Tapi Aleta senang ,ia bahkan banyak bercerita di mobil.


kini mereka sudah sampai di pantai. Aleta turun dari mobil ia bahkan berlari kecil Ining segera mendekati pantai itu.


Aleta lalu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah gendra yang sedikit tertinggal darinya. Aleta malah menunjukkan deretan giginya dan terkekeh pelan. Saking senangnya ia lupa jika ia bersama suaminya saat ini.


"Kenapa di tinggal hmm? lupa jika bersama suaminya?" tanya gendra yang sudah berada di samping Aleta dan meraih tangan Aleta untuk di gandeng dan berjalan bersama.


"Heheheh maafin ya kak. Aleta seneng banget penegn cepet kesana." ucap Aleta sambil berjalan dan mengayunkan tangannya.


"iya....sayang janji ngga di ulang lagi ya?"


"Ay ay kapten." ucap gendra menirukan suara seperti anak kecil.


Mereka berjalan menyusuri pantai sambil bergandengan tangan. Tidak terlalu banyak pengunjung di sini jadi lebih leluasa untuk menikmati indahnya pantai dan menghirup udara segar di sana.

__ADS_1


Aleta kini berlari lari kecil dengan gendra di belakangnya ,tak melewatkan kesempatan gendra pun mengambil handphone dan memotret Aleta yang begitu cantik dnegan mengenakan dress berwarna putih dengan motif bunga bunga kecil yang memenuhi dressnya. Tak lupa juga dengan rambut panjang yang hanya di ikat sebagian dengan tambahan pita besar berwarna putih yang tersemat di rambutnya. membuat Aleta begitu terlihat cantik.


"kak? lihatin apa sih kok senyum senyum gitu?" Aleta yang tiba tiba mendekat ke arah gendra pun membuat gendra kaget. Pasalnya saat ini gendra tengah melihat foto Aleta yang baru ia foto tadi.


"engga sayang... yuk kita duduk di sana ya." gendra lalu menaruh handphonenya ke dalam saku. Ia juga mengajak Aleta untuk duduk di pinggir pantai.


"mau minum atau mau makan?"


"emm apa ya? Aleta binggung."


"ya sudah kamu duduk di sini ,saya belikan kamu minum dulu."


Aleta mengangguk ,dirinya saat ini sedang duduk di salah satu kursi panjang di pinggir pantai. ia juga mengeluarkan handphone untuk memfoto pemandangan indah yang ada di pantai itu.


saat Aleta sedang asik bermain dengan handphonenya tiba tiba ada seseorang yang menghampirinya.


"hai? Aleta ya?" tanya orang itu dan tiba tiba saja dirinya duduk di samping Aleta.


Aleta yang terkejut pun masih diam belum menjawab pertanyaan pria itu.


"gue Leo ,apa lo lupa? teman sekolah lo dulu." orang itu memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya.


"Leo? ahh gue inget." ucap Aleta yang kini sudah ingat siapa pria tadi. Ya dia teman sekolah SMA Aleta dulu, pria itu adalah pria yang pernah mengajak Aleta pacaran tapi Aleta tolak bukan karena apa ,tapi saya itu Aleta ingin fokus sekolahh dulu.


"kok bisa ya kita ketemu di sini. setelah sekian lama ngga ketemu eh ketemunya di sini." ucap Leo.


"iya ngga nyangka banget udah berapa tahun setelah kita lulus ngga pernah ketemu lagi dan sekarang ketemu kita." ucap Aleta masih akrab dengannya karena Leo adalah orang yang enak di ajak bicara.


"oh ya,minta nomor handphonenya dong ,boleh kan? siapa tau kita bisa ketemuan lagi dan ngobrol bareng." ucap Leo santai ,ia belum tau saja jika Aleta sudah mempunyai suami yang menyeramkan.

__ADS_1


"Emmm...." Aleta berpikir sejenak,apakah ia harus memberikan nomor handphonenya atau tidak ia takut jiak gendra akan marah padanya. tapi tidak ada salahnya kan Aleta memberikan nomornya lagian Leo teman lamannya.


"boleh deh." akhirnya Aleta memberikan nomor handphonenya kepada Leo. Disisi lain Gendra yang berjalan dengan membawa 2 buah kelapa pun melihat istrinya yang sedang mengobrol dengan pria itu bahkan gendra juga melihat istrinya sepertinya bertukar nomor handphone? gendra masih diam ia tidak melanjutkan jalannya. ia masih ingin melihat apa yang akan di lakukan kedua orang itu.


__ADS_2