
Beberapa hari seltah Aleta di rawat di rumah sakit ,kini Aleta sudah diperbolehkan pulang kerumah. Gendra juga sering menemani Aleta dirumah sakit walaupun ia bersikap cuek pada Aleta. Bara juga sering menemani Aleta dirumah sakit saat Gendra izin untuk pergi. Karna tidak mau kejadian dirumah sakit saat ada orang masuk dan akan melukai Aleta.
Saat ini Gendra tengah merapikan pakaian Aleta yang akan di bawa pulang.
"Al,udah ngga ada yang sakit kan? Kalo ada yang sakit bilang ya." ucap bara.
"Udah ngga ada yang sakit kok Kak ,Aleta udah sehat sekarang."
" Yaudah,kamu pulang sama Gendra. Aku akan ke kantor ada meeting hari ini."
"Iya kak makasih udah jagain Aleta."
Gendra yang tengah merapikan pakaian Aleta hanya diam saja tidak berbicara apapun.
"Ayo pulang."
"Iya kak gendra."
Aleta duduk dikursi roda dengan didorong oleh Gendra. Bara juga ada dibelakangnya. Bara tersenyum tipis melihat Gendra yang sudah mulai baik lagi dengan Aleta.
"Al ,aku pergi dulu ya.Gend gue pergi dulu."
"Iya kak hati hati."
Aleta kini memasuki mobil Gendra dan duduk di depan. Lengan tangan yang dijahit kini sudah mulai mengering jadi Aleta bisa sedikit menggerakkan tangannya.
"Kak Aleta boleh minta sesuatu?"
"hmm."
"Aleta mau makan eskrim boleh ya?"
"Ngga."
"Kak please Aleta pengen banget makan eskrim ngga tau kenapa."
"engga gue bilang engga ya engga."
Aleta mendengkus kesal ,ia saat ini benar benar ingin makan eskrim entah itu karna keinginan bayi yang dikandungnya atau Aleta yang mau.
"kak...boleh ya ..Aleta lagi pengen banget soalnya.." rayu Aleta lagi pada gendra agar di belikan.
"DENGERIN NGGA SI ENGGA YA ENGGA."
Gendra yang tiba tiba bicara dengan nada tinggi membuat Aleta terkejut. Aleta langsung menunduk tak berani menatap Gendra lagi.
"Maaf kak..." Aleta tak berani bicara lagi ,ia hanya menatap ke arah jendela melihat jalanan.
Gendra yang tiba tiba memberhentikan mobilnya membuat Aleta binggung.
"Turun!"
Aleta tak membantah ia turun dari mobil dan mengikuti langkah kaki Aleta. Aleta berjalan menunduk ia takut jika menatap Gendra. Apalagi mata gendra yang menyeramkan.
Gendra tiba tiba berhenti membuat Aleta yang berjalan dibelakangnya menubruk punggung Gendra.
Brukkk...
"Aawsss... " ringis Aleta sambil memegangi kepalanya yang menubruk punggung Gendra.
"Kenapa tiba tiba berhenti?"
"Klo jalan tu jangan nunduk ,lihat jalananya."
"Maaf kak.."
"Lihat gue Aleta dibilang jangan nunduk."
Aleta lalu menegangkan kepalanya ,matanya berbinar kala melihat toko eskrim yang sangat besar.
"Kak Gendra mau beliin Aleta eskrim ya?"
"Ngga."
"Ihh kok gitu,terus mau ngapain disini?"
"Ayo masuk."
Aleta tersenyum kala memasuki toko eskrim itu. Ia nampak senang. Tapi ia juga tidak berharap Gendra membelikannya tadi saja ia marah kala Aleta memintanya.
"Pilih yang Lo mau."
Aleta terkejut menatap Gendra.
"Beneran?!"
"Iya cepet ,kalo ngga gue ngga jadi beliin."
"Yeyyy... masaih kak Gendra." Aleta yang reflek tiba tiba memeluk Gendra erat. Gendra yang menyadari itu hanya diam tak membalas pelukannya.
__ADS_1
"Kenapa nyaman banget Aleta peluk gue?" batin Gendra.
"eehh maaf kak tadi Aleta saking senengnya jadi peluk kak Gendra."
"hmm."
Aleta memilih milih eskrim yang akan dibelinya. Ia binggung harus beli yang mana ,soalnya pilihan eskrimya begitu banyak.
"Kak bantu pilihin yang enak dong. Aleta binggung mau yang mana soalnya banyak banget."
"Terserah Lo mau yang mana. Mau beli banyak juga ngga papa."
"Beneran?"
"hmm."
Gendra tersenyum tipis kala melihat Aleta yang tengah memilih eskrim ,ia terlihat sangat lucu dan imut.
Gendra yang meilhat itu segera mengabadikan momen itu. Ia mengeluarkan ponselnya lalu memotret Aleta yang tengah memilih eskrim.
"Cantik..." ucap Gendra sambil tersenyum melihat hasil fotonya.
Saat gendra melihat fotonya tiba tiba saja Aleta datang menghampiri Gendra.
"Kak udah belinya."
"Yaudah bayar."
"Aleta ngga punya uang."
Gendra lalu menuju ke kasir untuk membayarnya. Saat ini Aleta tengah membawa 2 eskrim rasa coklat ditangannya.
"mau makan disana?"
"iya. nih satu buat Kaka."
"engga ,gue ngga suka eskrim."
"ihh padahal Aleta udah beliin dua loh biar kak Gendra juga ikut makan."
"uang siapa coba yang buat beli tadi?"
"uang Kak Gendra."
"berarti gue beli sendirikan?"
"hmm."
Gendra dan Aleta lalu duduk di dalam toko eskrim tersebut. Banyak orang yang ada disana dengan pasanganya.
Aleta sangat senang akhirnya ia bisa makan eskrim. Gendra juga makan eskrim yang diberikan Aleta tadi.
Selesai makan eskrim Aleta dan Gendra langsung bergegas pulang.
"Makasih kak udah beliin Aleta eskrim."
"hmm."
Sampai di rumah Gendra langsung mengantar Aleta kekamar untuk istirahat.
tok tok tok...
"masuk."
"ini Tuan makannya." Setelah memberikan namapan berisi makanan dan minum.pembantu itu segera kembali ke bawah
"saya permisi Tuan."
"Makan."
"Aleta ngga mau makan itu."
"Makan Aleta." Ucap gendra sambil menekan kata katanya.
Akhirnya Aleta memakannya baru beberapa suap tapi Aleta langsung mual.
Huekk huekkk
Aleta berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
Gendra juga menyusul Aleta ke kamar mandi.
Huekk huekk...
Gendra memegangi rambut Aleta yang terurai. Ia juga memijat tengkuk leher Aleta.
"udah?"
"mual banget...Huekk...Huekk...."
__ADS_1
Setelah merasa aga lega Aleta duduk sebentar di atas kloset ia merasa tubuhnya lemas..
"masih mual?"
"engga ,lemes banget."
"yaudah aku gendong kekamar."
Gendra mengendong Aleta menuju kekamarnya.
"Ngga mau makan lagi."
"Iya ,yaudah minum dulu. Ini obatnya juga diminum ya."
Aleta meminum obatnya lalu ia merebahkan dirinya.
Ia merasa lemas sekali dan memutuskan untuk tidur.
Gendra yang melihat Aleta ia sangat kasian. Ia menyingkap baju yang dipakai Aleta dan mengelus lembut perut Aleta.
"Maaf sayang...."
"jangan buat mama sakit ya.. jangan nakal okay?"
Gendra lalu mengecup perut Aleta ,ia juga ikut merebahkan dirinya disamping Aleta sambil terus mengusap perut Aleta lembut.
Gendra lama lama juga terlelap dalam tidurnya.
"Eeunghh....."
Aleta terbangun dari tidurnya ,saat ini pukul 11 siang.
Aleta menyadari jika perutnya terasa berat lansung menyingkap selimut,ternyata tangan gendra berada diperutnya.
"Kak..."
Aleta menepuk pelan lengan Gendra tapi tidak ada pergerakan darinya.
Pelukan Gendra sangat erat membuat Aleta tak bisa melepaskan tangannya.
Aleta mendengkus kesal. Ia mencoba menjaili Gendra dengan menyentuh hidung gendra. Ia juga memainkan bibir Gendra dengan jarinya.
Gendra yang terusik pun akhirnya bangun.
"Ssttt diam."
"Akhirnya bangun juga. Kak lepasin tangannya perut Aleta jangan ditindih dong."
Gendra malah kembali memejamkan matanya. Ia masih setia memeluk Aleta.
"iihh kak Gendra. Bangun ayo bangunn...."
Gendra yang merasa tidurnya diusik pun langsung membuka matanya.
"Kenapa sih? Tau ngga lagi tidur. Gue ngga suka kalo lagi tidur itu diganggu."
"Iya maaf ,tadi kak Gendra kenceng banget meluknya ,Aleta mau bangun soalnya."
"Terserah."
Aleta mengerucutkan bibirnya ia merasa bersalah juga pada gendra karna mengusik tidurnya.
Aleta lalu bergegas bangun menuju kebawah. Ia ingin sekali memasak. Entah sejak kehamilannya ini Aleta sangat ingin memasak tapi saat dirumah sakit tidak bisa jadi ya sudah Aleta tahan Sampai dia pulang kerumah.
"halo bi."
"eh non Aleta. mau makan apa non biar bibi ambilin."
"Engga bi, Aleta cuma pengen masak aja. "
"Ehh bibi udah masak non,tinggal makan aja."
"Tapi Aleta pengen banget masak bi,boleh ya."
"Ngga usah non."
"Aaa bi aleta pengen masak pokoknya pengen masak!"
Aleta kesal sekali karna dirinya tidak diperbolehkan memasak. Aleta kembali ke atas ke kamarnya.
"Kak Gendraa.....!!" teriak Aleta.
"hiks...hiks...hiks... Kak Gendra bangun.....hiks..."
Gendra yang masih tertidur pun kini terbangun lagi karena teriakan aleta.
"Paa si orang tidur di ganggu Mulu. Gue udah bilang jangan ganggu gue pas tidur. Denger ngga?!"
"Maaf...hiks...hiks...."
__ADS_1