
Aleta tiba tiba mencium pipi Gendra. Gendra yang menyetir pun terkejut,ia tak menyangka Aleta seberani itu sekarang.
"Sayang?"
"Kenapa kak? Ada yang salah ya sama Aleta?"
"Engga sih ,aku suka.kamu yang seperti ini."
Aleta tersenyum.Mungkin ini cara Aleta meluluhkan hati seorang mafia yang menyeramkan.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di Rumah Sakit. Mereka langsung menemui dokter kandungan yang dulu menangani Aleta.
"Permisi dok.." Ucap Gendra.
"Silhakan masuk."ucap dokter itu.
"Selamat Pagi Aleta." lanjut dokter itu.
"Pagi Dokter.."
"Bahagia banget kayanya."
"Hehe iya solanya Aleta ditemani suami Aleta jadi Aleta senang."
"Iya ,mau periksa sekarang?"
Aleta mengangguk.
"Silhakan berbaring Disni ya." ucap salah satu suster di ruangan itu.
Aleta menurut dan langsung membaringkan tubuhnya.Gendra masih diam ditempat tadi,ia ingin melihat sebenernya saat Aleta diperiksa tapi ia takut.
"Tuan Gendra boleh menemani."
"Kak sini ,katanya tadi mau nemenin Aleta."
"Ngga papa?" tanya gendra.
"Ngga papa kak.."
Gendra lalu menyusul Aleta yang kini sudah berbaring di kasur untuk periksa.
"Maaf ya kita buka dulu bajunya."
Dokter mulai memeriksa kandungan Aleta dengan teliti dokter itu juga mulai menjelaskan kondisi kandungannya.
"Kandungannya sangat baik dari pada yang kemarin terakhir itu. Sekarang si kecil sudah mulai tumbuh ya jadi di jaga terus kandungannya. Makan makanan yang bergizi. Jangan dulu melakukan hubungan suami istri dulu soalnya kandungannya masih kecil."
Jelas dokter itu dengan teliti.
Aleta dan Gendra mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama sesekali melihat monitor bagaimana keadaan si kecil di sana.
"Baik dok.."
Selesai memeriksa Aleta diberi vitamin untuk kandungannya.
"Aleta bisa mengkonsumsi susu ibu hamil ya. Biar tambah sehat babynya."
"Oke siap dokter.."
"Makasih dok.." ucap gendra.
"Sama sama Tuan."
Aleta dan gendra lalu keluar dari rumah sakit menuju ke mobil.
"Jadi kan beli satenya?"
"Iya sayang..."
Gendra lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia mencari warung sate yang ada dipinggir jalan dulu sebelum ke taman.
Setelah menemukan Gendra dan Aleta turun.
"Pak beli satenya 1porsi ya."
"iya. mau makan sini atau di bawa pulang?"
"eemm makan sini aja deh." Ucap Aleta.
"Baik mbak mas."
Aleta menunggu satenya siap di hidangkan.
Tiba tiba Gendra melihat ada seseorang yang sedang mengintainya dari jauh. Orang itu ada di salah satu balik pohon dekat Aleta dan Gendra makan.
__ADS_1
"Sialan.." gumam Gendra pelan.
"Kak Gendra kenapa?"
"Ngga papa Al."
"Ngga papa kok liatin di sana ada apa sih?"
"Engga ada apa apa sayang...."
"Permisi ini satenya sudah siap."
"Makasih pak."
"Makan yang banyak sayang.."
"Kak Gendra mau?"
"Engga aku udah kenyang."
"Yaudah aleta makan sendiri aja."
Gendra yang masih melihat orang itu langsung mengeluarkan handphone dan menghubungi Bara.
Aleta tidak tau karna Aleta fokus makan.
"Sebentar ya sayang.. aku mau kesana dulu."
"Mau kemana?"
"Ada telpon sebentar. Jangan kemana mana tetap disini oke?"
"Iya Kak Gendra."
Tut...Tut...Tut...
"Halo?"
"kayanya ada orang yang lagi ngintai gue sama aleta."
"Dimana?"
"Gue sharelock lokasinya"
"Cepet susul Gue ya bawa anak buah gue."
Gendra langsung menyudahi teleponnya. Ya dia telpon adalah Bara.
"Kak udah selesai."
"Udah selesai?"
Aleta mengangguk.
"Kita pergi sekarang ya."
"Oke sayang..." Aleta mengatakan itu membuat Gendra tersenyum.
Setelah Gendra membayar Gendra lalu melajukan mobilnya lagi. Kini diperjalanan Gendra gelisah Sesekali Gendra juga melihat ke belakang dari kaca mobilnya.Dan ternyata benar orang itu masih mengikutinya. Sekarang ada 5 orang yang mengikuti mobil gendra.
"Sialan..." Gendra memukul stir mobilnya keras.
"Kak Kenapa?"
"Al pakai sabuk pengamannya yang erat pegangan juga. Ada yang mengikuti kita dari belakang."
Aleta lalu menoleh ke belakang benar saja ada orang yang mengikuti mobil gendra.
"Kak gimana?"
"Jangan takut oke. Percaya sama aku."
Aleta mengangguk walau hatinya saat ini benar benar takut. Gendra lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Orang yang mengikuti gendra juga masih mengejarnya. Aleta takut saat ini.
"Ka-kak Aleta takut...hiks..hiks..."
"Tenang oke percaya sama aku."
Di pertengahan jalan tiba tiba mobil gendra di cegat dari depan oleh beberapa orang.. Sepertinya orang itu sama dengan orang yang mengikutinya.
Cit......
"Sialan..." umpat Gendra.
"Ka-kak gimana?"
__ADS_1
"Tenang okay tetap disini. Jangan buka pintunya."
Gendra ingin kabur tapi di depan dan dari belakang mereka berdua sudah di kepung. Dan salah satu dari mereka mendekati mobil Gendra.
"KELUAR LO!!" teriak orang itu.
"Jangan buka kaca atau pintunya Al."
"KELUAR ATAU GUE PECAHIN KACA MOBIL LO!!"
Teriak orang itu sambil mengarahkan senjata ke mobil Gendra.
"K-kak A-aleta takutt...hiks...hiks..."
Kini banyak dari mereka juga maju ke mobil Gendra.
"Sayang tenang ya...Jangan panik. Aku mau keluar kamu di sini. Nanti saat aku buka pintunya dan aku keluar kamu langsung kunci semua pintu okay?"
"Enggak Kak Gendra ngga boleh keluar.Mereka banyak.Ngga mungkin kak Gendra ngelawan semua sendiri. Mending kak Gendra disini aja ya...hiks...hiks..."
"Tenang Al aku bisa. Percaya sama aku."
"Tapi kak..."
"CEPETAN KELUAR KALO NGGA KELUAR GUE BAKAL PECAHIN MOBIL LO!!"
"gue keluar Al.Inget langsung kunci semua pintu mobilnya."
Aleta sebenarnya takut jika gendra kenapa Napa mereka banyak sedangkan gendra hanya sendiri. Aleta tau gendra sudah mahir dalam perang tapi tetap saja Gendra hanya sendiri dan melawan banyak orang itu.
Gendra membuka pintunya perlahan.
"Al langsung kunci pintunya."
Kini Gendra sudah diluar Aleta juga sudah mengunci pintunya.
"Mau apa Lo semua?"
Belum menjawab mereka semua sudah mulai menyerang Gendra. Mereka banyak yang membawa senjata Aleta yang melihatnya benar benar binggung. Aleta memutuskan untuk menelpon Bara.
Tut...Tut....
"Kak Bara tolong angkat telepon Aleta ..." Bara tak menjawab telepon Aleta .Aleta masih berusaha terus dan akhirnya...
"*Al?"
"Kak Bara tolongin Kak Gendra hiks...hiks..."
"Iya Aku sama anak buah Gendra lagi menuju lokasi.Kamu diam disitu okay jangan khawatir.."
"Cepet kak...hiks..hiks*..."
Bara sudah mematikan teleponnya.
Bugh..Bughh....Dor.....
Aleta menutup telinganya saat mendengar suara suara tembakan di luar sana. Hati Aleta benar benar tak karuan.
"KELUAR LO!!" Tok..tok..tok...
Aleta terkejut tiba tiba ada yang mengetuk pintu mobilnya.
"KELUAR GUE BILANG" ucap orang itu.
Aleta binggung ia hanya menangis di dalam.
"JANGAN BERANI SENTUH ISTRI GUE!!" ucap gendra yang melihat ada orang yang mendekati mobilnya.
"BANYAK BACOT LO!"
dor...dor...
Gendra terkena tembakan orang itu. Gendra terkena tembakan di lengannya. Aleta yang melihat itu berteriak di dalam mobil.
"KAK GENDRA....."
"CEPET KEUAR ATAU SUAMI LO BAKAL GUE BUNUH DI DEPAN LO SAAT INI!!
Tok tok tok....
"Hiks...hiks...hiks...
Aleta kasian melihat gendra yang sudah luka luka.
"Kak Bara mana? hiks...hiks....
__ADS_1