Dipaksa Menikah Dengan Mafia

Dipaksa Menikah Dengan Mafia
35. PEMBALASAN BRIA


__ADS_3

"Sepertinya ada yang tidak beres dengan ini. Tidak mungkin jika Aleta kabur dari rumah ini..Apalagi semua bodyguard di suruh untuk kemarkas lewat telepon. Apa Aleta di culik?" batin gendra.


...****************...


"Semuanya saya tidak mau tau nyawa kalian semua adalah taruhannya jika Aleta kenapa Napa!!" marah gendra.


"Kalian semua cari Aleta sampai ketemu!" suruh gendra kepada semua bodyguardnya.


Setelah itu gendra dengan cepat berjalan ke arah kamar ia ingin mencari handphone Aleta dibawa atau tidak. Jika dibawa akan lebih mudah untuk gendra melacak keberadaan Aleta.


"Handphone Aleta tidak ada disini ,bisa jadi Aleta membawa handphonenya." gumam gendra.


Gendra lalu turun kebawah dan bergegas dari rumahnya. Ia berencana ke markas untuk menyuruh anak buahnya melacak dan mencari keadaan Aleta. Pikiran gendra saat ini benar benar kalut dan emosi kenapa bisa biasanya banyak bodyguard dirumahnya tapi mereka bisa kecolongan.


"AAARRGGKKHHH...." teriak gendra sambil memukul stir mobilnya keras.


"Berani beraninya ada yang bermain denganku." marah gendra.


Sampai di markas gendra lalu bergegas cepat menuju ke dalam.


BRAKK......gendra menendang pintu markasnya.


"Kalian semua cari tau keberadaan Aleta!! Istri saya hilang dugaan saat ini sepertinya di culik."


"Baik Tuan." ucap mereka serempak.


"Kamu lacak keberadaan Aleta!" suruh gendra kepada salah satu bodyguardnya.


Beberapa saat kemudian mencari keadaan Aleta tapi tidak ketemu handphone yang dibawa Aleta tidak bisa mungkin mereka sudah mematikan handphone Aleta.


"Tidak bisa dilacak Tuan."


Tatapan gendra kini menyeramkan mata yang merah dan emosi Gendra kini langsung bergegas dari markas untuk mencari keberadaan Aleta juga.


"Gabriell...." gumam gendra pelan.


Ia berniat menghubungi Bara untuk membantu mencari Aleta. walaupun mereka sedang tidak akur saat ini tapi gendra sedang membutuhkan bantuannya juga. Untuk sekarang ego gendra harus disingkirkan dulu demi Aleta agar cepat ketemu , Apalagi saat ini Aleta sedang hamil ia takut jika terjadi apa apa dengan anak dan istrinya.


Tut Tut Tut


"Gue butuh bantuan Lo. Aleta hilang bantu cari Aleta sekarang!"


"Aleta hilang?" ucap Bara kaget di sebrang sana.


"Ketemu di dekat rumah Lo ,gue sekalian mau ke markas Gabriel."


"oke kita ketemu disana."


Gendra lalu mematikan teleponnya ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai di dekat rumah Bara Ia langsung ketemu Bara karna Bara sudah menunggu disana.


"Gimana?" Tanya Bara.


"Aleta hilang. Gue ngga tau gimana kejadiannya karna saat itu gue lagi diluar lo. Gue pergi tadi bukannya Lo masih disana?"

__ADS_1


"Selepas Lo pergi tadi gue juga pergi. Jadi gue ngga tau selepas itu. Buaknnya banyak bodyguard di rumah Lo?"


"Gue merasa ada yang anaeh dengan kehilangan Aleta. Ngga mungkin Aleta kabur dari rumah. kata bodyguard tadi Rumah ada yang menelpon semua bodyguard untuk kemarkas untuk nolong gue ,padahal gue sama sekali ngga menelpon mereka. Gue kira Aleta diculik."


"Oke dari cerita Lo kayanya Aleta benar benar ada yang nyulik. Lo tenang jangan emosi oke gue yakin pasti Aleta baik baik aja. Tujuan Lo mau ke markas Gabriel kan?"


"Iya gue mau kesana siapa lagi musuh gue selain dia."


ucap gendra dengan nada yang sedikit tinggi.


"Jangan emosi ,lo.harus tenang oke." ucap Bara menenangkan Gendra yang kini tengah diselimuti emosi.


Kini Gendra dan Bara memutuskan untuk menuju ke markas Gabriel. Mereka menggunakan mobil gendra dengan bara yang menyetirnya. Karna bara takut jika gendra yang menyetirnya Apalagi dengan keadaan dia saat ini yang sulit dikontrol.


Sampai di markas Gabriel. Gendra dengan cepat langsung ke luar dari mobil dan mendobrak pintu markasnya.


BRAKK...


Semua yang ada didalam markas menoleh ke arah pintu. Begitupun dengan Gabriel ia segera menuju ke arah pintu.


"BANGSAT LO!!" Teriak Gendra di depan wajah Gabriel.


"APAA APAAN LO?! DATENG TUBA TIBA DI MARKAS GUE DAN BUAT RUSUH DI SINI?"


"MANA ALETA? LO KAN YANG UDAH NYULIK DIA?"


"Gendra tenangin Didi Lo jangan gegabah." Ucap Bara untuk menenangkan Gendra.


"Mana mungkin buka Lo yang bawa Aleta ,musuh gue cuma Lo.".


"Mungkin Lo kira musuh Lo cuma gue tapi mungkin aja kan ada orang yang ngga suka sama Lo.YANG JELAS GUE NGGA CULIK ALETA!"


"JANGAN BOHONG MANA ALETA!!" Teriak Gendra sambil menonjok wajah Gabriel.


"SIALAN!" umpat Gabriel.


Bara dengan cepat mencegah Gendra yang hendak membogem wajah Gabriel lagi. Ia juga langsung menyeret gendra untuk keluar dari maskas Gabriel. Ia takut Gendra akan melakukan hal gila dari ini.


"LEPASIN GUE!!"


"KITA PULANG GENDRA. JANGAN GEGABAH KALO LO KAYA GINI SUSAH BUAT CARI ALETA!"


Gendra lalu tenang. Ia mengikuti perintah Bara untuk tidak melakukan hal seperti tadi. Ia kembali kemobil.


"Oke sekarang kita cari dulu kerumah Aleta siapa tau dia ada disana."


Gendra hanya diam. Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari markas Gabriel dan berniat mencari Aleta ke rumah orang tuannya.


...****************...


Bria yang kini sudah di markas tempat dimana Aleta disekap disana. Gabriel juga sudah disana karena tempat penyekapan Aleta lumayan dekat dengan markas Gabriel.


"Tadi gendra ke markas dia marah marah menjcari istrinya." ucap Gabriel pada Bria.

__ADS_1


"oh ya? gimana ketahuan ngga?"


"Tenang semua aman. Untung aja Lo tadi telpon gue jadi gue bisa cepet ke markas."


"Bagus. Gendra gendra Lo bakal hancur." ucap Bria sambil menyunggingkan senyumnya.


Aleta yang kini masih pingsan ia berada dirumah kosong yang begitu kumuh dan berdebu. penerangan di sana juga tidak terlalu terang.


Keadaan Aleta benar benar mengenaskan. Dirinya terlihat lemas.


"Gimana dia udah bangun?" tanya Gabriel.


"Belum."


"Dasar gendra bodoh bisa bisanya dia ninggalin istrinya sendiri. Dan dia percaya sama Lo." kekeh Gabriel.


Bria hanya tersenyum tipis. Ia sangat puas ternyata dirinya bisa membalaskan dendam ya pada gendra yang telah membunuh orang tua Bria.


"Kamu akan merasakan gimana kehilangan lagi gendra!" batin Bria.


...****************...


Beberapa lama kemudian Bara dan Gendra sudah sampai di rumah orang tua Aleta.


"permisi." ucap bara.


"Tuan..." ucap ibu Aleta.


"Eemm maaf Bu apakah Aleta ada disini?"


"Tidak. memang ada apa ya?"


"Oh maaf saya kira Aleta ada disini."


Gendra yang disana hanya diam ia tidak ingin berbicara karena dia saat ini sedang menetralkan fikiran dan emosinya.


"Ada apa ya?"


"Emm maaf Bu ,Aleta hilang."


"APA?!Aleta hilang?"


"Iya ,tapi kami dan anak buah Gendra sedang mencarinya. Ibu dan bapak tenang saja kami akan berusaha untuk mencari Aleta. Doakan semoga Aleta baik baik saja."


"Aletaa....hiks...hiks..." tangis ibu Aleta.


"Kami minta maaf karena tidak menjaga Aleta dengan baik. Kami usahakan Aleta segera ketemu. jangan khawatir. Kalau begitu kami permisi."


"Iya...tolong cari Aleta ya...hiks...hiks.."


"iya pak ,Bu."


Bara dan gendra tidak menemukan Aleta disana. Tak berlama lama mereka pamit untuk mencari Aleta lagi.

__ADS_1


__ADS_2