
"Bibirnya gitu minta dicium hmm?"
"Iihh apa sih kak Gendra?"
"Liat tuh mukannya kaya kepiting rebus." Goda Gendra pada Aleta.
"Aahh ngga tau ahh ,aku marah sama Kak Gendra." sebal Aleta
"Makin gemes deh kalo lagi marah gitu. Bibirnya itu lho jadi pengen cium." kekeh Gendra.
"Kak Gendraa......." ucap Aleta sambil memukul mukul lengan gendra.
"Ah aduh sakit sayang... Aku cium beneran tuh bibirnya."
"Cium aja. Nih..." ucap Aleta sambil terus memuncungkan bibirnya.
Cup
"Ehh..."
Aleta kaget saat Gendra benar benar menciumnya. Ia kira bahwa Gendra hanya bercanda tapi ternyata ia tidak main amin dengan perkataanya.
"Udah tuh. Kok kaget tadi minta di cium kan?"
"Ihh kak Gendra ngeselin. Aleta ngga suka!"
"Beneran ngga suka? Atau malu aja mau ngomong. Tadi aja minta dicium katanya." ucap gendra sambil tertawa pelan.
"Apa sih Aleta ngga tau."
"Yaudah tadi mau ngomong apa sayang? Maaf tadi ada chat masuk dari anak buah aku."
"....."
"Heii jangan ngambek dong. Kalo ngga jadi ngomong gapapa sih. "
"Eehhh jadi Aleta mau jalan jalan besok boleh ya?"
"Boleh. Mau kemana?"
"Aleta pengen ke pantai sih. Udah lama banget Aleta ngga kepantai."
"Iya sayang besok ya.. sekarang habisin dulu eskrimya. Terus bersih bersih lalu kita ke kamar."
"Siap Bos..." ucap Aleta sambil hormat kepada Gendra.
Gendra hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil ,tapi gendra menyukainya.
"Maaf Al di saat gue lagi emosi gue terus nyakitin perasaan Lo dan fisik Lo." Batin Gendra.
"Kak sini piringnya Aleta mau cuci."
"Ada bibi sayang ,kamu taruh aja di tempat cucian piring. Nanti biar bibi yang bersihin."
"Ngga papa Aleta aja,Aleta bisa."
"Sayang..." Ucap Gendra sambil menatap Aleta dalam.
"Iya deh Aleta nunurt sama Kak Gendra. mukanya jangan gitu,Takutt...."
"Iya maaf."
Aleta segera menuju ke dapur ia meletakan piring kotor di dalam cucian piring dan langsung kembali ke meja makan lagi.
"Udah yukk...." ucap Aleta.
Gendra lalu mengikuti langkah kecil Aleta. Ia juga mengandeng tangan Aleta.
"Langsung ke kamar?"
"Terserah sih,tapi Aleta belum ngantuk tau."
"Aku juga. Ke kamar aja deh biar mesra mesraanya ngga dilihat sama yang lain." kekeh Gendra.
__ADS_1
"Ihh kak Gendra tumben banget."
"Aku lagi ngga emosi ,mood aku juga lagi baik jadi gini deh."
Mereka sudah memasuki kamar.
"Ke balkon ya? Sambil cerita cerita." Ucap Gendra.
"Boleh."
"Sebentar." Ucap Gendra sambil menuju ke ruang kerjanya.
Aleta lebih dulu ke balkon. Ia duduk di kursi yang ada dibalkon. Aleta menikmati pemandangan malam itu. Banyak bintang di atas. Aleta berdiri di pinggir pinggir balkon yang dibatasi dengan pagar. Jadi sudah aman.
"Indah banget. Jadi kangen ayah sama ibu." gumam Aleta.
"Sayang..." panggil Gendra sambil memeluk Aleta dari belakang. Tangannya yang di taruh di perut sambil mengusap usap perut Aleta.
"Kak Gendra tadi kemana?"
"Ke ruang kerja."
"Ngapain?"
"Ambil minuman sayang..."
Aleta menoleh ke atas meja ,disana.terdapat dua botol minuman keras. Aleta membalikan tubuhnya menghadap Gendra.
"Kak Gendra ngga boleh minum kaya gitu."
"Kenapa hmm? "
"Ngga baik buat kesehatan kak Gendra."
"Cuma sedikit sayang..."
"Tetep aja ngga boleh."
"Liah deh banyak banget bintangnya ,cantik kaya kamu." ucap gendra sambil mencolek hidung Aleta.
"Iya iya maaf. Sini duduk kamu nanti cape berdiri terus."
Gendra menuntun Aleta untuk duduk. Gendra mendudukan Aleta di pangkuannya.
"Kak Gendra katanya kalo minum itu kalo banyak pikiran aja? Tapi sekarang Kaka minum berarti sekarang lagi banyak pikiran ya?"
"Engga sayang... Aku cuma lagi pengen aja. Sambil nikmatin malam ini sama kamu."
"Ngga baik buat kesehatan kak. Aleta khawatir kalo kak Gendra sakit."
"Makasih sayang udah khawatirin aku."
"Oh ya kak Gendra percaya kan sekarang ini anaknya kak Gendra." Ucap Aleta sambil mengarahkan tangan gendra ke perutnya.
"Maaf ya udah nuduh kamu waktu itum Pikiran aku saat itu benar benar tidak terkontrol.
"Iya gapapa ,mungkin Aleta belum tau penyebab kak Gendra sikapnya berubah ubah tapi Aleta yakin kalo Kak Gendra itu sayang banget sama Aleta iya kan?"
"Iya sayang."
"Aleta mau duduk sendiri boleh?"
"Kenapa?"
"Aleta takut ada yang berdiri,nanti Aleta di apa apain lagi. ini aja Aleta ngga berani bergerak loh."
"Ngga papa berdiri sayang. Nanti baiar papa jenguk Dede bayi di dalam." Goda gendra.
"Ih apa sih kak."
Aleta memutuskan untuk duduk sendiri. Gendra juga menuangkan minuman keras itu ke dalam gelas.
"Emang enak ya kaya gitu?"
__ADS_1
"Enak ,ini itu kaya menghilangkan pikiran kacau sejenak jadi kaya obat deh buat aku."
"Boleh coba?"
"Ehh ibu hamil ga boleh coba."
"Berarti kalo ngga hamil boleh dong?"
"Ngga boleh juga sayang...."
"Iya iya kak...posesif banget sih."
Mereka berdua menikmati malam bersama di balkon melihat bintang yang begitu banyak di langit sambil bercerita satu sama lain.
"Al udah malem tidur yuk..."
"Kak Gendra kok ngga mabuk?"
"Kenapa emangnya?Kamu pengen aku mbauk tersus main kuda kudaan sama kamu?" goda gendra.
"ihh engga ,kak gendra pikirannya kesana Mulu sih. mesum banget."
"Lagian kamu tanyanya gitu."
"hehe maaf ya lgain kak Gnedra udah habis satu botol tapi belum mabuk."
"aku kuat minum kaya gini ayangg... jadi belum mabuk."
"Berarti sering ya minumnya."
"Bisa dibilang setiap malam aku minum."
"Ihh dibilangin jangan minum kaya gitu."
"Sssttt... sekarang ayo masuk angin malam ngga baik buat kamu."
"Gendongg..." ucap Aleta sambil merentangkan tangannya. Seakan meminta gendra untuk mengendong ya."
"Manja banget bumil satu ini."
"Biarin lagian ini juga dari benih kamu tau."
Gendra mengendong Aleta menuju ke kamarnya. Malam ini Aleta merasa bahagian Gendra bisa bersikap lebut ,baik dan bisa berbicara apapun tentang dirinya kecuali tentang traumanya. Tapi Aleta tidak amsalh dengan itu setidaknya Aleta bisa banyak bicara dengan gendra.
Gendra membawa Aleta ke kamar mandi dulu untuk sikat gigi dan membersihkan kaki dan tangannya.
Gendra juga melakukan hal yang sama.
Aleta di taruh di atas wastafel. sedangkan gendra berdiri di hadapan Aleta.
"Sikat giginya dulu sayang....."
"iya kak Gendraa....."
Mereka berdua menyiakt gigi dnegan posisi saling berhadapan.
Selesai menyikat gigi ,Gendra juga tak lupa untuk membersihkan wajahnya dengan cuci muka.
"Laeta mau pakein kak Gendra sabun cuci muka."
"Boleh sayang... nih sabunnya."
Aleta mulai memberikan sabun cuci muka di telapak tangannya dan mengusapnya sampai berbusa. Lalu ia menempelkan sabunnya di wajah Gendra sambil.memainkannya.
"Kak Gendra lucu banget liat deh..." Tawa Aleta.
"cepet sayang...udah malem."
"Iya kak udah kak gendra bisa membasuh mukanya."
Gendra lalu membasuh muka hingga bersih.
"Sini gendong lagi." ucap Gendra
__ADS_1
Aleta menurut dan langsung merentangkan tangannya siap untuk di gendong oleh gendra.