Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
26. TAKUT


__ADS_3

"Aleta kamu ada didalam kan? Buka pintunya!"


Tak ada jawaban pun dari kamar Aleta.


Gendra yang khawatir dengan Aleta pun hendak mendobrak pintu kamarnya tapi Aleta lebih dulu membukanya.


Ckelek..


"Kak Gendra...hiks...hiks..."


"Al ngga papa? Ada yang luka?"


"Engga ,Aleta takut kak. Kenapa selalu ada kaya gini disaat Kak Gendra ngga ada di rumah?...hiks..hiks..."


"Ssttt sekarang udah ada aku. Tenang Al... duduk dulu yuk ,kita ke ruang kerja biar kamar dibereskan dulu."


Aleta yang di gandeng Gendra menuju ruangan Gendra. Ia terus saja menangis.


Gendra mengajak Aleta duduk disofa. Aleta dengan segera memeluk Gendra dari samping kanan.


"Sssttt tenang ya.."


"Aleta ngga mau ditinggal sendiri. Aleta ngga mau di tinggal Kak Gendra..Aleta takut...hiks...hiks..."


"Maaf..."


"Lihat aku Al." Aleta lalu menatap Gendra.


"Maaf aku udah ninggalin kamu tadi,aku ke markas tadi di markas juga ada yang nyerang. Aku istirahat disana sebentar tadi juga."


"Kalo Kak Gendra mau pergi bisakan ajak aku? Takut...hiks..hiks..."


Gendra menarik Aleta ke dalam dekapannya lagi.


"Apa ini waktu yang tepat buat aku ngomong sama Aleta?" batin Gendra.


"Ahh sepertinya belum, sifat Aleta semenjak hamil berubah ubah. Dan ini juga bukan waktu yang tepat untuk menceritakannya." ucap gendra dalam batin.


"Sekarang jangan takut. Ada aku Al."


"iya..." ucap Aleta masih terisak.


"Al ,disini dulu ya. Aku mau mandi."


"Engga Aleta ngga mau di tinggal." Aleta semakin mengeratkan pelukannya pada Gendra.


"Hhhhhhh....." Gendra menghela nafas kasar.


Aeta yang masih dapat mendengar helaan kasar Gendra lalu melepaskan pelukannya. Ia takut jika Gendra akan marah padanya.


"I-iya kak Gendra boleh mandi kok. Aleta tunggu disini."


Gendra yang menyadari Aleta berbicara gugup ia tau jika helaan tadi membuat Aleta takut.


"Iya...Aku ngga akan marah sayang...Jangan takut ya.."


Aleta mengangguk. Gendra langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Beberapa saat kemudian Gendra yang sudah selesai mandi kembali ke ruang kerjanya. Saat masuk ia melihat Aleta yang kini berada di depan lemari yang berisi banyak alkohol di sana.


"Al?"


Aleta tersentak kaget.

__ADS_1


"Ka-kak Gendra." Aleta dengan cepat langsung menutup pintu lemari itu.


"Sayang lihat apa hmm?"


"Ma-maaf kak Aleta lancang buka lemarinya." ucap Aleta menunduk.


Gendra juga berjalan maju menghampiri Aleta. Aleta merasa takut jika Gendra marah..


"Gapapa sayang. Aku menyimpan banyak minuman keras di lemari karna saat aku emosi aku bisa menenangkan pikiranku dengan meminumnya."


Aleta lalu mendongkak melihat gendra.


"Kak Gendra ngga marah?"


"Engga sayang...." ucap Gendra sambil mencubit gemas pipi Aleta.


"Iiihhh sakit tau kak. Aleta selalu buat marah kak Gendra ya makannya kak Gendra selalu mengkonsumsi minuman keras?"


"Sebenernya penyebab marah ini karna mungkin trauma masa lalu saya. Saya akan menceritakan semuanya tapi bukan sekarang."


"Iya deh gapapa kak. Aleta bakal tunggu sampai kak Gendra siap buat cerita. Mungkin trauma Kaka di masa lalu bener bener berat ya."


"Makan malam yuk. Kamu lagi hamil jadi harus banyak banyak makan yang bergizi." ucap Gendra sambil mengelus perut Aleta yang masih datar.


Aleta tersenyum tipis melihat Gendra yang kini begitu baik dengan aleta. Aleta senang dengan sifat Gendra yang tidak marah,menyeramkan. Aleta senang diperhatikan oleh Gendra.


"Ayoo...Aleta udah laper nih ,Dede bayinya juga udah laper papa." ucap Aleta menirukan suara seperti anak kecil.


Gendra dan aleta menuju ke ruang makan. Sampai di sana makan malam sudah siap.


"Kak Gendra mau makan apa?"


"Biar aku ambil sendiri Al. kamu mau makan apa? Aku ambilin."


Gendra mengambil piring dan meletakan nasi serta ayam kecap dan sayur di dalam piring Aleta.


"Ini sayang...makan yang banyak ya.."


"Heem kak Gendra juga makan yang banyak."


"Iya . selamat makan sayang.."


Selesai makan Aleta meminta tolong bibi mengambilkan eskrim dan buat potong yang dibelikan Bara tadi.


"Bi , Aleta minta tolong ambilin buah potong sama eskrim tadi ya."


"Baik non."


"Kamu beli eskrim sama siapa?"


"Ohh kak Bara tadi yang bawain. Gapapa kan? Kak Bara tadi bawain banyak banget tau."


"Kenapa ngga suruh aku?"


"Kak Gendra lupa ya? Tadikan Kak Gendra marahin Aleta. Jadinya Aleta takut kalo minta tolong Kak Gendra."


"Maaf ya sayang. Lain kali minta sama aku."


"Heem oke papa."


"Permisi non ,ini eskrim sama buahnya."

__ADS_1


"Makasih bi."


"Sama sama non. Kalau begitu saya permisi non ,Tuan."


"Iya."


"Kak Gendra mau eskrim?"


Gendra menggeleng.


"Buah?"


"Boleh." Gendra langsung menarik piring yang berisi buah yang sudah di potong. Aleta yang menikmati eskrim coklatnya.


"Jangan makan eskrim terus ngga baik." Ucap Gendra.


"Iya Kak Gendra...."


"Kak Gendra Aleta boleh tanya?"


"Boleh mau tanya apa?"


"Eemm selain udang kak Gendra alergi apa lagi?Atau ngga makanan yang Kaka Gendra ngga suka apa? Biar Aleta tau dan ngga salah lagi. Aleta takut kak Gendra Kalo lagi marah." jelas Aleta.


"eemm kalo alergi cuma sama udang aja. Kalo makanan yang ngga suka aku ngga suka ngga ada sih. Semua suka apalagi yang masak kamu tapi jangan pake udang ya."


"Maaf ya kak Aleta ngga tau kalo kak Gendra alergi udang. Sebenernya Aleta juga ngga masukin bubukbu udang."Jelas Aleta.


"Kalo bukan kamu siapa? Kamu menuduh Bria? Dia sahabat aku udah lama Al. Dia juga tau kalo aku alergi udang. Stop buat salahin orang lain!"


"Tapi kak aku bener bener ngga--"


"Jangan salahin orang lain Aleta!" ucap gendra dengan sedikit meninggikan suaranya.


Aleta langsung menunduk dan menghentikan makan eskrimnya. Ia tau jika Gendra akan marah lagi padahal dia ingin menjelaskan jika bukan dia yang memasukannya.


Gendra yang melihat itu langsung menghela nafas kasar lagi. Entahlah semenjak Aleta hamil sikap dia menjadi lebih cengeng,gampang nangis,manja ,seperti anak kecil.


"Jangan nangis.Makan lagi eskrimnya kalo ngga mau buat aku aja."


"Kak Gendra marah?"


"Engga makan lagi eskrimnya."


Aleta mengangguk dan melanjutkan lagi amkan eskrimnya. Gendra yang masih makan buah sambil bermain handphone pun menghiraukan Aleta.


"Kak Gendra besok Aleta mau jalan jalan boleh?"


"...." Tak ada jawaban dari Gendra, karna Gendra sedang fokus dengan handphonenya.


"Kak....Jawab Aleta..."


Gendra tak menjawab lagi entah apa yang sedang dilihat gendra tapi dia sangat fokus pada hpnya.


"Kak Gendra..." Teriak Aleta.


Gendra terkejut saat Aleta berteriak begitu kencang. Gendra langsung menoleh ke arah Aleta yang kini sudah mengerucutkan bibirnya. Mukanya yang sangat lucu membuat Gendra tertawa apalagi ia makan eskrim belepotan di bibirnya.


"Kenapa sayang??"


"Ngga tau." kesal Aleta.

__ADS_1


"Bibirnya gitu minta dicium hmm?"


__ADS_2