Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
33. OM OM MESUM


__ADS_3

Gendra tersenyum kepada Aleta dan langsung mencium bibir Aleta lagi dengan lembut.


...****************...


Kini pagi hari telah tiba ,sinar matahari menerobos masuk ke sela sela kamar Gendra dan Aleta.


Gendra lebih dulu bangun dari Aleta. Gendra menendangi wajah Aleta yang begitu cantik. Ia juga mengusap lembut pipi Aleta.


"Eeunghh....." Aleta terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya dan pertama yang ia lihat adalah Gendra.


"Kak? udah bangun?"


Gendra mengangguk. Tiba tiba Aleta tersenyum ke arah Gendra. Ia mengingat tadi malam saat gendra dan dirinya tengah berciuman mesra.


Aleta lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa hmm?" tanya gendra.


"Malu...." ucap Aleta yang masih menutup matanya.


"mau lagi hmm?" goda gendra.


"Ihh kak gendra jangan gitu Aleta masih malu tau."


"Tapi kamu menikmatinya kan hmm?"


"Ngga tau ah Aleta mau mandi aja." Aleta lalu bergegas ke kamar mandi sambil berlari.


"Sayang... jangan lari kamu lagi hamil." teriak gendra.


Dikamar mandi Aleta belum memulai mandinya. Ia masih di depan cermin sambil memandang wajahnya yang tengah senyum senyum sendiri.


"Aaagghh kak Gendra....." gumam Aleta.


"Kenapa tadi malem kaya tulus banget kak Gendra. Apa kak Gendra udah cinta sama Aleta? Aleta jadi malu kan kenapa juga semalem Aleta membalas ciuman kak gendra? Aahh ngga tau deh Aleta mau mandi aja." gumam Aleta sendiri.


Aleta lalu memulai ritual mandinya. Setelah selesai ia baru sadar jika ia belum membawa baju gantinya tadi karna ia langsung lari begitu saja ke kamar mandi.


"Aduhh kenapa bisa lupa coba tadi ngga bawa baju sekalian. Masa iya aku harus keluar pakai handuk aja. Malu nanti dilihat kak Gendra."


Tok tok tok


"Aleta..udah belum mandinya ,kok lama banget?"


"Iya kak sebentar." teriak Aleta dari dalam kamar mandi.


"Gimana ya? masa iya harus minta tolong kak gendra.Aaa malu..." gumam Aleta sendiri.


Akhirnya Aleta memutuskan untuk meminta tolong Gendra untuk mengambilkan pakaiannya.


Ceklek..


"Udah?"


"Belum hehehe" jawab Aleta dengan menampilkan giginya.


"Eemmm kak gendra boleh minta tolong ngga?"


Gendra mengangkat alisnya seakan berkata apa.


"Eemmm ambilin baju ganti Aleta ya terserah apa aja sama Daleman ya juga ada dilemarinya Aleta." ucap Aleta dengan menahan malu.


"Jadi lama di kamar mandi ngga bawa baju?"


Aleta mengangguk.


"Yaudah sebentar."


Aleta lalu menutup pintu kamar mandinya kembali.


"Al pake kaos apa dress?"


"Kaos aja deh kak.sama.celana pendek." teriak Aleta dari dalam.


Gendra lalu mencarikan baju ganti untuk Aleta. Ia agak terkejut karna ternyata banyak juga dalaman yang Aleta punya.

__ADS_1


"Pasti dia malu nih tadi mau minta tolong." gumam gendra.


"Cepetan kak..."


"Iya iya sabar sayang...."


Tok tok tok


"Ini baju gantinya."


"Taruh situ aja nanti Aleta yang ambil."


"Buka aja pintunya sayang ngga bakal ngintip kok."


Aleta lalu membuka pintunya ia melihat gendra yang sudah membawa baju gantinya.Ia sebenarnya malu jika gendra melihat **********.


"Nih..."


Saat Aleta hendak mengambil baju gantinya gendra tiba tiba mendorong pintu kamar mandi dan ikut masuk kedalam.


"Eehh kak Gendra ngapain ikut masuk?"


"Ngga papa." ucap gendra sambil mengunci pintu kamar mandi.


"Nih gantinya."


"Nggak! Kak gendra keluar sekarang Aleta mau ganti baju."


"Kenapa hmm? malu? lagian saya juga sudah pernah liat punya kamu."


"Apaan sih kak." ucap Aleta kesal.


"Cepetan genti keburu dingin."


"Kak gendra keluarr......"


"Aku mau mandi ,janji ngga bakal liat kok.Kalo kamu mau lihat punyaku ngga papa." goda gendra.


"Dasar om om mesum!" ucap Aleta kesal sambil menghentakkan kakinya. Tanpa sadar ternyata saat Aleta menghentakkan kakinya handuk yang aketa pakai terbuka dan menampilkan tubuhnya didepan gendra.


"Aaaaaaaa........" Aleta yang menyadari itupun langsung mengambil handuknya kembali dan memakainya.


"Kak gendra sana pergi. Aleta lalu menggeser tubuh gendra kesamping dan langsung meraih pintu yang ternyata pintu itu sudah terkunci dan kuncinya dibawa oleh gendra.


"Cari ini hmm?" ucap gendra sambil menunjukkan kunci yang kini sudah di tangannya.


"KAK GENDRA!!"


"Kamu membentak saya?"


"Eng-engga gitu maksud Aleta ,Aleta cu-cuma mau ganti."


"Yaudah ganti disini sayang."


"Aleta malu kak." ucap Aleta sambil menundukkan kepalanya.


"Yaudah kalo malu gitu aja ngga usah ganti sekalian."


Aleta menarik nafas panjang. Dirinya terkurung saat ini bersama gendra. Ia akhirnya memutuskan untuk ganti disitu juga ya walaupun gendra sudah pernah melihatnya tapi ia tetap saja malu.


"Kak gendra tutup matanya.Balik badan ngga boleh liat Aleta ganti."


"Kalo saya lihat kenapa? Saya suami kamu."


"Kak ,Aleta udah kedinginan jangan buat masalah deh."


"Kamu yang buat masalah untuk diri kamu sendiri."


"Mau ganti ngga? Kalo ngga kamu akan terus seperti itu."


Aleta mendengkus kesal. Akhirnya ia ganti disitu juga dengan gendra yang terus menatapnya.


Dan akhirnya Aleta selesai juga gantinya.


"Udah ,sekarang Aleta mau keluar."

__ADS_1


Gendra mengangguk dan membukakan pintu untuk Aleta.


"Sebenarnya aku ingin bermain tadi." bisik gendra tepat di telinga Aleta membuat Aleta merinding.


Aleta langsung keluar begitu saja. Ia langsung menuju ke dapur.


"Dasar kak gendra mencari kesempatan dalam kesempitan." gerutu Aleta saat menuruni tangga.


"Pagi Al." ucap bara saat Aleta sudah sampai di bawah.


"Kak Bara? pagi pagi tumben udah disini."


"Iya ,mau minta sarapan Al. Soalnya ngga ada yang masakin."


"Makanya kak cari istri biar ada yang masakin."


" Istrinya lagi jagain jodoh orang."


Aleta tertawa melihat Bara.


"Yaudah yuk sarapan bareng ,kayanya bibi udah masak."


Bara lalu mengekori Aleta yang berjalan ke ruang makan.


"Mau makan apa kak? Aleta ambilin."


"terserah deh apa aja mau. Oh ya Gendra mana?"


"Kak Gendra lagi mandi."


"Ohh." jawab bara sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


"makan dulu aja kak ,Aleta mau kedapur sebentar."


"Iya Al. makasih ya."


Aleta pergi ke dapur ingin membuat mie instan ,entah kenapa ia ingin sekali makan mi instan pedas.


"Bi,ada mie instan ngga?"


"Buat siapa non? Kan bibi udah masak banyak."


"Buat aku bi. Lagi pengen banget soalnya makan mie instan."


"Ini masih pagi jadi ngga baik buat kesehatan kalo makan mie instan. Kasian juga nanti kandungannya non."


"Tapi Aleta pengen banget bi. Boleh ya?"


"Haduh non sebaiknya jangan ya. Bibi udah masak banyak itu juga."


Aleta menghela nafas kasar. Ia ingin sekali makan mie instan tapi tidak diperbolehkan oleh pembantunya..Akhirnya Aleta beranjak dari dapur menuju meja makan dengan wajah kesal dan cemberut.


Tap tap tap.


"Kenapa Al?"


"Aleta pengen makan mie instan tapi ngga dibolehin sama bibi."


"Masih pagi ngga boleh makan mie instan!" ucap Gendra yang tiba tiba datang.


"iishhhh....." kesal Aleta.


"Ngga baik buat kesehatan sayang... nanti babynya kenapa Napa mau?"


"Iya iya."


"Ngapain loe disini?"


"Kenapa ngga boleh?"


"Nggak!"


"Orang gue kesini mau ketemu sama Aleta."


"Tetep aja ngga boleh!"

__ADS_1


"udah udah kenapa pada berantem sih Aleta mau sarapan jangan ada yang berantem."


__ADS_2