Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
39.KEJADIAN BEBERAPA TAHUN LALU


__ADS_3

Gendra diam ia masih mencerna ucapan Bria. Tidak,Gendra tidak pernah membunuh orang tua Bria sepertinya? Tapi mengapa Bria bisa bilang seperti itu?.


"APA MAKSUD KAMU?" Tanya Gendra.


"Kamu lupa Gendra? Beberapa tahun lalu kamu pernah membunuh orang tua di gudang tua ,Kamu menyiksa mereka dan bahkan orang tua saat itu memiliki anak perempuan. Dan tanpa belas kasihan kamu membunuh orang tua itu dan tidak memikirkan bagaimana nasib anak perempuan itu. KAMU INGAT GENDRA?"


Gendra diam ia mencerna perkataan Bria.


"Anak perempuan itu adalah aku. Aku anak dari orang tua yang kamu bunuh waktu itu. Aku menyaksikan kamu membunuh orang tua aku GENDRA!!"


"Orang tua gue ngga ada salah apapun sama Lo. Tapi kenapa Lo senaknya bunuh orang tua gue gendra kenapa? Dan Lo tau setelah kepergian orang tua gue ,gue seperti apa Lo tau ngga? Gue mungkin ngga kaya Lo. Larut dalam kesedihan dan jadi gila kaya Lo setelah orang tua Lo juga dibunuh. Itu yang gue rasain Gendraa." Bria benar benar meluapkan segala emosinya saat ini. Emosi yang telah lama ia pendam sendiri akhirnya ia keluarkan sekarang didepan orang yang telah membunuh orang tuanya.


"LO BENER BENERR LAKI LAKI BRENGSEK YANG PERNAH GUE TEMUIN. MUNGKIN KATA BRENGSEK MASIH TERLALU BAIK BUAT LO. KADI NYAWA HARUS DI BALAS DENGAN NYAWA GENDRA!!"


"STOPP!! JANGAN PERNAH LO NYAKITIN ALETA DAN CALON ANAK GUE! ALETA NGGA TAU APAPUN SOAL INI.!"


"TAPI DIA SEKARANG UDAH JADI BAGIAN DARI KELUARGA GENDRA. JADI LO HARUS SIAP SIAP KEHILANGAN ORANG YANG LO SAYANG LAGI!!" Ucap Aleta dengan tertawa.


"Dasar brengsek. Kalo Lo punya masalah sama gue selesaikan sama gue,jangan bawa bawa Aleta! Sekarang mana Aleta?!"


"Istri Lo udah gue siksa habis habisan .mungkin bentar lagi Lo bakal kehilangan anak Lo." ucap Bria dengan menyungkingkan senyumnya.


"DASAR WANITA ULAT!! JADI LO DEKETIN GUE DAN BAIK SAMA GUE CUMA PURA PURA HMM?"


"LO YANG TERLALU BODOH GENDRA LO BODOH LO GILA!!"


DORR......


Gendra menembakkan peluru untung saja peluru yang di tembakkan oleh gendra tepat disamping tubuh Bria berdiri dan tidak mengenai Bria.


"MANA ALETA?!"


"ALETA UDAH SEKARAT GENDRA...JADI LO TINGGAL TUNGGU DIA MATI DI HADAPAN LO!"


Gendra kembali menembakkan peluru lagi ,ia benar benar emosi. Apa yang dikatakan Bria membuat dirinya benar benar kalut dan emosi.


Gendra lalu memulai peperangan ya. Mereka semua mulai saling menembakkan peluru satu sama lain. darah sudah ada dimana mana.


"Gendra sabar ,jangan gegabah." ucap Bara.


"Kita masuk kedalam cari Aleta cepat. Biar disini anak buah yang akan mengurusnya." lanjut bara lagi.

__ADS_1


gendra menuruti perkataan Bara. Ia dan bara lalu mencari celah untuk masuk kedalam gudang itu.


Dan ya gendra berhasil masuk ke dalam tanpa ketahuan seorang pun.


"Kita berpencar cari Aleta. nenti kita saling kabar lewat HT ini oke?" ucap bara.


Gendra mengangguk. Dirinya lalu mengambil jalan sebelah kanan sedangkan bara mengambil jalan sebelah kiri. Ya gudang itu cukup besar dan banyak pintu pintu jadi sangat susah untuk mencari keberadaan Aleta.


...****************...


Disisi lain Aleta yang kini masih tergeletak lemah ,ia sudah tidak kuat menahannya. Dirinya benar benar rapuh. Darah yang mengalir kini sudah banyak di lantai. Semakin lama Aleta semakin tidak berdaya,wajah yang pucat dengan penampilan yang sudah berantakan membuat Aleta hanya bisa menangis.


"sa....kitt....hiks...hiks...tolong....." rintih Aleta


"kenapa sesakit ini? kak gendra tolong Aleta,Aleta udah ngga kuat kak...hiks...hiks..." batin Aleta.


"tolongg......kak Gendraa......." Aleta berbicara sedikit berteriak karena tenaga yang sudah lemah.


"Diam!" ucap anak buah gabriel.


"Saya mohon...tolong saya....hikss..hikks..."


"Tetap di sana atau bos kami yang akan bertindak!" ucap anak buah itu lagi.


"pe--rut saya sakit...hiks...saya mohon izinkan saya ke-luar....hiks...hiks...apa kamu tidak melihat darah yang keluar dari bawah ini? sa-saya sedang ha...mil..ada nya-wa y-yang saya bawa di pe..rut s-saya...hikss...hiks..." Aleta berbicara dengan susah payah karena ia benar benar menahan sakitnya. Sakit yang luar biasa,entahlah yang Aleta pikirkan saat ini adalah keselamatan janin yang ada di perutnya saat ini.


Anak buah Gabriel hanya diam tak menjawab apapun. Mereka berjalan ke arah pintu dan berdiri di sana. Seolah olah melarang Aleta untuk keluar dari sana.


"Aaarrggg......" Aleta mengerang kesakitan. Dirinya tergeletak lagi di sana dengan sisa tenaga yang ada.


Di luar Gendra yang sedang mencari Aleta pun mendengar rintihan Aleta tadi. Ya gendra sudah ada di dekat tempat Aleta di sembunyikan ,dengan segera Gendra berbicara lewat HT dengan Bara.


"Bara ,gue nemuin Aleta. Cepet kesini."


"Oke gue bakal cari Lo sekarang. Dan Lo langsung masuk aja ,jangan tunggu gue,gue takut Aleta kenapa Napa." ucap Bara.


Gendra semakin mendekati pintu itu. Pintu yang sepertinya di kunci dari dalam. Gendra akhirnya memutuskan untuk mendobraknya.


Brak..Brak..


Anak buah gabriel yang menjaga di depan pintu dalam kini langsung menoleh ke arah pintu itu.

__ADS_1


Aleta juga mendengarnya.


"Apa kak gendra?" batin Aleta.


"BUKA PINTUNYA!!" teriak gendra dari luar yang sambil mendobrak pintunya.


"Kak Gendra...." Teriak Aleta dari dalam.


BRAAKKKK....


Akhirnya pintu itu terbuka juga. Yang pertama kali Gendra lihat adalah Aleta dengan keadaan yang mengenaskan. Saat ingin mendekati Aleta tiba tiba 2 anak buah Gabriel langsung menyerang gendra begitu saja. Untung saja Gendra bisa langsung mengimbangi gerakan orang itu.


"Kak....hiks...hiks..."


Bughh...bugh....bugh....


Suara mereka berkelahi nyaring di telinga Aleta. Aleta menepikan dirinya ke pinggir dengan menyeret tubuhnya ia menyenderkan tubuhnya ke tembok.


Beberapa saat kemudian anak buah gabriel akhirnya kalah dari gendra. Gendra dengan cepat mendekati Aleta dan memeluknya.


"Sayang....." ucap gendra sambil memeluk Aleta.


"K-kak..... Ta-takut....hiks...hiks... Sa-sakit babynya kak....hiks...hiks..." ucap Aleta terbata bata.


Gendra alalu melepaskan pelukannya dan memandang tubuh Aleta. Ia melihat dress yang digunakan Aleta sudah di penuhi oleh darah.


"Kita pergi dari sini Aleta." ucap gendra sambil mengendong Aleta.


Bara juga sudah ada di sana ia melihat kondisi Aleta benar benar kasihan ,Aleta benar benar mengenaskan saat ini. Tubuh yang dipenuhi darah. Dan kondisinya yang sudah tidak karuan lagi.


"Kita harus cepet keluar dari sini." ucap bara.


"Ikuti gue ,semoga aja lewat belakang tidak ada anak buah gabriel."lanjut bara lagi.


Gendra mengikuti langkah bara. Dirinya mengendong Aleta yang kini masih menangis dan sambil memegangi perutnya yang sangat sakit.


"Kak sakit....Aleta takut babynya--"


"Ssstt tenang ya sayang... tahan jangan tutup mata kamu."


Aleta diam dirinya hanya menangis saja tidak berbicara lagi. Sampai di pintu belakang tiba tiba...

__ADS_1


__ADS_2